UNTUK PARA MUKIMAD: SILSILAH MULAI DARI DIRI SENDIRI DULU‼️AYO MANA SILSILAH IMAD BIN SARMANA BIN ARSA?
UNTUK PARA MUKIMAD: SILSILAH MULAI DARI DIRI SENDIRI DULU‼️
✅ Istilah 7 Tingkatan Leluhur Menurut Adat Jawa
Urutan ke‑atas dari diri sendiri:
1️⃣ Bapak / Ibu — generasi ke‑1
2️⃣ Simbah / Eyang — kakek‑nenek
3️⃣ Buyut — orang tua Simbah
4️⃣ Canggah — orang tua Buyut
5️⃣ Wareng — orang tua Canggah
6️⃣ Udheg‑udheg — orang tua Wareng
7️⃣ Gantung Siwur — orang tua Udheg‑udheg; maknanya: “silsilah mulai menggantung, tak jelas lagi”
❓ PERTANYAAN KERAS:
Apakah ada satu pun ahli atau pengikut Mukimad yang BERANI dan MAMPU menyajikan nama‑nama LENGKAP + dokumen sah untuk 7 tingkat di atas bagi Ki Imad sendiri?
Syarat ahli nasab sudah jelas:
👉 Barang siapa berani mengaku “pakar”, berani membatalkan nasab orang lain, maka WAJIB terlebih dahulu menampakkan kejelasan, kelengkapan, dan keabsahan NASABNYA SENDIRI.
👉 Belum ada arsip resmi yang diakui lembaga seperti Robitoh Al‑Alamiah / Naqabah Al‑Asyraf yang memuat silsilah Imaduddin yang jelas, bersambung, terverifikasi sampai ke tingkat‑7 dan seterusnya.
👉 Yang beredar hanya tulisan kelompok sendiri, belum lolos uji silang ahli nasab yang independen, apalagi tak punya bukti yang sama kokohnya seperti catatan keluarga Ba‘Alawi yang dijaga ratusan tahun .
💡 Ingat kaidah ilmu nasab: “Pengakuan kosong tanpa bukti sah, tidak dihitung” — apalagi jika dipakai menyerang warisan yang sudah teruji.
🎯 TANTANGAN TERBUKA:
✅ Sebutkan nama jelas + dokumen terverifikasi untuk:
1. Bapak/Ibu
2. Simbah
3. Buyut
4. Canggah
5. Wareng
6. Udheg‑udheg
7. Gantung Siwur
Bisa…? Kalau belum, berarti yang membatalkan nasab orang lain itu sendiri belum layak disebut ahli nasab — hanya pengais nama & keuntungan semata.
🏷️ Tag:
#AhliNasabHarusJelasNasabSendiri #TantanganUntukMukimad #GantungSiwurBukanAlasan #NasabTerujiBukanKlaim
