Tiga Tokoh Ba'alawi Masuk Struktur Awal NU Wonosobo, Bukti Kedekatan Ulama NU dengan Keturunan Rasulullah SAW
Faktakini.info, Jakarta - Sejarah awal berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) di Wonosobo mencatat peran sejumlah tokoh keturunan Ba'alawi (Sayyid) yang turut menjadi bagian penting dalam kepengurusan pertama organisasi tersebut.
Berdasarkan catatan sejarah NU Cabang Wonosobo, kepengurusan pertama yang dilantik oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (HBNO) melibatkan tiga tokoh Ba'alawi yang memiliki hubungan nasab dengan Rasulullah SAW melalui jalur keluarga Alawiyyin.
Dalam jajaran Syuriah, tercatat:
Rais Syuriah: Sayyid Ibrahim bin Ali Ba'abud
Katib Syuriah: Sayyid Muhsin bin Ibrahim Ba'abud
Sementara dalam jajaran Tanfidziyah, posisi sekretaris diamanahkan kepada:
Sayyid Abu Bakar bin Hasan Assegaf
Ketiga nama tersebut menjadi bagian dari fondasi awal perjalanan NU Cabang Wonosobo yang kemudian berkembang menjadi salah satu cabang NU di Jawa Tengah.
Sayyid Ibrahim bin Ali Ba'abud (1864–1948 M), yang dikenal sebagai ulama Wonosobo, disebut dalam catatan sejarah sebagai salah satu tokoh penting pada masa awal berdirinya NU Wonosobo.
Beliau berasal dari keluarga Ba'abud dan sejak kecil mendapatkan pendidikan agama dari keluarganya serta dikenal dekat dengan tradisi keilmuan Islam.
Keterlibatan para Sayyid dalam struktur awal NU Wonosobo menjadi catatan sejarah yang menggambarkan eratnya hubungan antara ulama pesantren NU dengan para tokoh keturunan Rasulullah SAW.
Hubungan tersebut tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga terlihat dalam kerja sama membangun lembaga Islam dan perjuangan dakwah di masyarakat.
Sejarah ini menjadi salah satu bukti bahwa sejak masa awal berdirinya, NU memiliki hubungan yang kuat dengan berbagai kalangan ulama, termasuk para habaib dan keluarga Ba'alawi yang memiliki tradisi keilmuan Islam panjang di Nusantara.

