TERNYATA GEDUNG MEGAH PENINGGALAN VOC DI BATAVIA TIDAK PUNYA TOILET, BEGINI CARA ORANG BELANDA DULU BUANG HAJAT
Senin, 29 Juni 2026
Faktakini.info
TERNYATA GEDUNG MEGAH PENINGGALAN VOC DI BATAVIA TIDAK PUNYA TOILET, BEGINI CARA ORANG BELANDA DULU BUANG HAJAT
Pernah membayangkan bagaimana orang-orang Eropa di masa kolonial buang air ketika berada di gedung pemerintahan yang megah? Faktanya, jawabannya cukup mengejutkan. Gedung-gedung peninggalan Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC di kawasan Batavia ternyata sama sekali tidak dilengkapi fasilitas toilet di dalamnya.
Salah satu contoh paling mencolok adalah Museum Fatahillah yang kini berdiri di kawasan Kota Tua Jakarta. Bangunan ini dulunya dikenal sebagai Stadhuis atau Balai Kota Batavia, yang menjadi pusat pemerintahan VOC selama berabad-abad lamanya. Bayangkan saja, gedung sebesar dan semegah itu, yang menjadi jantung administrasi kota sekaligus tempat persidangan dan urusan pemerintahan, ternyata tidak memiliki ruangan khusus untuk buang air kecil maupun buang air besar.
Sejarawan Asep Kambali menjelaskan, kondisi ini bukan hanya terjadi di Museum Fatahillah saja. Hal serupa juga bisa ditemukan di sejumlah bangunan bersejarah lain di kawasan Kota Tua Jakarta, seperti Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik, hingga Museum Sejarah Jakarta. Menurutnya, gedung-gedung pada masa VOC memang belum mengenal konsep toilet modern seperti yang kita pakai sekarang.
Lalu, bagaimana cara orang-orang Belanda saat itu menyelesaikan kebutuhan paling mendasar ini?
Asep mengungkap, pada masa itu belum ada tradisi buang air besar menggunakan toilet. Masyarakat Eropa yang tinggal di Batavia menggunakan ember kayu sebagai gantinya. Setelah ember tersebut penuh, isinya akan dibuang oleh para budak ke sungai. Inilah salah satu alasan mengapa gedung Stadhuis yang kini menjadi Museum Fatahillah itu sama sekali tidak memiliki fasilitas toilet di dalamnya.
Sistem semacam ini menjadi gambaran nyata bagaimana kondisi sanitasi di Batavia pada masa kolonial awal. Meski VOC dikenal mampu membangun gedung-gedung besar dan megah sebagai simbol kekuasaan, fasilitas kebersihan di dalamnya justru jauh tertinggal dibanding standar yang kita kenal hari ini.
Menurut Asep, keberadaan toilet dan kamar mandi baru mulai berkembang ketika Indonesia memasuki masa pemerintahan Hindia Belanda. Pada awal kemunculannya, bentuk toilet yang digunakan adalah toilet jongkok, sebelum akhirnya berkembang dan berubah desain menjadi model toilet duduk seperti yang lebih familiar saat ini. Sementara itu, masyarakat pribumi pada masa lampau juga belum memiliki kebiasaan menggunakan toilet seperti yang dilakukan masyarakat modern sekarang.
Fakta ini menjadi pengingat menarik bahwa di balik kemegahan arsitektur kolonial yang masih berdiri kokoh hingga kini, ada banyak sisi kehidupan sehari-hari yang justru sangat sederhana, bahkan jauh dari kata nyaman.
#DPU_DYK #SejarahJakarta #KotaTua #MuseumFatahillah #SejarahVOC
