Persaingan Maradona vs Zico: Gol 'Tangan Tuhan' Maradona di Serie A

 


Senin, 22 Juni 2026

Faktakini.info

Sebelum Lionel Messi vs Cristiano Ronaldo, dunia sepak bola pernah terbelah oleh rivalitas dua "Alien" bernomor punggung 10. Zico (Brasil) dan Diego Maradona (Argentina).

Zico adalah Pelé Putih. Dewa tendangan bebas yang konon bisa memasukkan bola ke lubang jarum dari jarak 30 meter. Sementara Maradona, kita semua tahu siapa dia.

Di pertengahan 1980-an, Serie A adalah tempat berkumpulnya para Dewa. Zico yang jadi rebutan AC Milan dan AS Roma secara mengejutkan memilih berlabuh ke klub medioker Udinese.

Kedatangannya memicu histeria massal. Udinese yang biasanya sepi, tiba-tiba mencetak rekor penjualan 26.000 tiket terusan dalam semusim! 

Zico menyihir Italia. Di musim pertamanya, ia mencetak 19 gol, hanya berselisih satu gol dari Michel Platini yang jadi Top Skor.

Tapi, romansa Zico di Udinese tak bertahan lama. Manajemen klub yang pelit membuat Zico frustrasi. Ditambah lagi, Zico terjerat kasus hukum tuduhan penggelapan pajak yang mengancamnya dengan hukuman penjara.

Muak dengan situasi itu, Zico memutuskan pulang ke Brasil pada akhir musim 1984/1985. Dan laga perpisahannya di Italia seolah ditulis oleh seorang sutradara Hollywood. Udinese vs Napoli (Zico vs Maradona).

Tanggal 12 Mei 1985. Stadio Friuli penuh sesak. Di lapangan, Zico yang berusia 32 tahun (memasuki masa senja) berhadapan dengan Maradona yang berusia 24 tahun (sedang mekar-mekarnya di musim debut).

Pertunjukan magis langsung dimulai! Laga baru jalan 4 menit, Maradona melepaskan tendangan bebas roket dari jarak 20 yard. GOL! Napoli unggul.

Zico tak mau kalah. Beberapa saat kemudian, ia membalas lewat skema tendangan bebas mematikan khasnya yang berujung gol. Skor 1-1.

Di babak kedua, Zico kembali menunjukkan kejeniusannya. Ia mendapat tendangan bebas. Semua orang mengira ia akan menembak langsung, tapi Zico mengoper bola pelan ke Luigi De Agostini yang langsung merobek gawang Napoli. Udinese unggul 2-1!

Laga nyaris berakhir dengan kemenangan manis (kado perpisahan) untuk Zico. Waktu sudah menunjukkan menit ke-88. Lalu, terjadilah sebuah "Aksi Kriminal" yang akan mengubah sejarah sepak bola dunia.

Sebuah bola liar memantul dari mistar gawang Udinese. Maradona melompat duel udara dengan kiper Udinese yang jauh lebih tinggi darinya. 

Secara logika fisika, Maradona tak mungkin menang duel itu. Tapi entah bagaimana, bola masuk ke gawang! 2-2!

Maradona langsung berlari girang merayakan gol itu seolah tak terjadi apa-apa. Tapi para pemain Udinese mengamuk mengejar wasit! 

Tayangan ulang TV membuktikan dengan sangat jelas. Maradona menggunakan TANGANNYA untuk meninju bola masuk ke gawang!

Zico yang biasanya kalem, darahnya mendidih. Ia berlari menghampiri Maradona dan membentaknya dengan murka.

"JIKA KAU ORANG JUJUR, MENGAKULAH KEPADA WASIT KALAU KAU MENGGUNAKAN TANGANMU!"

Tapi kita semua tahu siapa Maradona. Ia hanya membalasnya dengan senyuman nakal. Wasit Giancarlo Pirandola tutup mata dan tetap mengesahkan gol itu. Pertandingan perpisahan Zico pun berakhir pahit 2-2.

"Saya pernah melihat hal-hal licik di sepak bola, tapi tidak seperti ini. Wasit merampok kemenangan kami dengan mengesahkan gol yang dicetak pakai tangan!" kutuk Zico usai laga.

Zico pun angkat koper dari Italia. Ia lolos dari ancaman penjara pajak, dan kembali ke Brasil. 

Satu tahun setelah insiden di markas Udinese itu, tepatnya di Piala Dunia 1986 Meksiko, Maradona kembali mengulangi aksi curangnya saat melawan Inggris. 

Kali ini panggungnya jauh lebih besar, dan seluruh dunia melihatnya. Gol itu kelak abadi dengan julukan "Tangan tuhan".

Siapa sangka, gladi bersih "Tangan Tuhan" itu sebenarnya sudah dipraktikkan Maradona setahun sebelumnya di Italia, tepat di depan mata seorang "Pelé Putih" yang sedang marah besar!

Gila ya, ternyata "Tangan tuhan" itu udah pernah diuji coba di Serie A! Menurut kalian yang ngikutin era itu, di masa prime-nya, skill individu (dribel, tendangan bebas) antara Zico vs Maradona itu banyakan siapa sih yang lebih unggul?