Jenazah Ali Khamenei akan Melintasi Irak Sebelum Dimakamkan di Mashhad

 


Jum'at, 19 Juni 2026

Faktakini.info, Jakarta - Pemerintah Iran mengumumkan bahwa prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akan melintasi wilayah Irak sebelum dimakamkan di Kota Mashhad pada 9 Juli 2026. Informasi tersebut disampaikan oleh Wali Kota Teheran, Alireza Zakani, pada Rabu (17/6/2026) melalui media pemerintah Iran.

Menurut Zakani, rangkaian penghormatan terakhir akan berlangsung selama enam hari, mulai 4 hingga 9 Juli 2026. Pada 8 Juli, iring-iringan jenazah dijadwalkan memasuki Irak sebelum kembali ke Iran untuk prosesi pemakaman di Mashhad sehari kemudian. Pemerintah Iran memperkirakan jutaan warga akan mengikuti rangkaian acara tersebut.

Meski rincian rute di Irak belum diumumkan secara resmi, prosesi ini diperkirakan akan melewati wilayah yang memiliki nilai penting bagi umat Syiah. Irak menjadi lokasi sejumlah situs suci, termasuk kota Najaf yang menjadi tempat makam Imam Ali serta Karbala yang dikenal sebagai lokasi makam Imam Hussein. Kedua kota tersebut setiap tahun menjadi tujuan ziarah umat Syiah dari berbagai negara.

Keputusan membawa jenazah Khamenei melintasi Irak dinilai mencerminkan hubungan historis, keagamaan, dan sosial yang erat antara masyarakat Syiah di Iran dan Irak. Prosesi tersebut juga dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap pusat-pusat keagamaan Syiah yang memiliki pengaruh besar di kawasan Timur Tengah.

Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia setelah serangan rudal yang terjadi pada Februari 2026. Wafatnya tokoh yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade itu menjadi salah satu peristiwa politik paling penting dalam sejarah modern negara tersebut. Hingga kini, pemerintah Irak belum menyampaikan pernyataan resmi terkait rencana prosesi pemakaman yang akan melintasi wilayahnya.

Sumber: Tribunnews com