[Video] Tanggapi Pernyataan Prabowo "Kabur Saja ke Yaman", Habib Rizieq: Ini Karena Jendral Baliho!

 



Senin, 4 Mei 2026

Faktakini.info, Jakarta - Imam Besar Habib Rizieq Syihab (IBHRS), dalam ceramah terbarunya di Markaz FPI Petamburan yang ditayangkan melalui kanal YouTube IBTV (Islamic Brotherhood Television) pada Ahad, 3 Mei 2026, menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang dalam pidatonya menyinggung Yaman.

Dalam pidato saat groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026), Presiden Prabowo menyatakan: “Matanya buram, Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur, kabur saja. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman. Silakan.”

Menanggapi hal tersebut, Habib Rizieq mengingatkan agar Presiden Prabowo menghentikan narasi yang dinilainya bernuansa rasis.

“Mudah-mudahan ini yang pertama dan terakhir buat Bapak Presiden. Kita doakan Bapak Presiden mendapat taufik dan hidayah. Tapi kalau Bapak Presiden terus mengulangi, terus ingin menjadikan orang-orang Yaman sebagai musuh, ya kami siap saja, Pak. Kami tidak mundur, kami tidak takut, siapapun akan kami lawan!” tegas Habib Rizieq.

Ia juga menegaskan bahwa Yaman bukan musuh bangsa Indonesia. “Yaman itu bukan musuh bangsa Indonesia! Walisongo itu dari Yaman. Yang mengislamkan Nusantara itu ulama-ulama dari Yaman. Mestinya Anda bersyukur, berterima kasih, dan bangga dengan keturunan Yaman di Indonesia,” ujar HRS.

HRS menyatakan keyakinannya bahwa pernyataan Prabowo yang menyinggung Yaman dipengaruhi oleh lingkungan pergaulannya, termasuk dengan sosok yang ia sebut sebagai ‘Jenderal Baliho’, yakni Dudung Abdurachman, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Dudung sebelumnya menjabat sebagai Penasihat Presiden Bidang Pertahanan Nasional, kemudian dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Menurut HRS, sosok tersebut terlibat dalam berbagai persoalan, termasuk kasus KM50, dimana saat ini Dudung bersama Fadil Imral menggelar konferensi pers dan memamerkan aneka senjata api dan senjata tajam palsu yang diklaim Dudung sebagai milik 6 syuhada FPI.

Dudung juga terlibat dengan sekte Imaduddin bin Sarmana bin Arsa dan Abbas Tompel (PWI-LS) cs yang dikenal sebagai “begal nasab”, orang-orang gila nasab yang mau mengaku-ngaku sebagai cucu Walisongo dan Rasulullah SAW, dan sangat iri pada nasab Habaib, sangat anti-habaib dan anti-Yaman.

“Ini orang bermasalah, dalam KM50, dalam urusan adu domba anak bangsa, dalam urusan menghina para habaib. Pantas saja Presiden mengatakan ‘kabur saja ke Yaman’, karena jenderal baliho ini benci Yaman! Jadi kata ‘Yaman’ dalam pidato Prabowo ini datangnya dari orang tersebut!” ujar Habib Rizieq.

Di akhir pernyataannya, HRS juga menyampaikan sindiran: “Pak Presiden, kalau memang kesal sama Anies, sebut saja namanya langsung, jangan bawa-bawa Yaman.” 

Klik video: