SIAPA DALANG PENOLAKAN TOKOH PALESTINA DILARANG MASUK INDONESIA ?

 


Selasa, 4 Mei 2026

Faktakini.info

SIAPA DALANG PENOLAKAN TOKOH PALESTINA DILARANG MASUK INDONESIA ?

Klik : https://youtu.be/SEcGFIZ3hmg?si=JtqDfBMRt-olACfw

Ceramah Habib Rizieq Shihab di Markaz Syariah Petamburan Angkat Isu Palestina dan Kebijakan Pemerintah

Jakarta Pusat, Ahad, 3 Mei 2026 — Habib Rizieq Shihab (HRS) menyampaikan ceramah dalam pengajian bulanan di Majelis Markaz Syariah Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan tersebut, HRS menyoroti isu kedatangan delegasi Palestina ke Indonesia yang disebut tidak diizinkan masuk, serta menyinggung sikap pemerintah terkait Palestina, Iran, dan dinamika geopolitik global.

HRS juga mengungkapkan upayanya menghubungi sejumlah pejabat agar delegasi Palestina dapat masuk ke Indonesia, namun hingga akhirnya rombongan tersebut kembali ke negaranya. Ia turut menyinggung peran Dr. Basim Naim dalam pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, serta mendorong agar pemerintah memberikan klarifikasi dan mengambil langkah tegas terhadap pihak yang dianggap menghalangi.

Selain itu, HRS menyinggung pentingnya sikap Indonesia dalam isu internasional, termasuk hubungan dengan Iran dan Amerika Serikat, serta menyerukan solidaritas terhadap Palestina dan negara-negara lain di kawasan konflik.

Berikut transkrip lengkap ceramah sebagaimana disampaikan:

TRANSKRIP UTUH (VERBATIM, SUDAH DIRAPIKAN TANPA PENGURANGAN ISI)

Ceramah Habib Rizieq dalam pengajian bulanan di Majelis Markaz Syariah Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Ahad, 3 Mei 2026.

Kemarin ada tamu dari Palestina, Dr. Basim Naim, diundang ke Malaysia oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Perdana Menteri mengumpulkan ulama-ulama, mengumpulkan tokoh-tokoh di Malaysia, tokoh-tokoh Islam untuk ngobrol. Ada tujuh orang utusan dari Palestina datang diterima. Senang hati melihat Malaysia menerima kawan-kawan kita para pejuang di Palestina.

Nah, hari Sabtu yang lalu, Saudara, seminggu yang lalu dia mau masuk ke Jakarta, sudah janjian mau bertamu ke Muhammadiyah, mau bertamu ke NU, mau bertamu juga ke FPI, mau bertamu ke tokoh-tokoh Islam.

Loh, kok mau bertamu ke Muhammadiyah dan NU? Muhammadiyah dan NU punya pernyataan bagus, Saudara, tentang Palestina maupun tentang Iran.

Muhammadiyah dan NU, Saudara, mengecam Amerika dan Israel yang melakukan genosida. Nah, kalau FPI sudah tidak usah diceritakan lagi sikapnya, Saudara. Dia mau datang, ditolak, tidak boleh masuk Indonesia.

Saya dapat kabar, saya didatangi, “Habib, tolong bantu nih, Beb. Ini tidak bisa. Bagaimana caranya?” Saya coba kontak beberapa pejabat, langsung maupun tidak langsung, yang mungkin bisa membantu supaya imigrasi jangan melarang mereka masuk ke Indonesia.

Ada pejabat yang baik mengatakan, “Habib, saya siap bantu, tapi ini bukan bidang saya. Saya tidak bisa kalau urusan begini. Karena ini urusannya dengan Palestina, ini urusannya dengan perang, ini urusannya militer. Nah, ini yang bisa mengurus, Habib, urusan begini ke pejabat yang itu saja, Habib. Kalau saya tidak bisa, saya mau bantu. Bukan tidak mau bantu, tapi terus terang saya tidak bisa.”

Kan enak dengar begitu, Saudara. Jadi ada pejabat tidak mampu bilang tidak mampu, dan dia berikan solusi. Coba Habib hubungi pejabat A, B, C, mungkin mereka bisa. Ini bidang mereka.

Saya coba hubungi saudara yang disebut tadi, satu tidak ada jawaban. Saya sampaikan, saya ceritakan, saya kirim pesan, saya kirim WA. Ini ada kejadian begini, begini, begini. Saya minta tolong mereka diizinkan masuk, walaupun tidak ketemu Presiden tidak apa-apa. Biar dia datang ke Muhammadiyah, datang ke NU, datang ke ormas Islam, datang ke FPI. Kenapa sih? Kalau pemerintah takut, kirim intelijen, kirim tentara, kawal itu tamu.

Pesan yang saya kirim tidak dijawab sampai saat ini. Beberapa pejabat jawab. Ada yang jawab, “Maaf, Beb, saya tidak bisa.” Ada lagi yang jawab, “Saya tidak mampu.” Ada lagi yang jawab, “Saya mau bantu, tapi ini bukan bidang saya.” Tapi kasih solusi, coba ke si fulan, coba ke si fulan.

Saya berusaha, bukan saya saja, ada beberapa teman juga berusaha kontak sana, kontak sini, kontak anggota dewan, kontak mana, tidak ada yang berhasil. Sampai akhirnya mereka kembali, Saudara, yaitu ke negerinya. Ini ada apa alasan mereka?

Karena orang-orang tadi, orang ini sebagai bukti lagi, gara-gara ikut BOP mereka tidak berani terima. Itu bukan teroris, itu pejuang kemerdekaan Palestina.

Mestinya kalau kita sudah tidak mau bantu, jangan halangi mereka ketemu saudaranya di Indonesia. Betul. Ini instansi yang melarang mereka masuk.

Kurang ajar. Tidak tahu diri. Tidak ada rasa kemanusiaan. Sengaja saya bicara di sini biar umat Islam tahu di seluruh Indonesia.

Astagfirullahalazim. Sedih, nangis saya, Pak. Ada apa? Kok begini? Kalau saya tidak bicara, orang tidak tahu kejadian ini.

Ini tidak ada di berita, Saudara. Saya harus sampaikan kepada umat. Sedih. Kejadian hari Sabtu yang lalu. Sedih, Saudara.

Anda tahu ini tamu siapa? Dr. Basim Naim. Dulu tahun 2009 dia menjadi Menteri Kesehatan Palestina. Nah, pada saat kita membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza, menteri ini yang membantu. Dia yang wakafkan tanahnya satu hektare. Dia wakafkan ini tanah buat rumah sakit. Silakan kita bangun.

Kemudian kita kirim insinyur, kita kirim pekerja-pekerja kita untuk membangun itu rumah sakit. Kita kirim biaya miliaran, satu sen tidak dipungut pajak. Tidak ada pajak pekerja, pajak pegawai, tidak ada. Semua dimudahkan, Saudara.

Surat-surat masuk, izin keimigrasian, dan segala sesuatunya dia bantu. Dia bantu. Dia cinta Indonesia. Ya, sekarang dia masuk Indonesia tidak boleh. Apa dosanya?

Nah, jadi ini kalau begini modelnya, makanya ini juga saya mau sampaikan dan kita akan surati Presiden. FPI wajib surati Presiden, laporkan soal ini. Siapa ini yang menghalangi? Apakah ini yang menghalangi Presiden, atau BIN, atau imigrasi? Saudara, siapa yang menghalangi? Apa Menhan, apa Panglima TNI, apa Kapolri? Siapa yang menghalangi?

Kurang ajar, tidak tahu diri, tidak menghargai umat Islam, tidak menghargai Palestina.

Saya pikir ini informasi penting. Jadi saya sebutkan itu nomor 1, 2, 3, 4, 5. Ini bukti gara-gara apa? Gara-gara Indonesia ikut BOP.

BOP kita terbelenggu, tidak bisa apa-apa. Mau menolong Palestina takut, mau bela Iran takut.

Nah, hari ini saya senang, Saudara, ada utusan dari kedutaan besar Iran. Kita akan dengar apa yang akan mereka sampaikan. Iran bangsa besar. Iran bangsa berdaulat. Iran bukan bangsa keras kepala. Jangan Presiden kita bilang Iran keras kepala. Tidak boleh. Itu hinaan bagi suatu bangsa, Saudara.

Iran itu memegang prinsip. Kalau Israel keras kepala, iya, tanah bukan haknya diambil. Amerika keras kepala, iya, orang genosida dia bela, itu keras kepala. Kalau Iran diserang, Iran korban, membela diri, kok disebut keras kepala, Saudara? Jangan. Atur bahasa yang baik. Ini menyangkut pergaulan internasional.

Iran dibilang keras kepala. Yang protes di Indonesia dulu disuruh lari ke Yaman. Iran sama Yaman tidak punya salah sama Indonesia, Saudara.

Nah, jadi sekali lagi saya tidak akan hanya bicara di sini. Saya minta Front Persaudaraan Islam, Persaudaraan Islam, begitu juga dengan Tripilar, ajak ormas-ormas Islam lainnya, surati Presiden, sampaikan protes, minta keluar dari BOP, dan sampaikan protes: kenapa saudara Palestina kami dilarang masuk?

Nah, kalau memang Presiden tidak tahu, kalau memang menteri-menterinya tidak tahu, kalau memang ini perbuatan oknum-oknum di instansi tertentu, kita minta ada tindakan.

Orang-orang yang menghalangi tersebut diberhentikan, dipecat, dan tolong orang-orang yang tadi tidak jadi kemari diundang secara resmi.

Saya minta teman-teman tersebut, Dr. Basim Naim dan timnya, diundang ke Indonesia. Undang.

Bahkan kalau dia ketemu dengan Presiden, biar Presiden dengar langsung dari orang Palestina, dari pejuang, apa yang terjadi di sana. Katanya Presiden mau bela Palestina, katanya Presiden mau tahu soal Palestina, dengar dari sumbernya langsung. Undang mereka ke Istana.

Kalaupun Presiden tidak mau terima ke Istana, biarkan dia undang untuk silaturahmi dengan ormas-ormas Islam. Betul.

Setuju tidak? Setuju. Takbir. Siap bela Palestina. Siap bela Palestina. Takbir. Allahu Akbar.

Alhamdulillah.

Nah, kalau Israel, Amerika, kalau kita orang Indonesia menyatakan hancurkan Amerika. Kalau bahasa Arabnya “damir Amerika”. Kalau bahasa Irannya “marg bar Amerika”.

Israel juga: “marg bar Israel”.

Takbir. Allahu Akbar.

Penutup, ada yang tanya: “Habib, kalau Iran dinuklir bagaimana?”

Ini Amerika orang gila. Kalau perang mainnya nuklir. Dulu Jepang hampir kalah dengan nuklir, Hiroshima dan Nagasaki. Mudah-mudahan tidak terjadi.

Penutup dari saya, habis ini kita akan dengarkan sambutan dari beliau.

Saya mau tanyakan: kalau Iran sampai dinuklir oleh Amerika, siap perang dunia? Siap.

Siap hancurkan kedubes Amerika di Jakarta? Siap.

Siap sweeping warga Amerika? Siap.

Siap kobarkan jihad? Siap.

Sampaikan ke Kedutaan Amerika Serikat: jika Anda coba-coba menuklir Iran, kami umat Islam sedunia akan bangkit, akan lawan Anda. Kami akan kejar orang Amerika di mana pun berada, termasuk markas-markas Amerika, milik-milik Amerika yang ada di Indonesia semuanya akan kita perangi.

Takbir. Allahu Akbar.

Siap bela Palestina. Siap bela Suriah. Siap bela Libanon. Siap bela Yaman. Siap bela Irak. Siap bela Iran.

Takbir. Allahu Akbar.

Shallu ‘alan Nabi.

https://youtu.be/SEcGFIZ3hmg?si=JtqDfBMRt-olACfw

Donasi Media & Perjuangan : 

BSI 7309782342 (Kode Bank 451)

A/N MEDIA PERSAUDARAAN ISLAM

Konfirmasi : 

Ustadz Muhammad Syukron 

0814 1111 9212


Mari Bantu Perjuangan dan Dakwah Kami dengan Like, Comment, Share & Subscribe link dibawah ini :


Youtube Official IBTV :

https://www.youtube.com/@OfficialIslamicBrotherhoodTV

Youtube Kemanusiaan IBTV : 

https://www.youtube.com/@IslamicBrotherhoodTelevision

Telegram IBTV : 

https://t.me/IBTV_Official

Tiktok IBTV :

https://www.tiktok.com/@official.ibtv


📌 Ikuti Saluran WhatsApp IBTV :

https://whatsapp.com/channel/0029VbC0mT0BvvsgxXbHRR3p


#frontpersaudaraanislam 

#ibtv #ibhrs #revolusiakhlak