Priyo Ungkap Cara Sadis Ririn Habisi 5 Orang

 



Kamis, 21 Mei 2026

Faktakini.info

Terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu, Priyo Bagus Setiawan membongkar kebohongan rekannya sesama terdakwa, Ririn Rifanto.

Priyo mengaku selama ini dirinya ditekan hingga disuruh berbohong oleh Ririn. 

Hal itulah yang membuat kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu sempat membingungkan publik

Sempat membantah keterlibatan Ririn dalam pembunuhan tersebut, Priyo menarik kesaksiannya. 

Priyo kini lugas menyebut bahwa yang membunuh satu keluarga lima orang itu adalah Ririn sendirian.

Priyo bahkan tegas mengakui bahwa ia yang melihat dengan mata kepalanya sendiri detik-detik Ririn menghabisi lima orang termasuk bayi itu pada 29 Agustus 2025 lalu.

Pengakuan Priyo itu sontak membuat publik terkejut. Pasalnya sebelumnya, Ririn membantah dengan keras bahwa dirinya yang membunuh satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat tersebut.

Usai persidangan pada 29 April 2026 lalu, Ririn menyebut bahwa ia tidak pernah membunuh keluarga Budi.

"Saya bukan pelakunya pak, saya bukan pelakunya. Pak Aman Yani, Yoga, Joko, Hardi (pelakunya)," teriak Ririn Rifanto.

Bukan cuma itu, Ririn juga mengaku dirinya disiksa oleh penyidik kepolisian. 

Bahkan Ririn bercerita bahwa kakinya sengaja dilukai supaya ia mengakui perbuatan yang tak ia lakukan.

"Kamu diapain Rin kakinya?" tanya pengacaranya, Toni RM.

"Kaki saya dipatahin," ujar Ririn.

"Kenapa dipatahin Rin?" tanya wartawan.

"Disuruh mengakui, mengaku membunuh," pungkas Ririn.

"Siapa yang matahin?" tanya wartawan lagi.

"Kepolisian pak, kepolisian," ungkap Ririn.

Kesaksian Ririn soal ada sosok lain yang jadi pembunuh keluarga Budi itu pun dibantah keras oleh Priyo. 

Dalam sebuah video yang dilansir TribunnewsBogor.com dari laman youtube Reyben, Priyo mengungkap dua kebohongan Ririn.

Pertama, Priyo menyebut pengakuan Ririn soal ada empat pelaku lain adalah bohong belaka.

"Ririn itu yang bilang katanya Joko, Hadi, dan Yoga, dan Aman Yani (yang membunuh) itu semuanya bohong. Semuanya yang bunuh itu Ririn semua, saya yang melihatnya secara langsung, Ririn itu bohong," ungkap Priyo.

"Itu hanya karangan Ririn, semuanya fiktif," sambungnya.

Karenanya, Priyo meminta maaf kepada publik karena sempat berbohong mengikuti skenario Ririn.

"Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia dan keluarga korban, saya juga mengakui kegaduhan yang terjadi saat persidangan atas perintah Ririn dan Tony RM. Saya dipaksa berbohong dan memberikan keterangan palsu saat di persidangan," imbuh Priyo.

Kedua, Priyo tegas menyebut bahwa yang membunuh satu keluarga di Poman adalah Ririn sendiri. 

Priyo pun menceritakan detik-detik Ririn mengeksekusi mati satu keluarga Budi dan Sahroni.

"Kejadian sebenarnya adalah bahwa yang melakukan eksekusi satu keluarga lima orang di Poman adalah Ririn. Saya hanya membantu peristiwa tersebut karena dalam tekanan diancam akan dibunuh Ririn," pungkas Priyo.

Kata Priyo, awalnya ia diajak oleh Ririn untuk menemaninya ke rumah Budi. Kala itu Ririn menawari bisnis kepada Budi. 

Namun saat diajak ke toko Budi, Ririn justru menghabisi nyawa Budi di sana.

"Saat saya sama Ririn datang ke rumahnya korban, Ririn mengiming-imingi bisnis bersama korban. Saya juga diiming-imingi uang Rp100 juta. Setelah itu, saya sama korban dan juga Ririn pergi ke tokonya korban. Korban Budi dihabisi Ririn di tokonya," ujar Priyo.

Setelah itu, Priyo menyebut dirinya diajak oleh Ririn untuk ke rumah Budi. 

Di sanalah Priyo melihat dengan mata kepalanya sendiri momen saat Ririn menghabisi nyawa empat orang termasuk bayi.

"Setelah itu Ririn mengajak saya untuk menemani ke rumah korban Budi, di situ Ririn menghabisi pak Sahroni, Euis dan anak-anaknya," kata Priyo.

"Di situ saya menyaksikan secara langsung. Alat yang digunakan itu palu. Palunya itu palu besi yang besar itu, palu godam," sambungnya.

Bahkan diakui Priyo, dirinya sempat dipaksa oleh Ririn untuk membunuh keluarga Budi. Tapi Priyo tak mengindahkan perintah Ririn itu dan disuruh menguburkan korban.

"Di tempat kejadian Ririn memaksa saya untuk melakukan pembunuhan, tapi saya tidak mau. Ririn pun mengancam saya, akan membunuh saya, tapi saya hanya melakukan penguburannya saja," imbuh Priyo.

Selain Ririn, Priyo juga mengungkap satu sosok lain yang menyuruhnya berbohong di persidangan. 

Ternyata sosok tersebut adalah pengacaranya Ririn yakni Toni RM.

"Pak Toni RM itu bilang ke saya bahwa semua keterangan Ririn itu benar. Dan (Priyo disuruh) untuk membenarkan semua itu. Ada iming-iming hukumannya ringan, pak Tony RM (yang bilang)," ujar Priyo.