Priyo Akui Selama Ini Dipaksa Ririn untuk Berdusta soal Pembunuhan

 


Jum'at, 22 Mei 2026

Faktakini.info

TERBARU! PRIO UNGKAP V€RSI BARU DI PERSIDANGAN "AKU MENG4KU TAKVT DAN MEMILIH MENGIKVTI ARAH CERITA!"

“Jadi selama ini semua cerita itu tidak benar... Ririn yang merancang semuanya....”

Pertanyaan dari pria di balik kamera itu memecah keheningan ruangan. Priyo Bagus Setiawan duduk tegak dengan kedua tangan saling bertaut di atas meja kayu, menatap lurus ke arah lensa tanpa berpaling sedikit pun.

“Iya, Pak. Cerita itu tidak benar. Menurut saya, semua itu hanya dibuat-buat,” ucap Priyo tegas.

Di hadapan kamera yang merekam setiap gerak-geriknya, Priyo mulai membuka lembaran baru versinya sendiri. 

Perannya dalam kazus Paoman disebut bermula dari sebuah situasi yang menurut pengakvannya telah diarahkan sejak awal. Ririn Pantau datang membawa rencana usaha besar untuk meyakinkan Budi, sementara di sisi lain Priyo mengaku sempat dij4njikan uwang tu,nai sebesar 100 jt agar tetap diam dan mengikuti alur cerita yang ada.

---

Pengakvan di depan kamera ini disebut menjadi lanjutan dari momen yang sebelumnya terjadi di ruang sidang Pengadilan Negeri Indramayu. Saat itu, suasana persidangan berubah ramai ketika pengacara Toni RM berdiri menyampaikan pertanyaan kepada Priyo.

“Priyo Bagus Setiawan, di dalam uraian yang kamu serahkan, kamu menjelaskan bahwa ada empat nama: Aman Yani, Hardi, Yoga, dan Joko. Betul?” tanya Toni RM di hadapan majelis hakim.

Priyo yang duduk di kursi saksi menarik napas panjang. Di bawah perhatian banyak pengunjung sidang, ia menjawab dengan lantang.

“Tidak betul, Pak!”

Suasana ruang sidang langsung berubah riuh. Pihak keluarga terlihat tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan lega mendengar jawaban tersebut. Tepuk tangan dan suara dukungan terdengar dari beberapa sudut ruangan.

“Hidup Priyo! Hebat kamu, Priyo!” teriak salah satu anggota keluarga.

“Kami mendvkung kamu, Priyo! Terus jujur, Priyo!” sahut yang lain.

Momen itu menjadi perhatian publik karena dianggap mengvbah arah cerita yang sebelumnya berkembang dalam kazus di Indramayu tersebut.

---

Kembali ke ruang pemeriksaan, pria di balik kamera kembali mengajukan pertanyaan.

“Bisa kamu jelaskan bagaimana rangkaian kegiatan malam itu berlangsung...”

Priyo menarik napas panjang sambil tetap menatap ke depan, seolah mencoba mengingat kembali yang menurutnya masih membekas di ingatan.

Menurut pengakvannya, malam itu bermula saat mereka menuju toko milik Budi. Pembicaraan yang awalnya disebut terk4it urusan bisnis kemudian berubah menjadi situasi tr4gis. Priyo mengaku melihat Ririn melakvkan tind,akan fa,tal terhadap Budi di lokasi tersebut.

Situasi malam itu disebut terus berlanjut ketika mereka bergerak menuju rumah utama. Priyo mengaku dirinya hanya bisa terpaku dan kebingungan saat melihat keadaan semakin sulit dikendalikan.

“Alat apa yang dipakai saat itu...” tanya pria di balik kamera.

“Sebuah pal,lu besi besar, Pak. Pal,lu god,am,” jawab Priyo pelan.

Menurut pengak4annya, suasana malam itu berubah penuh kepaa,nikan. Priyo mengaku mengalami sy0k berat dan hanya bisa melihat tanpa mampu berbuat banyak.

---

“Lalu bagaimana dengan empat nama yang selama ini kamu sebutkan... Di mana Aman Yani, Joko, Hardi, dan Yoga saat kejadian...” tanya pria tersebut kembali.

Priyo menggeleng pelan. “Tidak ada, Pak. Mereka tidak ada di lokasi.”

“Jadi mereka tidak terli,bat...”

“Menurut saya, nama-nama itu hanya bagian dari cerita yang dibuat untuk mengabvrkan keja,dian sebenarnya,” jawab Priyo.

Pengacara kembali bertanya, “Kalau begitu, kenapa kamu ikut membantu setelah keja,dian itu....”

Priyo menunduk sejenak sebelum menjawab. “Karena saya takbt, Pak. Saat itu saya merasa dian,cam. Saya takbt kesela,matan saya juga teran,cam kalau tidak mengikuti apa yang diminta.”

Menurut pengakvannya, rasa takvt itulah yang membuat dirinya akhirnya ikut membantu memindahkan ja,sad setelah keja,dian berlangsung.

---

“Satu hal lagi, Priyo,” ujar pria di balik kamera dengan nada serius. “Apakah ada arahan dari pihak tertentu yang membuat kamu sempat mengikuti cerita tentang empat pel,aku itu...”

Priyo mengangguk perlahan. “Pak Toni RM sempat mengatakan kepada saya bahwa saya diminta mengikuti keterangan yang sebelumnya sudah disampaikan oleh Ririn,” ujar Priyo.

“Lalu kamu diminta membenarkan cerita itu...”

“Iya, saya mengikuti arahan cerita yang sebelumnya sudah disebutkan.”

“Apa ada hal lain yang dijanjikan kepada kamu...”

“Ada pembicaraan soal kemungkinan hukuman yang lebih ringan kalau saya mengikuti alur cerita tersebut,” jawab Priyo.

Kini, berbagai pengakuan yang muncul membuat jalannya kazus Paoman Indramayu semakin menjadi perhatian publik. 

Beragam versi cerita yang muncul di persidangan dan di luar persidangan masih terus menjadi perdeb4tan, sementara fakta sebenarnya masih menunggu pembvktian dalam proses hukum yang berjalan.

---

Sumber: Olahan narasi dari persidangan, tayangan publik, dan berbagai keterangan yang beredar di masyarakat.

Disusun kembali dalam bentuk cerita agar lebih nyaman diikvti pembaca tanpa mengurangi inti cerita dan alur keja,dian yang telah ramai dibahas di ruang publik. Seluruh isi ditulis ulang dengan gaya narasi yang lebih halus dan mudah dipahami pembaca.

#Indramayu

#SidangIndramayu

#KasusIndramayu

#Priyo

#Ririn

#ToniRM