LAPORAN REKAPITULASI KEMANUSIAAN HILMI–FPI ACEH (6 BULAN) Periode Desember 2025 – Mei 2026
6 bulan
LAPORAN REKAPITULASI KEMANUSIAAN HILMI–FPI ACEH (6 BULAN)
Periode Desember 2025 – Mei 2026
Disusun Berdasarkan Data Lapangan dan Dokumentasi Relawan
Disusun oleh: DPP LIP
Tanggal Penyusunan: 26 Mei 2026
---
I. PENDAHULUAN
Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah Aceh sejak akhir November 2025 telah menyebabkan kerusakan besar pada sektor permukiman, fasilitas umum, sarana ibadah, pendidikan, pertanian, perikanan, hingga akses kebutuhan dasar masyarakat.
Selama enam bulan penuh, terhitung sejak Desember 2025 hingga Mei 2026, Hilal Merah Indonesia (HILMI) bersama Front Persaudaraan Islam (FPI) Aceh terus melaksanakan program kemanusiaan secara berkelanjutan, mulai dari fase tanggap darurat, rehabilitasi, hingga pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.
Program kemanusiaan dilaksanakan bersama relawan lokal, nasional, serta didukung berbagai pihak seperti BMU, Tabah Ban, dan para donatur yang turut berkontribusi dalam membantu masyarakat Aceh bangkit pascabencana.
Wilayah pelaksanaan program meliputi:
Kabupaten Aceh Tamiang
Kabupaten Aceh Timur
Kabupaten Aceh Utara
Kabupaten Bireuen
Kabupaten Aceh Tengah
Kabupaten Pidie Jaya
Kota Lhokseumawe
Kabupaten Bener Meriah
Kabupaten Gayo Lues
serta beberapa wilayah penyangga lainnya.
---
II. CAPAIAN AKUMULATIF PROGRAM KEMANUSIAAN (6 BULAN)
1. Distribusi Air Bersih Gratis
Program distribusi air bersih menjadi salah satu fokus utama selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabanjir.
Capaian program:
Lebih dari 400 titik distribusi air bersih
Lebih dari 130.000 liter air bersih tersalurkan
Pembangunan 2 sumur bor wakaf permanen
Pemasangan pompa dan meteran listrik sumur bor
Penyerahan Sumur Bor Wakaf Titik 2 di Desa Krueng Beukah, Kabupaten Bireuen
Program ini membantu masyarakat yang mengalami krisis air bersih akibat kerusakan sumur dan pencemaran sumber air pascabanjir.
---
2. Penyaluran Logistik dan Kebutuhan Dasar
HILMI–FPI Aceh menyalurkan berbagai bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Rekapitulasi bantuan:
Lebih dari 11.180 paket logistik dan makanan siap saji
Beras ±28,39 ton
Lebih dari 400 paket sandang dan perlengkapan keluarga
370+ paket perlengkapan sekolah
50 kotak kurma Ramadhan
56 unit tabung gas 3 kg
111 unit kasur
Tambahan 19 kasur untuk korban bencana Aceh Tengah pada April 2026
Bantuan disalurkan secara bertahap sesuai kondisi wilayah terdampak dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
---
3. Program Pendidikan dan Keagamaan
Dalam bidang pendidikan dan keagamaan, HILMI–FPI Aceh turut membantu rehabilitasi sarana belajar dan pengajian yang rusak akibat banjir.
Capaian program:
370+ paket tas sekolah dan alat tulis
Ratusan mushaf Al-Qur’an dan kitab kuning
Rehabilitasi dan pembangunan dayah, mushalla, serta balai pengajian di lebih dari 11 lokasi
Bantuan material berupa 50 sak semen dan lebih dari 6 ton kayu
Program ini bertujuan mendukung keberlangsungan pendidikan agama dan aktivitas belajar masyarakat pascabencana.
---
4. Pembersihan Lingkungan dan Sanitasi
Program pembersihan lingkungan dilaksanakan melalui gotong royong relawan dan masyarakat.
Capaian kegiatan:
Pembersihan lebih dari 70 sumur warga
Pembersihan puluhan rumah terdampak banjir
Pembersihan fasilitas umum di lebih dari 15 lokasi
Pembersihan rumah sakit, puskesmas, sekolah, dan dayah
Dukungan alat berat untuk pengangkutan lumpur dan material sisa banjir
---
5. Rehabilitasi Hunian dan Infrastruktur
Sebagai bagian dari pemulihan pascabencana, HILMI–FPI Aceh turut membantu rehabilitasi fasilitas masyarakat dan infrastruktur dasar.
Capaian program:
Pembangunan huntara sebanyak 15–30 unit
Perbaikan jalan akses sepanjang ±250 meter
Pengurukan tanah sebanyak 127 truk
Pembangunan MCK dan tempat wudhu di beberapa titik
Normalisasi saluran air dan tambak sepanjang 300 meter
Program ini membantu mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat sehari-hari.
---
III. PROGRAM PEMULIHAN EKONOMI DAN KETAHANAN PANGAN
1. Sektor Pertanian
Program pemulihan pertanian dilakukan untuk membantu petani kembali mengelola lahan pascabanjir.
Capaian:
Rehabilitasi lahan sawah ±63 hektare
Bantuan benih padi sebanyak 460 kg
Bantuan bibit jagung sebanyak 180 kotak
Bantuan pupuk sebanyak 3 ton dan 230 sak
---
2. Sektor Perikanan dan Nelayan
HILMI–FPI Aceh juga membantu pemulihan mata pencaharian masyarakat pesisir dan tambak.
Capaian:
Bantuan 5 unit perahu pukat nelayan
Bantuan 5 unit sampan pengeruk pasir
Penyaluran 20.000 bibit ikan bandeng untuk 10 KK korban banjir di Lhokseumawe
Normalisasi saluran air tambak untuk mendukung produktivitas tambak warga
---
3. Program Ketahanan Pangan Lainnya
Budikdamber sebanyak 20 unit
Bantuan ayam ternak sebanyak 20 ekor
Program ini bertujuan membantu ketahanan pangan keluarga dan pemulihan ekonomi masyarakat secara mandiri.
---
IV. LAYANAN KESEHATAN, SOSIAL, DAN SPIRITUAL
Selain bantuan fisik dan logistik, HILMI–FPI Aceh juga melaksanakan program sosial dan spiritual untuk masyarakat terdampak.
Program yang dilaksanakan:
Layanan kesehatan keliling
Bekam sunnah dan layanan kesehatan masyarakat
Santunan untuk 30 ibu korban bencana dan anak yatim
Santunan 18 janda dhuafa
Bantuan untuk 49 KK mustahiq
Program trauma healing
Zikir dan tausiah keagamaan
---
V. REKAPITULASI KEGIATAN APRIL – MEI 2026
25 April 2026: Penyaluran 19 kasur dan bantuan logistik di Kampung Jerata dan Musara, Aceh Tengah
26 April 2026: Pemasangan meteran listrik sumur bor Desa Krueng Beukah, Kabupaten Bireuen
27 April 2026: Penyerahan Balai Pengajian Dayah Darul Ikhsan, Langkahan, Aceh Utara
28 April 2026: Bantuan 1 ton kayu untuk rehabilitasi Dayah Asasul Huda, Aceh Utara
29 April – 1 Mei 2026: Normalisasi saluran air sepanjang 300 meter di Gampong Tunong, Lhokseumawe
30 April 2026: Penyerahan perahu pukat nelayan di Kabupaten Bireuen dan penyaluran zakat DPP HILMI–FPI
Mei 2026: Pengeboran dan pemasangan pompa Sumur Bor Wakaf Titik 2
Mei 2026: Pembangunan dua balai pengajian baru di Dayah Nurul Huda dan Al Nazira
16–18 Mei 2026: Pendampingan rehabilitasi jembatan gantung dan bantuan sosial di Gayo Lues
21 Mei 2026: Penyaluran 20.000 bibit ikan bandeng di Lhokseumawe
24 Mei 2026: Penyerahan resmi Sumur Bor Wakaf Titik 2 di Kabupaten Bireuen
---
VI. ESTIMASI PENERIMA MANFAAT
Berdasarkan data lapangan dan dokumentasi relawan selama enam bulan kegiatan:
Total penerima manfaat langsung: 15.000+ jiwa
Total cakupan keluarga: 3.000+ KK
Wilayah terjangkau: 9 Kabupaten/Kota
---
VII. PENUTUP
Alhamdulillah, selama enam bulan pelaksanaan program kemanusiaan, HILMI–FPI Aceh terus berupaya hadir membantu masyarakat terdampak banjir melalui program yang berkelanjutan dan menyentuh berbagai sektor kebutuhan masyarakat.
Program tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga diarahkan pada rehabilitasi sarana umum, pemulihan ekonomi masyarakat, penyediaan air bersih, pembangunan fasilitas pendidikan dan sanitasi, serta penguatan ketahanan sosial masyarakat pascabencana.
Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan para donatur, relawan, BMU, Tabah Ban, dan seluruh pihak yang telah membantu pelaksanaan kegiatan kemanusiaan di Aceh.
Semoga seluruh bantuan, tenaga, dan dukungan yang diberikan menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat serta masyarakat Aceh yang terdampak bencana.
