FPI Ciamis Gelar Audiensi dengan Bupati, Penanganan Miras dan Narkoba Jadi Sorotan.

 


Ahad, 24 Mei 2026

Faktakini.info, Jakarta - Persoalan peredaran minuman keras, narkoba, hingga kenakalan remaja menjadi sorotan utama dalam audiensi antara Front Persaudaraan Islam (FPI) Kabupaten Ciamis bersama Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya di Ruang Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Jumat (22/05/2026).

Audiensi tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala DKUKMP, Kepala DPMPTSP, Kabag Pemerintahan, Kabag Hukum, serta Kabag Kesra Setda Kabupaten Ciamis.

Sementara dari unsur FPI hadir Ketua DPD FPI Jawa Barat H. Wawan, Ketua DPW FPI Kabupaten Ciamis KH. Titing, pimpinan Pondok Pesantren Al-Jauhar Panjalu, serta sejumlah pimpinan pondok pesantren lainnya.

Ketua DPW FPI Kabupaten Ciamis KH. Titing menyampaikan bahwa audiensi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Ciamis. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab menjaga daerah tetap aman, religius, dan kondusif.

“Kami datang dengan niat baik untuk bersama-sama menjaga Ciamis agar semakin barokah, aman, dan mendunia,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Ketua DPD FPI Jawa Barat H. Wawan menyoroti maraknya peredaran miras dan narkoba yang dinilai berdampak besar terhadap generasi muda. Ia meminta adanya langkah nyata dan cepat dari pemerintah daerah bersama Forkopimda untuk menangani persoalan tersebut secara serius.

Menurutnya, dampak miras dan narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menjadi pemicu meningkatnya kriminalitas, kekerasan, hingga penyimpangan sosial di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya menyampaikan bahwa persoalan narkoba, minuman keras, kekerasan seksual, dan kenakalan remaja memang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Bupati mengaku prihatin terhadap kondisi sosial yang terjadi saat ini, termasuk meningkatnya kasus kekerasan seksual yang menimpa generasi muda.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah atau guru semata, tetapi tanggung jawab bersama, baik ulama, umaro, aparat, maupun seluruh elemen masyarakat,” tegas Herdiat.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang diterima pemerintah daerah, sepanjang tahun 2025 tercatat puluhan kasus kekerasan seksual di Kabupaten Ciamis dengan jumlah korban yang cukup banyak.

Sebagai langkah cepat, Bupati memastikan akan segera mengundang seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Ciamis guna melakukan koordinasi khusus terkait penanganan miras dan narkoba.

“Kalau niat kita sama untuk membersihkan Ciamis, maka semuanya harus bergerak bersama,” katanya.

Selain itu, Bupati juga menginstruksikan jajaran Sekretariat Daerah bersama para asisten untuk segera menyusun Peraturan Bupati (Perbup) yang lebih spesifik terkait penanganan minuman keras dan narkotika di Kabupaten Ciamis.

Menurutnya, penyusunan Perbup menjadi langkah percepatan sembari mempersiapkan Peraturan Daerah (Perda) yang proses pembahasannya membutuhkan waktu lebih panjang.

Kalau Perda prosesnya bisa enam bulan sampai satu tahun. Maka kita dorong terlebih dahulu Perbup agar penanganannya lebih cepat,” jelasnya.

Bupati Herdiat juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Ciamis selama ini tidak pernah mengeluarkan izin resmi terhadap peredaran minuman keras. Ia bahkan meminta apabila ditemukan adanya izin yang tidak sesuai aturan agar segera dilakukan evaluasi hingga pencabutan.

Dalam audiensi tersebut turut dibahas penataan kawasan Alun-Alun dan Taman Reflesia di sekitar Masjid Agung Ciamis. Pemerintah daerah memastikan berbagai masukan yang disampaikan akan segera dikomunikasikan, termasuk penguatan nuansa religius di kawasan tersebut.

Mengakhiri audiensi, Bupati Ciamis menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian para ulama, pondok pesantren, dan elemen masyarakat terhadap kondisi daerah. Ia menegaskan komitmen pemerintah bersama Forkopimda untuk terus menjaga Ciamis tetap aman, religius, dan kondusif melalui sinergi bersama seluruh elemen masyarakat.

Sumber: Internet