Buletin DPD FPI Jabar ke-19: Habib Rizieq Soroti Palestina, BoP dan Pentingnya Memilih Lingkungan yang Baik

 


Jum'at, 8 Mei 2026

Faktakini.info, Jakarta - Front Persaudaraan Islam melalui Buletin DPD FPI Jawa Barat Edisi ke-19 tertanggal 8 Mei 2026 kembali menyampaikan sejumlah pesan dakwah, sosial, dan kemanusiaan kepada masyarakat. Dalam buletin tersebut, tokoh Habib Rizieq Shihab menyoroti isu Palestina, pentingnya memilih guru, teman, pasangan hidup, hingga pemimpin yang baik.

Pada halaman utama buletin bertajuk “Cari Guru, Isteri, Teman dan Pemimpin yang Baik”, Habib Rizieq Shihab menyerukan kepada para aktivis agar menyampaikan surat protes kepada Presiden terkait dugaan pelarangan sejumlah tokoh Palestina masuk ke Indonesia. Ia meminta pemerintah mengambil tindakan tegas apabila benar terdapat oknum tertentu yang menghalangi kedatangan mereka.

Menurutnya, pejuang Palestina seharusnya dapat diundang secara resmi ke Indonesia agar bisa menyampaikan langsung kondisi yang terjadi di Palestina kepada pemerintah maupun masyarakat Indonesia.

Habib Rizieq juga menegaskan bahwa urusan kemanusiaan dan keadilan tidak boleh dibatasi oleh perbedaan agama maupun mazhab. Ia mengutip prinsip keadilan dalam Islam yang berlaku untuk seluruh umat manusia.

Selain membahas Palestina, buletin tersebut menekankan pentingnya memilih lingkungan yang baik, mulai dari guru, pasangan hidup, teman, hingga pemimpin. Dalam penjelasannya, Habib Rizieq mengutip sejumlah ayat Al-Qur’an, hadis Nabi Muhammad SAW, serta nasihat para ulama seperti Imam Malik dan Imam Bukhari.

Ia mengingatkan bahwa seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan pergaulannya. Karena itu, umat Islam diminta berhati-hati dalam memilih teman dan pemimpin agar tidak terjerumus pada keburukan.

Habib Rizieq juga menyinggung pentingnya pemimpin yang jujur, adil, tidak korup, dan peduli kepada rakyat. Ia menyebut pengaruh lingkungan dan penasihat pemimpin sangat besar dalam menentukan arah kebijakan sebuah pemerintahan.

Dalam bagian akhir buletin, Habib Rizieq menyoroti keterlibatan Indonesia dalam forum “Board of Peace” atau “BOP”. Ia menilai keterlibatan tersebut membuat Indonesia tidak bebas bersikap terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Buletin itu ditutup dengan seruan kepada seluruh elemen bangsa agar terus mendukung perjuangan Palestina, Lebanon, Suriah, Irak, Yaman, dan negara-negara tertindas lainnya, sekaligus menjaga persatuan umat Islam.

TRANSKRIP BULETIN DPD FPI JAWA BARAT

Edisi ke-19_20 Dzulqa’dah 1447 H – 8 Mei 2026

Judul:

CARI GURU

ISTERI

TEMAN

DAN

PEMIMPIN

YG BAIK

DRMSS Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc., MA., Ph.D.

Habib Rizieq Shihab menyampaikan seruan kepada para aktivis agar menyampaikan surat protes kepada Presiden terkait dugaan pelarangan sejumlah tokoh Palestina masuk ke Indonesia dan meminta agar pemerintah mengambil tindakan tegas apabila benar terdapat oknum di instansi tertentu yang menghalangi kedatangan mereka. Para pejuang Palestina seharusnya diundang secara resmi ke Indonesia agar dapat menyampaikan langsung kondisi yang terjadi di Palestina kepada Presiden maupun masyarakat Indonesia.

Beliau kemudian menegaskan bahwa urusan kemanusiaan dan keadilan tidak boleh dibatasi oleh agama maupun mazhab. ketika terjadi bencana atau penindasan terhadap suatu kelompok masyarakat, umat Islam wajib membantu tanpa melihat agama, mazhab, ataupun suku mereka.

“Al-‘adalah lil kulli lil jami’ — keadilan untuk semua.”

Islam mengajarkan keadilan bahkan kepada orang yang berbeda agama sekalipun. Siapapun yang dizalimi wajib dibela.

“Wa ma arsalnaka illa rahmatan lil ‘alamin.”

“Dan tidaklah Kami mengutus engkau melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”

(QS. Al-Anbiya: 107)

Pesan Utama IB-HRS kali ini adalah: pentingnya bersama orang-orang yang baik dan jujur.

Sebagaimana Firman ALLOH SWT dalam Surah At-Taubah ayat 119:

“Ya ayyuhalladzina amanuttaqullaha wa kunu ma‘ash shadiqin.”

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersama kalian dengan orang-orang yang jujur.”

Beliau menjelaskan bahwa ayat tersebut menjadi dasar untuk:

memilih guru yang baik,

memilih pasangan yang baik,

memilih teman yang baik,

dan memilih pemimpin yang baik.

Imam Malik pernah berpesan:

“La yu’khadzu ‘ilmu ‘an arba‘ah.”

“Ilmu tidak diambil dari empat golongan,” yakni:

Orang bodoh yang terang-terangan mempertontonkan kebodohannya.

Orang yang mengikuti hawa nafsu dan mengajak orang lain kepada hawa nafsu.

Orang yang dikenal suka berdusta dalam pembicaraan sehari-hari walaupun tidak berdusta atas nama Rasulullah ﷺ.

Orang yang memiliki kelebihan atau kedudukan tetapi tidak memahami apa yang dibicarakannya.

Imam Bukhari RA rahimahullah yang sangat hati-hati dalam memilih guru hingga batal belajar kepada seorang ulama karena melihat ulama tersebut mempermainkan untanya dengan pura-pura memberi makan lalu menarik kembali makanannya. Karena jika seseorang tega membohongi hewan, maka bukan tidak mungkin ia juga akan membohongi manusia.

IB-HRS juga berpesan pentingnya memilih pasangan hidup yang baik. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Tunkahul mar’atu li arba‘in: limaliha, wa lihasabihā, wa lijamāliha, wa lidīnihā, fazhfar bidzatiddīn.”

“Perempuan dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang baik agamanya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Beliau menegaskan bahwa agama dan akhlak harus menjadi prioritas utama dalam memilih pasangan hidup.

Nabi SAW mengingatkan kita tentang pengaruh besar dalam berteman:

“Al-mar’u ‘ala dini khalīlihī, falyanzhur ahadukum man yukhālil.”

“Seseorang itu mengikuti agama temannya, maka hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan siapa yang dijadikan temannya.”

(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Teman memiliki pengaruh besar terhadap akhlak dan perilaku seseorang.

Selanjutnya Habib Rizieq berpesan tentang pentingnya memilih pemimpin yang baik. Pemimpin harus jujur, adil, tidak korup, tidak anti kritik, dan peduli kepada rakyat serta umat manusia secara umum.

Nabi SAW bersabda:

“Idza aradallahu bil amiri khairan ja‘ala lahu wazīra shidqin, in nasiya dzakkarahu wa in dzakara a‘anahu.”

“Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang pemimpin, maka Allah akan memberinya menteri yang baik. Jika pemimpin lupa, menteri itu mengingatkannya. Jika pemimpin ingat, menteri itu membantunya.”

Jika seorang pemimpin memiliki menteri yang buruk, maka menteri tersebut justru membiarkan pemimpinnya dalam kesalahan dan tidak membantu dalam kebaikan.

Pengaruh lingkungan dan penasihat Presiden sangat besar hingga bisa mempengaruhi terhadap ucapan maupun kebijakan seorang pemimpin, contohnya dimasukkannya salah satu orang bermasalah menjadi penasehat presiden yang punya julukan “Jenderal Bailo” karena pernah terlibat dengan kasus KM 50 serta berbagai persoalan yang bisa memecah belah persatuan.

Pesan terakhir IB-HRS adalah tentang keterlibatan Indonesia dalam forum “Board of Peace” atau “BOP”. keterlibatan itu membuat Indonesia tidak bebas bersikap terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Beliau menyoroti:

tidak adanya kecaman keras pemerintah terhadap serangan Israel kepada Iran,

tidak adanya pernyataan keras atas kematian prajurit TNI di Lebanon,

serta minimnya sikap terhadap kondisi Palestina.

IB-HRS menyerukan agar Presiden keluar dari forum tersebut dan lebih tegas membela Palestina dan negara-negara yang tertindas.

Penutup: amanat IB-HRS kepada seluruh elemen bangsa untuk mendukung Palestina, Lebanon, Suriah, Irak, Yaman, dan Iran dan terus menjaga persatuan umat Islam serta agar umat tetap berani menyuarakan dukungan terhadap Palestina dan keadilan internasional.