ANTARA YAMAN, YORDANIA, PRABOWO DAN ULAMA HABAIB KENAPA JUSTRU YAMAN YANG DI SENGGOL, JIWA PRESIDEN KAH??

 


Jum'at, 1 Mei 2026

Faktakini.info

ANTARA YAMAN, YORDANIA, PRABOWO DAN ULAMA HABAIB

KENAPA JUSTRU YAMAN YANG DI SENGGOL, JIWA PRESIDEN KAH??

Ketika Prabowo Subianto menyebut Yaman dengan nada merendahkan, publik berhak bertanya: ini keliru bicara… atau keliru cara berpikir?

Yaman itu bukan sekadar berita perang. Bukan sekadar angka kemiskinan. Yaman adalah tanah para ulama. Tanah para habaib. Tempat lahirnya cahaya ilmu yang justru sampai ke Indonesia, membentuk wajah Islam yang santun, damai, dan beradab.

Ironisnya, yang hari ini dinikmati dakwah, akhlak, tradisi keilmuan punya jejak kuat dari sana. Tapi kenapa yang diangkat justru sisi terpuruknya?

Kalau seorang tokoh besar bicara tanpa menimbang sejarah, maka yang jatuh bukan hanya ucapannya tapi juga wibawanya.

Ini bukan soal baper. Ini soal adab terhadap ilmu, terhadap ulama, terhadap sejarah yang tidak bisa dipotong seenaknya.

Dan publik tidak butuh pemimpin yang sekadar lantang bicara…

tapi yang paham apa yang dia ucapkan.

Menyebut Yaman dalam konteks negatif, pertanyaannya sederhana: apakah beliau benar-benar memahami apa yang sedang dibicarakan, atau sekadar melempar narasi tanpa mempertimbangkan dampaknya?

Yaman bukan negara sembarangan. Dari tanah itulah lahir para ulama besar, para habaib, yang justru punya andil besar dalam membangun akhlak, dakwah, dan peradaban Islam di Indonesia. Kalau hari ini kita mengenal Islam yang damai, santun, dan beradab, salah satu akarnya berasal dari sana.

Menyederhanakan Yaman hanya sebagai simbol keterbelakangan atau konflik adalah bentuk penyempitan sejarah bahkan bisa dianggap merendahkan warisan keilmuan yang sudah ratusan tahun memberi cahaya, termasuk di negeri ini.

Kalau seorang pemimpin berbicara, publik tidak hanya mendengar kata-katanya api juga menilai cara berpikirnya. Dan dari situ, wajar jika muncul pertanyaan: apakah ini bentuk ketidaktahuan, atau memang cara pandang yang problematik?

Indonesia ini besar karena menghargai sejarah, ulama, dan adab. Jadi wajar jika masyarakat bereaksi ketika ada pernyataan yang terasa mengabaikan itu semua.