RESHUFFLE PALSU EMPRET EMPRET
Selasa, 26 April 2026
Faktakini.info
RESHUFFLE PALSU EMPRET EMPRET
by M Rizal Fadillah
Ketika isu rehuffle santer menggelinding di berbagai media, masyarakat berharap melalui pergantian itu dapat menggambarkan wajah pertobatan Prabowo atas kesalahan atau kelemahannya selama ini. Ada upaya perbaikan signifikan dalam pengelolaan pemerintahan melalui penggantian pejabat di lingkungannya. Lalu Prabowo siap bergerak maju meski berjuta kontroversi menyertainya.
Akan tetapi ternyata semua itu zonk, pupus. Prabowo itu super hati hati untuk tidak menyebut penakut dengan reshuffle empret-empret. Reshuffle main-main, tak bermutu dan jauh dari harapan masyarakat. Budek, tuli, terikat, nir-perasaan, serta hanya memikirkan diri dan kelompoknya semata. Tidak nampak tindakan nyata untuk berbuat demi kepentingan rakyat.
M. Qodari "Jokower" sang penggagas Jokowi tiga periode telah gagal menjalankan tugas sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Alih-alih dipecat justru diberi jabatan baru yaitu Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI. Dudung Abdurachman "jagal" operasi pembantaian Km 50 menjadi Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) yang berfungsi penting seperti pengelolaan isu strategis, manajemen komunikasi politik, pengendalian program prioritas, dan lainnya.
Abdul Kadir Karding pecatan Menteri 2025 diangkat sebaga Kepala Badan Karantina, seperti tidak ada orang lagi saja. Hasan Nasbi juga bolak balik setelah belok mengundurkan diri dari Kepala PCO karena "tidak sejalan" masuk lagi sebagai penasehat khusus Presiden bidang komunikasi. Jumhur Hidayat menjadi Menteri Lingkungan Hidup di luar "keahlian" yaitu ketenagakerjaan. Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq adalah Menteri berkinerja buruk dan tokoh polemik tambang nikel Raja Ampat.
Reshuffle asal-asalan alias palsu Prabowo seperti basa-basi semata. Rakyat menunggu reshuffle Zulhas, Bahlil, Erick, Sugiono, Pratikno, Listyo dan banyak figur lain yang semestinya sudah layak untuk dibuang ke pinggir. Ternyara Menteri "geng Solo" masih dan semakin dominan berada di Kabinet Prabowo. Jangankan dapat bekerja efektif, untuk memilih orang saja Prabowo tidak becus.
Akhirnya dengan membaca cara kerja dan pola pengendalian sumber daya manusia sang Presiden, maka reshuffle yang paling jitu adalah mengganti dan meminggirkan Prabowo sendiri. Paket hemat dan lengkap desakan rakyat untuk perbaikan bangsa dan negara ke depan adalah :
"Tangkap dan Adili Jokowi, Makzulkan Prabowo Gibran".
*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan
Bandung, 28 April 2026
