Mojtaba Khamenei Salah Satu Calon Terkuat Pemimpin Tertinggi Iran
Dengan meninggalnya Ali Khamenei, Iran sekarang akan memilih pemimpin tertinggi yang baru yang akan melanjutkan. Salah satu calon terkuat nya adalah anak Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, dll.
Sesuai dengan konstitusi negara Iran pasal 111, kepemimpinan Iran saat ini sementara dipegang oleh kantor kepresidenan, kantor pertimbangan, dan kantor kehakiman Iran. Yang akan menjalankan pemerintahan sementara.
Nanti setelah itu akan dibentuk dewan pemilihan yang beranggotakan 88 orang, Dewan ini nanti yang akan memilih Iran New Supreme Leader.
Ali Khamenei dulu ketika terpilih menjadi supreme leader hanya dalam waktu 1jam, kemungkinan juga hal yang sama akan berlaku bagi pemimpin baru Iran nantinya.
Suksesi kepemimpinan kemungkinan berjalan dengan baik dan lancar, saat ini, Ketua Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Larijani mengatakan, bahwa saat ini Iran telah rapi mengatur kembali kepemimpinan nasional setelah ditinggal Ali Khamenei sesuai dengan konstitusi.
Tapi di tengah peperangan ini, kepemimpinan Iran akan dominan dipegang oleh Ali Larijani sendiri dengan para dewan kepresidenan dan IRGC.
Suksesi kepemimpinan Ali Khamenei sudah lama diatur dalam undang undang negara Iran, mekanisme nya sudah lama disusun mengingat Khamenei memang sudah berusia hampir 90 tahun. Baik Khamenei wafat normal atau terbunuh, mekanisme ini telah lama dipersiapkan.
Tapi sekarang kondisinya, momentum meninggal nya Khamenei akan semakin memperkuat ideologi Iran garis keras yang tidak kompromi dengan AS dan Israel. Kemungkinan konflik dan perang juga semakin lebar dan panas.
Hal yang ingin dicapai oleh Israel dan AS untuk mengganti rezim Iran dengan pemimpin versi mereka semakin sulit, mengingat konsolidasi internal Iran garis keras akan semakin kuat dari dalam dengan terbunuhnya Ali Khamenei.
Satu hal lagi yang mungkin akan sangat signifikan, tanpa Ali Khamenei, doktrin nuklir Iran bisa saja berubah. Dari fatwa haram menjadi boleh dan wajib. Ini akan mengubah lanskap GeoPolitik lebih lanjut jika akhirnya pemimpin baru Iran melakukan pendekatan baru bahwa senjata nuklir adalah wajib bagi Iran.
Membidik Khamenei secara geopolitik tidak menguntungkan AS dan Israel sama sekali, jika ditinjau dari cita cita mereka ingin melakukan regime change di Iran. Ini bisa menjadi kalkulasi yang salah jangka panjang dengan Iran.
Tengku Zulkifli Usman ✓
