DPP FPI Kecam Amerika dan Israel, Serukan Boikot dan Putus Hubungan Diplomatik
Ahad, 1 Maret 2026
Faktakini.info, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Front Persaudaraan Islam (DPP FPI) mengeluarkan pernyataan sikap resmi tertanggal 11 Ramadhan 1447 H / 1 Maret 2026 M terkait situasi geopolitik terbaru yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Dalam dokumen bernomor 003/PS/DPP-FPI/Ramadhan/1447 H tersebut, DPP FPI menilai Amerika Serikat dan Zionis-Israel sebagai ancaman bagi peradaban manusia. Pernyataan ini dikaitkan dengan dugaan agresi terhadap Iran yang disebut menyebabkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi dan warga sipil.
FPI menyebut Amerika Serikat dan Israel kerap melakukan pelanggaran hak asasi manusia, intervensi terhadap kedaulatan negara lain, mendukung ekspansi wilayah, serta memicu konflik antarnegara Muslim. Selain itu, dalam pernyataan tersebut juga disebutkan tudingan dukungan terhadap kudeta, lobi-lobi politik yang merugikan negara lain, serta pembatasan pengembangan teknologi, termasuk teknologi militer dan nuklir.
Sebagai sikap resmi organisasi, DPP FPI menyatakan lima poin utama, di antaranya mengecam keras serangan terhadap Iran, menyampaikan belasungkawa, menyerukan negara-negara Muslim untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat dan Israel, memperkuat kemandirian antarnegara Islam, serta mengajak umat Islam memboikot produk-produk Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum HB. Muhammad Alattas, Lc., MA. dan Sekretaris Umum HB. Ali Abubakar Alattas, SH.
📜 TRANSKRIP LENGKAP
DEWAN PIMPINAN PUSAT – FRONT PERSAUDARAAN ISLAM
Jl. Petamburan III No. 17 Tanah Abang – Jakarta Pusat 10260 – Indonesia
PERNYATAAN SIKAP
DEWAN PIMPINAN PUSAT – FRONT PERSAUDARAAN ISLAM
Nomor: 003/PS/DPP-FPI/Ramadhan/1447 H
AMERIKA SERIKAT DAN ZIONIS-ISRAEL ANCAMAN BAGI PERADABAN MANUSIA
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sehubungan dengan agresi ilegal yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Zionis-Israel kepada Iran yang dimulai Sabtu, 28 Februari 2026, dimana pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei beserta beberapa pejabat tinggi dan warga sipil negara Iran telah SYAHID terbunuh, yang mana secara nyata merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional, yang sudah sangat terlalu sering dilanggar baik oleh Amerika Serikat maupun Zionis-Israel.
Sikap agresif dan intervensionis terhadap kedaulatan negara lain, kemudian tindakan yang patut dikategorikan sebagai pelanggaran berat Hak Asasi Manusia dan hukum internasional lainnya sudah terlalu sering dilakukan oleh Amerika Serikat dan Zionis Israel, namun selalu lolos dari tuntutan hukum, hal mana menunjukkan adanya ketidakadilan dalam hubungan antar negara, yang dapat kita lihat dalam tindakan Amerika Serikat dan Zionis-Israel antara lain:
Melakukan genosida dan penjajahan terhadap rakyat Palestina;
Menipu dan membodohi pemimpin negara-negara muslim yang terlibat BoP atau Dewan Perdamaian Gaza, yang sampai hari ini terlihat hanya menjadi lembaga yang melegitimasi penjajahan dan genosida terhadap rakyat Palestina;
Mendukung ekspansi dan penjajahan Zionis raya ke wilayah negara-negara Arab sekitar yang terang-terangan dinyatakan oleh duta besar Amerika Serikat untuk Zionis Israel;
Menjajah dataran tinggi Golan milik Suriah serta mengancam, mendikte dan menghambat pembangunan kembali Suriah;
Melakukan pengancaman dan pemerasan terhadap negara-negara muslim dan negara lainnya yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan Amerika Serikat dan Zionis Israel;
Melakukan provokasi dan adu domba untuk mendorong peperangan antar negara muslim, seperti yang terjadi antara Pakistan dan Afganistan;
Melakukan penyerangan, penculikan bahkan pembunuhan terhadap tokoh maupun pemimpin politik negara lain lewat tindakan yang nyata-nyata bertentangan dengan hukum internasional dan melecehkan prinsip kedaulatan suatu negara;
Menekan, memeras dan membodohi Pemerintah Indonesia dengan perjanjian ART yang banyak merugikan dan berpotensi kuat mengancam kedaulatan negara Indonesia;
Melarang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi suatu negara, terutama pengembangan teknologi persenjataan dan nuklir, khususnya bagi negara-negara muslim, agar tetap lemah dalam menghadapi Amerika Serikat dan Zionis Israel;
Melakukan agresi ke negara-negara lain hanya dengan alasan yang bahkan belum tentu kebenarannya seperti dulu di Afganistan dan Irak, serta seperti sekarang yang dialami oleh Iran;
Mendukung dan mengupayakan kudeta terhadap pemimpin-pemimpin yang dianggap sebagai ancaman, terkhusus pemimpin yang dianggap terlalu kuat keislamannya, kemudian menciptakan kerusuhan pada negara-negara tersebut;
Mendorong perpecahan dan benturan sektarian dalam tubuh umat Islam agar umat Islam lemah dan mudah dikuasai;
Berlaku curang dan culas lewat lobi-lobi kepada pejabat korup suatu negara untuk mendapatkan kebijakan yang justru merugikan negara tersebut dan hanya menguntungkan Amerika Serikat dan Zionis Israel;
Dari permasalahan sebagaimana disebutkan di atas, menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Zionis Israel tidak pantas disebut negara bersahabat, akan tetapi lebih pantas disebut sebagai PREMAN INTERNASIONAL, yang selalu berbuat onar dan menjadi ancaman bagi negara-negara lain, sehingga adalah suatu fakta bahwa Amerika Serikat dan Zionis Israel adalah ANCAMAN BAGI PERADABAN MANUSIA.
Karena itu Dewan Pimpinan Pusat Front Persaudaraan Islam (DPP-FPI) menyatakan:
Melaknat dan mengutuk serangan brutal Amerika Serikat dan Zionis Israel ke Iran yang merupakan pelanggaran HAM Berat dan Kejahatan Perang yang tidak boleh dibiarkan oleh Dunia internasional;
Menyampaikan ta’ziyah dan belasungkawa atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Asy-Syahid Ayatullah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya serta warga sipil di sejumlah kota di Iran;
Menyerukan kepada negara-negara muslim serta negara lainnya untuk meninggalkan dan memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat dan Zionis Israel;
Perkuat kemandirian dalam membangun peradaban bersama antar negara-negara Islam lewat memperkuat kerjasama di bidang, ekonomi, politik, hukum dan kebudayaan, termasuk bidang militer, sehingga tidak lagi perlu mengemis kepada Amerika Serikat dan Zionis Israel;
Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk meninggalkan dan memboikot produk-produk Amerika Serikat dan Zionis Israel, dengan mencari alternatif produk lainnya atau mengembangkan sendiri produk-produk alternatif agar dunia Islam semakin mandiri, tidak tergantung produk-produk dari Amerika Serikat dan Zionis Israel.
Demikian pernyataan ini dibuat, semoga Allah SWT selamatkan dan menangkan Umat Islam.
Jakarta, 11 Ramadhan 1447 H / 1 Maret 2026 M
DEWAN PIMPINAN PUSAT – FRONT PERSAUDARAAN ISLAM
HB. MUHAMMAD ALATTAS, Lc., MA.
Ketua Umum
HB. ALI ABUBAKAR ALATTAS, SH.
Sekretaris Umum

