Larijani: Perang Lanjut! Kami tidak akan bernegosiasi dengan AS
Rabu, 4 Maret 2026
Faktakini.info, Jakarta - Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, secara tegas menolak segala bentuk negosiasi dengan Amerika Serikat. Ia membantah klaim bahwa Teheran membuka ruang dialog dengan Washington, sekaligus menuding Presiden AS Donald Trump telah menyeret kawasan ke dalam kekacauan.
“Kami tidak akan bernegosiasi dengan AS,” tulisnya di X, menyanggah pernyataan Trump kepada The Atlantic yang menyebut pejabat Iran ingin berbicara dengannya. Trump mengklaim telah menyetujui dialog, namun tanpa rincian waktu maupun format.
Larijani juga menepis laporan Wall Street Journal yang menyebut dirinya terlibat dalam upaya pembicaraan tidak langsung melalui Oman. Dalam unggahan lain, ia menyindir slogan “America First” yang disebutnya berubah menjadi “Israel First”, dan menuduh Trump mengorbankan tentara AS demi ambisi regional Israel.
Ia menegaskan Iran bertindak untuk membela diri. “Rakyat Iran membela diri. Angkatan bersenjata kami tidak memulai invasi,” tulisnya, sembari menuding Trump kembali mempertaruhkan nyawa tentaranya demi kepentingan pribadi.
Ketegangan ini memuncak di tengah berlanjutnya operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang diklaim telah menewaskan Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat senior. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kepemimpinan sementara kini dijalankan oleh dewan yang terdiri dari dirinya, kepala kehakiman, dan seorang anggota Dewan Penjaga.
Trump, dalam wawancara terpisah dengan media Inggris dan AS, memperkirakan kampanye militer dapat berlangsung empat hingga lima minggu, menyesuaikan luas wilayah Iran.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkap bahwa dalam setahun terakhir Iran dua kali berunding dengan AS, namun kedua proses itu berujung serangan. Ia menyebut pengalaman tersebut “sangat pahit”.
Menurutnya, pertemuan terakhir di Jenewa berjalan konstruktif dan hampir mencapai kesepakatan sebelum akhirnya runtuh. Ia menuding pihak yang menolak diplomasi sengaja menggagalkan jalur damai melalui tekanan media dan disinformasi.
Araghchi menegaskan Iran akan membela diri tanpa batas. Ia juga melayangkan surat ke Dewan Keamanan dan Sekretaris Jenderal PBB, mendesak pertanggungjawaban Amerika Serikat dan Israel, serta memperingatkan bahwa pembiaran akan semakin melemahkan hukum internasional.
Ia menyebut pembunuhan Khamenei sebagai tindakan terorisme dan pelanggaran terang terhadap hukum internasional, seraya menyerukan agar prinsip kedaulatan dan kesetaraan antarnegara ditegakkan.
-------------------
• Disclaimer :
This article is for information and education purposes only and does not contain any elements of hate speech, incitement, or calls for violence that are not justified or violate the law.
#iran #amerika #telaviv #sorotanpublik
