Grand Syekh Al Azhat: Perbedaan Sunni-Syi'ah bukan perbedaan Agama, tapi dalam hal pemikiran dan pendapat
Rabu, 4 Maret 2026
Faktakini.info
“Perbedaan antara kita dengan saudara-saudara kita yang beraliran Syiah adalah perbedaan dalam hal pemikiran dan pendapat, bukan perbedaan agama. Umat Islam sekarang sangat membutuhkan persatuan dalam hal membangun kekuatan dan kesatuan sikap untuk menghadapi tantangan masa kini, sekaligus upaya untuk memenangkan perlawanan dengan musuh-musuh umat.”
Kalimat semacam ini beberapa kali kami simak dari Grand Syekh al-Azhar. Beliau adalah pakar dalam bidang Ilmu Akidah. Mustahil tidak mengetahui penyimpangan-penyimpangan yang ada dalam ajaran Syiah. Tapi lihatlah kearifan seorang alim. Dia kesampingkan perbedaan-perbedaan itu. Lalu mencari titik temu yang bisa memperkokoh tubuh kaum Muslim itu sendiri.
Setiap kali seruan semacam ini disampaikan, komentar yang sering muncul adalah: Syiah itu suka mencela sahabat, Syiah itu menghina Abu Bakar, melecehkan isteri nabi, dan lain-lain. Seolah-olah kita tidak tahu dengan adanya penyimpangan itu. Kita sendiri, sebagai kaum Sunni, tidak bisa menerima sikap demikian. Tapi kita juga tahu bahwa orang Syiah tidak semuanya begitu.
Di antara mereka ada tokoh-tokoh yang berpikiran moderat. Tidak mencaci maki sahabat. Dan bisa hidup berdampingan dengan kaum Sunni. Yang sering memperuncing konflik keduanya adalah masalah politik. Dan memang ada orang-orang yang diuntungkan dengan rusaknya persaudaraan antara dua aliran besar Islam itu. Mereka itulah musuh kaum Muslim.
