Indikator AS dan Israel kalah dalam perang lawan Iran

 


Jum'at, 27 Maret 2026

Faktakini.info

Dalam sebuah laporan di The New York Times, saat ini ada 15 pangkalan militer AS di seluruh timur tengah yang hancur total. Tidak layak huni dan sudah tidak terpakai. 

Kehancuran ini adalah kekalahan sangat strategis bagi AS dan Israel dalam perang melawan Iran. Bukan hanya insfratruktur dan bangunan, tapi kehancuran mental para tentaranya juga tidak kalah besar. 

Apa Indikator AS dan Israel kalah dalam perang ini?


Pertama: 

Misi utama yang terus berubah ubah, awalnya AS dan Israel memiliki misi yang jelas: hancurkan angkatan bersenjata Iran, bunuh semua pemimpin Iran, dan gulingkan pemerintah Iran hasil revolusi 1979. Ini semua gagal total. 


Kedua: 

Semua sekutu AS di seluruh timur tengah berhasil dipukul oleh Iran tanpa pandang bulu, Iran sejauh ini telah menyerang semua negara arab sekutu AS yang bersekongkol dan memberikan akses bagi AS untuk menyerang Iran. Mulai dari UAE, Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Jordan, sampai Kuwait.


Ketiga: 

Iran telah melemahkan semua sekutu AS di seluruh timur tengah, Iran telah menyerang semua negara arab sekutu AS di timur tengah dengan lebih 4.000 Balistik dan Drone selama sebulan perang ini. Ini diluar jumlah balistik dan rudal yang dipakai Iran untuk menyerang seluruh wilayah Israel.


Keempat: 

Pembunuhan para pemimpin Iran tidak berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Sebulan perang berlangsung, Israel hanya mampu membunuh kurang dari 30% pemimpin elit Iran. Padahal sebulan ini adalah masa masa peak perang berlangsung. 


Kelima: 

Pembunuhan para pemimpin Iran terbukti sama sekali tidak mempengaruhi kualitas kepemimpinan politik dan militer di Iran, balistik dan drone Iran terus menghujani Israel dan semua negara arab sekutunya setiap 3jam sekali setiap hari selama sebulan. Ini kuantitas dan kualitas serangan yang luar biasa yang ditunjukkan Iran di lapangan. 


Keenam: 

AS dan Israel gagal menetapkan peta jalan penggantian rezim Iran, dan saat ini semua pemimpin politik dan militer di Iran masih satu komando dibawah Ayatollah Mojtaba Khamenei dan para pemimpin IRGC, yang secara de facto memimpin dan mengarahkan taktis perang di lapangan. 


Ketujuh: 

Israel dan AS terus menganggap pembunuhan pemimpin Iran adalah prestasi perang, padahal itu sama sekali tidak berefek apapun pada realitas di lapangan. Perlawanan Iran bukan melemah, tapi justru lebih kuat dan meluas sampai Hizbullah Lebanon dan Milisi Pro Iran di Irak. Dst.


Kedelapan: 

AS dan Israel gagal melucuti Nuklir Iran, sampai sebulan perang, uranium Iran yang diperkaya sampai 60%, sepenuhnya masih ada di tangan Iran dan disimpan jauh di dasar gunung yang tidak tersentuh. AS dan Israel berkali kali ingin menerjunkan pasukan untuk menyita uranium ini tapi sampai sekarang gagal, dan kemungkinan akan tetap gagal sampai perang usai.


Kesembilan: 

Program Balistik Iran yang masih terus berjalan lancar, ambisi Israel dan AS yang ingin menghancurkan program balistik Iran semakin jauh panggang dari api. Iran bahkan terus mampu memproduksi balistik termasuk di era berkecamuk perang saat ini. Ini realitas yang sangat menyakitkan bagi AS dan Israel. 


Kesepuluh: 

AS dan Israel gagal memukul sektor energi Iran, pulau Kharg saat ini masih totally under control Iran tanpa bisa disentuh. Dan ekspor minyak Iran masih terus berjalan lancar ke China dan ke beberapa negara lain, angkanya mencapai lebih 2juta barel perhari. AS dan Israel hanya bisa menonton tanpa bisa menghentikannya.


Kesebelas: 

AS dan Israel gagal membuka blokade Selat Hormuz yang saat ini masih dikuasai Iran secara total. Membunuh pemimpin militer Iran termasuk pemimpin di angkatan laut, sama sekali tidak merubah kekuatan Iran di selat Hormuz sampai detik ini. 


Keduabelas: 

AS dan Israel gagal memantik internal uprising di tengah masyarakat Iran. Agenda awal AS dan Israel yang ingin melakukan revolusi anti pemerintah di Iran yang didesain Mossad dan CIA gagal total. Sekarang rakyat Iran masih berdiri tegak di belakang pemerintah Iran yang sah dibawah Ayatollah Mojtaba Khamenei.


Ketigabelas: 

AS dan Israel dipaksa memulai agenda gencatan senjata dengan Iran karena perang berjalan diluar ekspektasi. dan agenda ini juga gagal dimana respon Iran yang dingin dan tidak tertarik dengan proposal ini, kecuali penghentian perang secara menyeluruh dengan syarat syarat yang Iran tentukan. Agenda gencatan senjata dalam perang ini sejak awal inisiatornya adalah AS dan Israel, bukan dari pihak Iran.


Keempatbelas: 

kegagalan ril di Medan perang, Israel dan AS sama sekali tidak mampu menghentikan serangan Iran bahkan satu jam pun sejak perang dimulai, semua wilayah Israel dan aset aset AS saat ini ada dalam jangkauan balistik Iran tanpa perlindungan yang berarti. 


Kelimabelas: 

Kemampuan uji coba senjata Iran di Medan perang, alih alih AS sesumbar telah menghancurkan angkatan bersenjata Iran, klaim telah menghancurkan program balistik, dst. Tapi justru Iran membalikkan keadaan dengan menguji coba banyak senjata baru, termasuk senjata yang berhasil menembak pesawat tempur paling canggih AS F35, F-16S, F15S, ujicoba ranjau laut di selat Hormuz dan berhasil memaksa kapal induk USS Abraham Lincoln menjauh dari perairan Iran.


Kesemua point yang kami tulis diatas menunjukkan fakta yang terang benderang, akan kekalahan strategis AS dan Israel yang saat ini sedang dan terus berlangsung di Medan perang.


Perhatian..

Teman teman semua..!

***Berhubung Sistem Berlangganan konten akun kami saat ini masih terus diblokir oleh Meta, dan akun kami yang terus dibatasi, maka kami menyarankan anda untuk mendukung akun dan konten kami dengan kontribusi langsung tanpa berlangganan.

***Dukungan dan kontribusi langsung anda, bisa anda lakukan dengan transfer bebas via BCA 3910269681. 

***Kami memberikan Informasi, Analisis, dan Narasi, teman teman bisa mendukung dengan kontribusi. 

Your Contribution Is Highly Appreciated!

Terima Kasih ❤️

Tengku Zulkifli Usman ✓