ENAM TUSUKAN HARAKIRI RISMON

 


Jum'at, 13 Maret 2026

Faktakini.info

ENAM TUSUKAN HARAKIRI RISMON

by M Rizal Fadillah

Dalam video pertama Rismon Sianipar nampak masih kuat mengenai alasan akademik dari keputusan yang diambilnya untuk mengajukan Restorative Justice kepada Jokowi. Metode geometrik berupa translasi, rotasi, dan pencahayaan mengubah kesimpulan tentang ijazah UGM Jokowi dari 11 ribu trilyun persen palsu menjadi asli. Walau nampak masih ada kegalauan atau abu-abu untuk menyatakan ijazah itu asli. Variabelnya hanya emboss dan watermark. Tidak konteks foto, usia kertas, usia tinta, atau lainnya. Apakah emboss dan watermark tidak bisa dipalsukan ?

Bangga dan percaya diri sebagai peneliti independen yang obyektif sesungguhnya Rismon telah gagal untuk mempertahankan kualifikasi sebagai pakar digital forensik. Perubahan drastis penelitian dengan margin eror 11 ribu trilyun persen adalah gambaran kualifikasi peneliti abal-abal atau coba-coba. Belum lagi kedatangan ke Solo untuk meminta maaf kepada Jokowi dan Gibran jelas menujukkan sikap mental dari seorang peneliti berkelas kardus atau kerupuk.

Video kedua mengenai enam butir pernyataan, sangat tampak Rismon seperti diberi samurai untuk kemudian harakiri atau bunuh diri ala Jepang dengan enam tusukan yang mematikan. Terlihat ia kehilangan heroisme atau kegarangan harimaunya. Rismon telah berubah menjadi penakut seperti tikus cerurut.

Tusukan atau tikaman perut harakiri itu adalah :

Pertama, menemukan kebenaran baru, karenanya ia keluar dari permasalahan ijazah "bapak"Jokowi dan "bapak" Gibran. Kedua, akan membuat sanggahan antitesa atas buku JWS dan GEG dan akan menarik buku yang telah beredar. Ketiga, merasa tereksploitasi oleh pihak-pihak yang mempermasalahkan ijazah "bapak" Joko Widodo dan "bapak" Gibran Rakabuming Raka. 

Keempat, polisi sudah bertindak profesional dalam urusan ijazah Joko Widodo dan siap membantu dalam mengedukasi masyarakat. Kelima, memohon maaf kepada "bapak" Joko Widodo dan "bapak" Gibran, serta segera mengajukan RJ. Keenam, mengimbau pihak-pihak terkait agar membuka hati dan fikiran untuk mengikuti langkah-langkah Rismon.

Tusukan tajam bunuh diri atau harakiri seperti ini hanya bisa dilakukan orang yang tidak berdaya akibat ancaman atau penyanderaan. Adakah murni alasan temuan hasil penelitian akademik atau tersandera oleh temuan bahwa ijazah S-3 dan pembuatan Surat Kematian Rismon palsu ? Gonjang-ganjing ini harus diklarifikasi. 

Jika bisa teriak tunjukkan ijazah asli Jokowi, maka rakyat dapat juga berteriak tunjukkan ijazah S-3 Rismon !.

Bang Rismon tunjukkan juga siapa yang dituduh telah mengeksploitasi hingga mempermasalahkan ijazah Jokowi dan Gibran ? 

Kejujuran, obyektivitas, dan keberanian seorang peneliti sangat dibutuhkan. 

Peneliti yang jujur dan obyektif tidak akan ikut pesanan, lae.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 13 Maret 2026