Mengapa Arab Saudi Menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026?
Rabu, 18 Februari 2026
Faktakini.info
*Mengapa Arab Saudi Menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026?*
*Analisis Konjungsi, Perbandingan Waktu Global, dan Geometri Hilal dari Jakarta hingga Alaska*
Konjungsi Bulan–Matahari terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 12:02 UTC. Itulah titik nol fase bulan menurut data fase Bulan NASA dan HMNAO. Setelah momen tersebut, Bulan perlahan menjauh dari Matahari dan berpotensi membentuk hilal saat matahari terbenam—dengan syarat geometris: ia harus sudah berada di atas ufuk.
Sekarang mari kita bandingkan waktu matahari terbenam dan dampaknya terhadap umur Bulan di beberapa kota.
Di Jakarta, matahari terbenam sekitar 18:18 WIB (UTC+7) pada 17 Februari. Konjungsi terjadi pukul 19:02 WIB. Artinya saat matahari terbenam, Bulan belum lahir. Umurnya sekitar –44 menit. Secara astronomi, mustahil terlihat karena secara fisik fase sabit belum terbentuk.
Di Mekkah, matahari terbenam sekitar 18:21 AST (UTC+3). Konjungsi di sana terjadi pukul 15:02 waktu setempat. Umur Bulan saat matahari terbenam adalah 3 jam 19 menit. Tinggi hilal sekitar +00° 13′, sangat rendah, hanya beberapa menit berada di atas ufuk sebelum terbenam kembali.
Bergeser ke barat laut Afrika, di Casablanca, matahari terbenam sekitar 18:15 waktu setempat (UTC+1). Umur Bulan sekitar 5 jam 14 menit. Tinggi hilal sekitar +02° 07′, secara geometri lebih tinggi dibanding Mekkah.
Di London, matahari terbenam sekitar 17:25 waktu setempat (UTC+0). Umur Bulan sekitar 5 jam 24 menit dengan tinggi sekitar +00° 50′.
Lebih jauh ke barat, di Anchorage, matahari terbenam sekitar 17:45 waktu setempat (UTC−9). Umur Bulan saat itu sekitar 14 jam 44 menit. Tambahan hampir setengah hari dibanding Jakarta membuat elongasi dan tinggi hilal jauh lebih besar daripada di Timur Tengah.
Inilah efek rotasi bumi bekerja secara presisi. Wilayah yang lebih barat mengalami matahari terbenam lebih lambat dalam waktu universal. Keterlambatan itu memberi Bulan waktu tambahan untuk menjauh dari Matahari sehingga sudut pisah dan ketinggiannya meningkat.
*Ada satu hal yang unik.*
Ketika matahari terbenam di Anchorage sekitar pukul 17:45 waktu Alaska (UTC−9) pada 17 Februari 2026, itu setara dengan 09:45 WIB tanggal 18 Februari 2026 di Jakarta. Selisih waktunya 16 jam. Artinya, saat hilal secara astronomis sudah lebih matang di Alaska pada petang 17 Februari, Jakarta sudah berada di pagi hari tanggal 18 Februari.
Konversi waktunya secara presisi:
– Sunset Mekkah 18:21 (UTC+3) = 22:21 WIB tanggal 17 Februari. Selisih 4 jam.
– Sunset Casablanca 18:15 (UTC+1) = 00:15 WIB tanggal 18 Februari. Selisih 6 jam.
– Sunset London 17:25 (UTC+0) = 00:25 WIB tanggal 18 Februari. Selisih 7 jam.
– Sunset Anchorage 17:45 (UTC−9) = 09:45 WIB tanggal 18 Februari. Selisih 16 jam.
Satu Bulan yang sama, tetapi pada jam yang berbeda di bumi yang sama.
Keputusan Arab Saudi menetapkan 1 Ramadan pada 18 Februari 2026 terjadi dalam konteks bahwa pada matahari terbenam 17 Februari, hilal sudah berada di atas ufuk di Mekkah meskipun sangat rendah. Di wilayah yang lebih barat seperti Casablanca atau bahkan Alaska, parameter geometrinya lebih besar karena tambahan umur Bulan.
Sementara itu, di Jakarta pada hari yang sama, syarat astronomis dasar belum terpenuhi karena konjungsi belum terjadi saat matahari terbenam.
Langit tidak mengenal batas negara. Ia tunduk pada hukum gravitasi dan rotasi. Dari selisih beberapa jam itulah lahir dinamika awal Ramadan—sebuah konsekuensi langsung dari geometri kosmik yang sangat presisi.
