Kritik Historis atas Klaim Makam Azmatkhan di Madrasah Mir Arab, Bukhara

 


Ahad, 1 Februari 2026

Faktakini.info

Hasanuddin Syafi'i

Kritik Historis atas Klaim Makam Azmatkhan di Madrasah Mir Arab, Bukhara

Sebenarnya saya males buat tulisan ini. Namun beredar klaim postingan Raden Linawati yang ngakunya Ratu Nasib (eh nasab) menarik untuk dikaji ulang: "bahwa di Madrasah Mir Arab, Bukhara (Uzbekistan), terdapat makam leluhur Walisongo bernama Sayyid Amir Alauddin Abdullah as-Sagarji bin Sayyid Amir Abdul Malik al-Gujarati, yang dikenal di Indonesia dengan gelar Azmatkhan, penguasa Khambat/Cambay, Gujarat, India."


Klaim ini patut diuji secara kritis melalui kronologi sejarah dan data rujukan klasik berikut:


Titik Masalah Utama : 👇


1. Klaim yang beredar menyebut adanya tokoh bernama: Alauddin Abdullah as-Sagarji bin Abdul Malik Azmatkhan yang hijrah ke Bukhara, menjadi guru besar Madrasah Mir Arab, dan dimakamkan di sana.

Namun secara kronologis, klaim ini sangat bermasalah, karena:

● Abdul Malik Azmatkhan wafat pada abad 7 H, sementara 👇

● Madrasah Mir Arab baru dibangun pada abad 10 H (±300 tahun setelahnya).

Jadi, tidak logis secara sejarah bahwa: Seorang tokoh yang wafat abad 7 H menjadi guru besar dan dimakamkan di madrasah yang belum ada hingga tiga abad kemudian. Bagaimana ini terjadi mak ??? Dalam fikih dikenal dengan istilah يكذبه الحس 🙊🙉


2. Sumber primer klasik (seperti karya Imam Suyuthi) tidak pernah mengaitkan gelar as-Sagarji dengan Azmatkhan atau keturunannya.


3. Satu-satunya tokoh as-Sagarji yang dikenal dalam literatur ulama adalah Abul Mahamid Mahmud as-Samarqandi as-Sagarji (w. 555 H), jauh lebih awal dan tidak terkait Azmatkhan.


Kesimpulan : 


Klaim makam Alauddin Abdullah as-Sagarji bin Abdul Malik Azmatkhan di Madrasah Mir Arab, Bukhara, tidak sinkron secara kronologi, tidak didukung sumber primer, dan bertentangan dengan fakta sejarah yang mapan.


Dengan demikian, narasi tersebut lebih mendekati klaim tanpa landasan ilmiah, bukan hasil kajian sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.


Perlu diketahui ya! Sejarah tidak cukup dengan nasab dan cerita lisan; tapi juga harus menuntut kronologi, sumber, dan konsistensi.

Silakan dinilai secara objektif.


Kronologi Fakta Sejarah :

529 H : Ali Khali’ Qasam bin Alawi II bin Muhammad bin Alawi I bin Ubaidillah wafat di Tarim. Putranya, Muhammad Shahibul Mirbath, masih berusia muda.


537 H: Najmuddin Umar bin Muhammad an-Nasafi wafat, ulama besar Samarqand, penulis Aqidah Nasafiyah dan al-Qand fi Dzikri Ulama’ Samarqand.


556 H: Muhammad Shahibul Mirbath wafat di Mirbath, Oman.


Awal 600-an H: Abdul Malik Azmatkhan bin Alawi Ammul Faqih bin Shahibul Mirbath hijrah ke Gujarat (India).


653 H: Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali bin Shahibul Mirbath wafat di Tarim.

Pada periode yang sama, Abdul Malik Azmatkhan wafat di Nasirabad, India.


737 H: Timur Lenk lahir dan kemudian membangun kekuasaan besar di Asia Tengah, termasuk Bukhara.


911 H: Imam as-Suyuthi wafat. Dalam Thabaqatul Mufassirin, beliau hanya menyebut satu tokoh bergelar as-Sagarji, yaitu:

Abul Mahamid Mahmud as-Samarqandi as-Sagarji (w. 555 H) — tidak ada penyebutan tokoh Azmatkhan atau keturunannya.


930-an H / 1530-an M: Said bin Abdullah al-Yamani membangun Madrasah Mir Arab di Bukhara.