Karomah Ulama Nusantara dan Standar Ganda Sekte Imad: Mengapa Hanya Habaib yang Diserang?

 

 
Ahad, 1 Februari 2026

Faktakini.info, Jakarta - Di tengah khazanah Islam Nusantara, kisah-kisah karomah para kiai Jawa dan wali Nusantara telah hidup ratusan tahun, diwariskan dari generasi ke generasi, tercatat dalam babad, manaqib, kitab, dan kesaksian murid-muridnya. Banyak di antaranya sangat sulit diterima akal awam, bahkan tampak “tidak masuk akal” bila diukur dengan logika modern.

Namun menariknya, Sekte Imad PWI-LS cs (orang-orang gila nasab dan sangat iri pada nasab Habaib) hampir tidak pernah menjadikan karomah kiai-kiai Jawa sebagai bahan ejekan, tidak pula secara masif menuduhnya sebagai khurafat, bid’ah, takhayul, atau dongeng.

Sebaliknya, serangan mereka selalu terfokus pada karomah para habaib dan dzurriyah Nabi ﷺ.

Ini menimbulkan satu pertanyaan mendasar:

mengapa standar mereka berubah-ubah?

Karomah Kiai Jawa: Aneh bagi Akal, Mulia bagi Iman

Dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), karomah wali adalah perkara yang diakui, baik wali Arab maupun wali Nusantara. Empat imam madzhab telah bersepakat akan kebenaran karomah para wali, baik ketika hidup maupun setelah wafat.

Beberapa contoh karomah ulama Nusantara yang masyhur:

1. Mbah Sholeh Darat Semarang

Dikisahkan mampu mengubah batu menjadi emas, sebuah karomah yang secara akal jelas mustahil, namun diterima luas oleh umat sebagai kemuliaan wali Allah. Saat utusan Belanda mencoba menyogoknya, Mbah Sholeh marah dan mengubah bongkahan batu di dekatnya menjadi emas di depan utusan tersebut, membuat mereka ketakutan dan pergi.

Membuat Mobil Mogok: Karomahnya juga terlihat saat mobil tentara Belanda yang mengganggunya tiba-tiba mogok dan kemudian bisa hidup lagi setelah dilewati Mbah Sholeh.

2. Kiai Nawawi

Batu kerikil dan sorbannya disebut mampu menangkis peluru penjajah, dalam kondisi perang yang nyata dan brutal.

3. Syekh Nawawi & Mbah Kholil Bangkalan

Dikisahkan shalat di Makkah dalam sekejap, sebuah peristiwa ṭayyul arḍ (melipat jarak) yang juga dikenal dalam kisah para wali klasik.

4. KH Hasyim Asy’ari

Karomah beliau antara lain:

Rumah miring bisa tegak kembali

Mesin giling pabrik gula tersumbat secara ajaib

Kekuatan doa yang melampaui sebab-sebab lahiriah

5. Kiai Syafa’at Blokagung

Dikisahkan menunda takdir malaikat maut, sebuah karomah yang jelas berada di luar nalar manusia biasa.

Dan masih banyak lagi.

Semua kisah ini tidak pernah dijadikan bahan olok-olok masif oleh Sekte Imad, padahal secara logika awam sama “anehnya” dengan karomah para habaib.

Sunan Kalijaga juga memiliki banyak kisah-kisah karomah. Namun Sekte Imad tidak pernah menuding banyak karomah beliau sebagai:

“dongeng, bid’ah, takhayul, khurafat”

Dalam tradisi Jawa-Islam, karomah Sunan Kalijaga sangat masyhur, di antaranya:

Bisa menghilang (ajian waringin sungsang)

Bertapa lama sambil tetap membina masyarakat

Salat Jumat di dua tempat (Jawa dan Makkah)

Mengubah tanah menjadi emas

Mengubah beras menjadi pasir

Tubuh kebal api

Berjalan di atas air

Mengapa kisah karomah Sunan Kalijaga dan kiai Jawa lainnya tidak disapu bersih dengan tuduhan yang sama: "khurofat, dongeng, bid'ah dan takhayul?"?

Syekh Abdul Qodir Al-Jailani: Tidak Diserang karena Ada Kepentingan

Lebih ironis lagi, Sekte Imad juga tidak berani frontal menyerang karomah Syekh Abdul Qodir Al-Jailani—wali agung yang karomahnya bahkan lebih spektakuler:

Berpuasa sejak bayi

Ditantang 100 ulama, lalu cahaya keluar dari dadanya

Menghidupkan bangkai ayam

Berguru kepada Nabi Khidir

Memerintah angin dan menghidupkan kembali burung

Jin ketakutan dan orang kesurupan sembuh

Berjalan di udara saat ceramah

Mengapa mereka relatif “menahan diri”?

Karena Sekte Imad sedang berusaha mengaitkan diri, mengaku-ngaku, dan menempelkan nasab kepada Syekh Abdul Qodir Al-Jailani. Maka karomah wali ini harus “aman”, tidak boleh dirusak.

Ini membuktikan bahwa yang mereka serang bukan karomahnya, tapi sosoknya.

Bahaya Pola Pikir Ini: Mukjizat Nabi pun Terancam

Jika karomah wali ditolak mentah-mentah, dicap dongeng dan khurafat, maka ini adalah jalan licin menuju penolakan mukjizat para nabi.

Hari ini:

Karomah habaib ditertawakan

Karomah wali dicemooh

Besok:

Mukjizat Nabi Muhammad ﷺ pun bisa dianggap mitos dan legenda

Ini bukan sekadar perbedaan pendapat, tetapi pola pikir rasionalistik kering yang berbahaya bagi iman.

Kesimpulan: Masalahnya Bukan Karomah, tapi Kedengkian

Fakta-fakta di atas menunjukkan satu hal yang sulit dibantah:

Sekte Imad tidak konsisten

Mereka memilih target

Yang diserang bukan khurafat, tapi kemuliaan nasab dan spiritualitas habaib

Karomah diterima atau ditolak sesuai kepentingan

Pengikut Aswaja percaya adanya waliyullah dan karomah para Sayyid/Syarif/Habib dll. Bahkan empat imam madzhab sudah bersepakat mengenai karomah yang ada para wali ketika hidup maupun sudah wafat.

Ahlussunnah wal Jama’ah sejak dulu telah tenang:

Mengimani karomah para wali, mencintai ulama, menghormati habaib, tanpa merasa terancam oleh kemuliaan orang lain.

Sedangkan kedengkian, bila dipelihara, akan menutup mata, menumpulkan akal sehat, dan akhirnya membuat seseorang berani meledek apa yang diagungkan oleh agama itu sendiri.