Gus Rumail Gilas 4 Buzzer Imad Sekaligus: Charlie, Aziz Jazuli, Sugeng dan Haikal

 


Jum'at, 27 Februari 2026

Faktakini.info

Rumail Abbas

"Kalau saat ini, kan, Rumail Abbas masih dipuja dan dipuji. Masih dianggap intelektual. Masih dianggap ini dan itu, lah. Ya, gak apa-apa. Nanti juga akan jatuh juga. Nanti Rumail akan runtuh sendiri."

Saya gak paham apa maksud omongan Charly Al Jaelani di menit awal video ini. Runtuh apa, maksudnya? Jatuh apa, maksudnya? Saya punya rahasia besar yang hanya dia yang tahu dan hanya dia saja yang bisa membongkar atau gimana, kok, serasa punya kartu truf begitu?

Tapi yang pasti, di video ini ada Gus Aziz Jazuli. Bagi yang belum tahu, blio adalah penulis buku "Ajaran Khurofat" bersama KRT Nur Ihya (Sang Ahli Kemeruh yang pernah disamperin alumni Lirboyo, lantas tidak mau menerima tamu secara offline kecuali sepemahaman saja).

Gus Aziz ini, kan, masih muda, ya. Tapi dia suka lupa bahwa mertuanya sempat pernah bertelanjang dada, di majelis umum, sambil memanggil-manggil Jibril untuk menurunkan uang.

"Jibril, Jibril, Jibril..."

Ternyata waliyuwoh yang menjadi mertua Gus Aziz ini juga seorang doktor honoris causa. Ia adalah gelar kehormatan akademis yang diberikan oleh perguruan tinggi kepada seseorang tanpa melalui proses studi, tesis, atau ujian konvensiona.

Keren, bukan? Teman akrab Jibril, duit lancar, sekaligus intelektual.

Paduan lengkap.

Kemudian Mas Sugeng Sugiharto ini bukan ahli DNA, tidak punya publikasi yDNA, dan profesinya insinyur pangan. Dia keliru berkali-kali, tapi muka tebalnya masih membuatnya bertahan. Uniknya, di video ini dia "menilai" dua ahli DNA yang jadi rujukan saya.

Kan aneh? Bukan pakar, tapi kok "menilai" pakar?

Mau apapun itu, bagi penontonnya, kan, Mas Sugeng ini adalah pakarnya pakar. Si Doktor. Es Tiga. Di atasnya Bu Herawati. Berhak mengoreksi Mas Zen Hafi. Dan mengalahkan Pak Ahmad Utomo.

Tapi cuma di konten doang, bukan publikasi akademik.

Untuk Gus Dr. Hasanain Haikal SH MH (harus saya tulis lengkap, khawatir suul adab sama anaknya Sang Khalifah tarekat besar), dari video kemarin sudah pada tahu, lah, ya.

Selain rasis, dia ternyata mengadu-domba. Memakai nama besar Mbah Moen. Mengompori alumni Sarang. Mengompori santrinya Mbah Moen. Dan dia melakukan itu tanpa pengaruh alkohol.

Terakhir, yang tadi ngomong "rumail akan runtuh juga", saya tidak tahu dia siapa, apa pekerjaannya, dan apa profesinya. Namun beberapa video dia mengulas data, statistik, dan KOL. Seperti seorang agen profesional berpengalaman 25+ tahun.

Saya menduga dia adalah pakar data-science. Mungkin juga bekerja di Silicon Valey.

Tapi ternyata dia hanya aktif membikin konten di YouTube, di ruangan yang sama. Itu-itu juga.

Btw, mereka ini siapa, sebenarnya?