Cerdas! Roy Suryo Tunjukkan Perbedaan Ijazah Jokowi dan Alumni UGM ’79 : Kita Berjuang Menegakkan Kebenaran
Kamis, 26 Februari 2026
Faktakini.info, Jakarta - Tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yakni Roy Suryo, kembali menjadi sorotan publik.
Ia tetap meyakini adanya ketidakaslian dalam dokumen ijazah yang selama ini diperdebatkan dan menyatakan siap memperjuangkan apa yang ia sebut sebagai upaya menegakkan kebenaran.
Ditemui di Polda Metro Jaya pada Rabu (25/2/2026), Roy memaparkan secara rinci perbedaan antara ijazah asli dengan dokumen yang dikaitkan dengan Jokowi.
Menurutnya, ijazah asli yang diterbitkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) memiliki ciri fisik yang sangat spesifik dan sulit untuk dipalsukan.
“Kita berjuang lagi bersama demi menegakkan kebenaran dan kita menunjukkan kepalsuan 99,9 persen ijazah itu palsu,” ujar Roy kepada awak media.
Dalam penjelasannya, Roy membandingkan dokumen yang ia bawa dengan ijazah milik alumni UGM angkatan 1979.
Ia menegaskan bahwa ijazah asli UGM memiliki tanda autentik berupa watermark bertuliskan “Universitas Gadjah Mada” dan “Gadjah Mada University”, serta cetakan timbul (emboss) pada bagian tertentu dokumen.
“Kalau kita lihat ijazah asli itu jelas betul tuh ada watermark-nya: Universitas Gadjah Mada, Gadjah Mada University. Jelas betul ada emboss, bukan embus,” tegasnya.
Selain itu, Roy juga menyoroti aspek teknis lain, seperti letak dan lintasan stempel resmi.
Ia menyebut, pada ijazah asli, cap atau stempel institusi semestinya melintasi foto pemilik sebagai bagian dari pengesahan dokumen.
Menurutnya, perbedaan tersebut terlihat jelas jika dibandingkan dengan dokumen yang dipermasalahkan.
“Lalu lintasan stempelnya juga ada. Beda banget nih lihat, dengan yang disebut-sebut ijazah. Nggak ada watermark-nya, nggak ada emboss-nya, capnya juga tidak melintasi fotonya,” pungkas Roy.
Sumber: Tribunnewscom
