[Video] Klaim Nasab Palsu Abbas Tompel dan PWI-LS: Kedustaan Keji yang Dilaknat Syariat

 

Jum'at, 30 Januari 2026

Faktakini.info, Jakarta - Klaim Abbas Tompel (Bastom), Ketua Umum PWI-LS, yang dengan pongah mengaku sebagai dzurriyah Sayyidina Husain bin Ali radhiyallahu ‘anhu dan cucu Rasulullah ﷺ, adalah kedustaan keji yang menjijikkan, penuh pemaksaan diri, serta mencerminkan kerusakan akal dan akhlak. 

Lebih busuk lagi, mayoritas anak buahnya—dari Dadang Zulfikar hingga lainnya—ikut latah mengaku cucu Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain, seolah-olah nasab Nabi Muhammad ﷺ adalah barang obralan yang bisa diklaim massal oleh siapa saja yang haus status.

Ini bukan sekadar kebohongan biasa. Ini adalah dosa besar dalam Islam.

Islam Melaknat Orang yang Mengaku Nasab Palsu

Rasulullah ﷺ secara tegas dan keras memperingatkan umatnya dari kebusukan ini. Dalam hadits shahih:

“Barang siapa mengaku kepada selain ayahnya, padahal ia mengetahuinya, maka haram baginya surga.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya termasuk kedustaan paling besar adalah seseorang mengaku kepada selain ayahnya.”

(HR. Bukhari)

Ini bukan ancaman ringan. Haram surga. Laknat. Kehinaan. Dan dosa yang tidak main-main.

Lebih jauh lagi, Allah Subhanahu wa Ta‘ala telah menutup rapat celah manipulasi nasab dalam Al-Qur’an:

“Panggillah mereka dengan (nama) bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah.”

(QS. Al-Ahzab: 5)

Ayat ini turun untuk memutus segala bentuk pengaburan dan rekayasa nasab. Maka siapa pun yang sengaja memalsukan garis keturunan—apalagi mengklaim nasab Rasulullah ﷺ—berarti menentang Al-Qur’an secara terang-terangan.

Naqobah Asyraf Ada, Tapi Mereka Pura-Pura Buta

Abbas Tompel dan kroninya seolah hidup di dunia paralel. Mereka pura-pura tidak tahu—atau sengaja menutup mata—bahwa urusan nasab dzurriyah Nabi Muhammad ﷺ sudah selesai sejak ratusan tahun lalu. Ada lembaga resmi, ada otoritas sah, ada disiplin ilmu, yaitu Naqobah Asyraf yang eksis di Hijaz, Mesir, Irak, Yaman, Syam, Maroko, Indonesia, Malaysia dan wilayah Islam lainnya.

Naqobah-naqobah ini saling berjejaring, saling memverifikasi, memiliki arsip, manuskrip, sanad nasab, dan pengakuan ulama dunia. Tidak ada satu pun pengakuan nasab yang sah tanpa pengesahan mereka.

Pertanyaannya sederhana:

Di Naqobah mana nama Abbas Tompel tercatat?

Di manuskrip mana Dadang Zulfikar tercantum sebagai cucu Sayyidina Hasan?

Jawabannya: tidak ada. Nol. Kosong.

Gila Nasab, Iri Kemuliaan, Lalu Berdusta

Fenomena ini bukan cinta kepada Rasulullah ﷺ, tetapi iri terhadap kemuliaan dzurriyah Rasulullah ﷺ. Mereka tidak mampu menerima takdir bahwa mereka lahir sebagai orang biasa, lalu menempuh jalan kotor: mengarang nasab, memelintir sejarah, dan membohongi umat awam.

Padahal Rasulullah ﷺ telah mengingatkan:

“Barang siapa menyakiti keluargaku, maka ia telah menyakitiku.”

(HR. Thabrani)

Memalsukan nasab Ahlul Bait bukan penghormatan—itu penghinaan. Itu merusak kemuliaan dzurriyah Nabi yang sah dan menodai amanah sejarah Islam.

Kesimpulan: Klaim Mereka Bukan Mulia, Tapi Laknat

Nasab Nabi Muhammad ﷺ adalah amanah ilahi, dijaga oleh ilmu, sanad, dan otoritas, bukan oleh mulut kotor dan ego orang-orang gila nasab. Siapa pun yang mengaku-ngaku sebagai cucu Nabi tanpa hak, sesungguhnya sedang:

Berdusta atas nama Rasulullah ﷺ

Menabrak Al-Qur’an dan hadits shahih

Mengundang laknat dan ancaman haram surga

Membuka aibnya sendiri di hadapan umat dan sejarah

Dalam urusan nasab, yang berbicara bukan teriakan, tetapi bukti.

Dan sampai hari ini, Abbas Tompel dan PWI-LS tidak punya apa-apa selain kebohongan.

Klik video: