[Video] Di Kampungnya Imad, Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Tabligh Akbar bersama Habib Hanif Alatas

 


Sabtu, 17 Januari 2026

Faktakini.info, Jakarta - Puluhan ribu jamaah memadati kegiatan Tabligh Akbar (PHBI) dalam rangka Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar masyarakat Kelurahan Gunung Kidul, Kecamatan Gunung Kaler (Pemekaran dari Kecamatan Kresek), pada Jum'at malam (16/1/2026). Acara berlangsung khidmat dan tertib hingga selesai.

Kegiatan keagamaan tersebut menghadirkan dua penceramah nasional, yakni Dr. Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas dari Petamburan, Jakarta Pusat, serta KH. Faedullah dari Keramat Watu, Serang. Tabligh Akbar dimulai pukul 20.00 WIB, usai salat Isya, dan berlangsung hingga larut malam.

Selain dihadiri para ulama, habaib dan tokoh agama, kegiatan ini juga diikuti oleh tokoh masyarakat, pemuda setempat, serta jamaah dari berbagai wilayah sekitar, sehingga area lokasi kegiatan dipenuhi lautan jamaah.

Menariknya, kegiatan ini dilaksanakan di wilayah yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari kawasan tempat tinggal Imaduddin bin Sarmana bin Arsa, sosok yang belakangan dikenal karena kerap menyuarakan rasa iri dan penolakannya terhadap nasab Habaib. Namun, kondisi di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya. Antusiasme dan kecintaan masyarakat kepada para Habaib terlihat semakin kuat.

Seusai acara, sejumlah warga yang ditemui wartawan menyampaikan pandangannya.

“Saya dan banyak warga di sini bahkan tidak mengenal siapa Imaduddin bin Sarmana. Nama itu asing bagi kami,” ujar salah seorang jamaah.

Warga lainnya mengaku mengenal Sarmana bin Arsa sebagai warga biasa. “Kami kaget saat diberi tahu bahwa anaknya Sarmana (Imaduddin) mengaku-ngaku sebagai cucu Sultan Hasanuddin Banten dan Walisongo. Setahu kami, Sarmana hanyalah orang biasa, bukan keturunan kesultanan,” tegasnya.

Pernyataan senada juga disampaikan warga lain. “Sampai kapan pun kami akan tetap mencintai para Habaib, dzurriyah Rasulullah SAW. Kami tidak percaya ocehan PWI-LS dan kelompok yang menjelek-jelekkan Habaib. Bagi kami, itu lebih terlihat sebagai rasa iri terhadap nasab Habaib yang merupakan cucu Nabi Muhammad SAW,” ucap seorang tokoh pemuda setempat.

Ada pula warga yang menilai bahwa isu-isu yang disebarkan kelompok tersebut tidak berpengaruh di tengah masyarakat. “Faktanya, jamaah semakin banyak, majelis semakin hidup, dan kecintaan kepada ulama dan Habaib semakin kuat. Hasutan apa pun tidak laku di sini,” katanya.

Warga lainnya menambahkan, “Kami menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah umat. Gunung Kaler dan Kresek adalah wilayah yang menjunjung adab, persatuan, dan kecintaan kepada ulama dan habaib.”

Sebagai informasi, Kecamatan Gunung Kaler merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Kresek pada tahun 2006. Hingga kini, wilayah tersebut dikenal aktif menggelar kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Melalui Tabligh Akbar ini, masyarakat berharap syiar Islam semakin kuat serta silaturahmi antarwarga kian erat, sekaligus meneguhkan nilai persatuan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW beserta para dzurriyahnya.








Klik video: