Rumail Abbas Kecam Sugeng PWI-LS yang gemar Menghina Nasab Orang melalui yDNA
Sabtu, 13 Desember 2025
Faktakini.info
Rumail Abbas
Saya menulis judul di video ini dengan "Sugeng itu Insinyur Pangan, Bukan Ahli DNA Ancestry".
https://www.facebook.com/share/v/1RsxvHpM37/?mibextid=wwXIfr
Padahal, itu cuma judul yang dimaksudkan untuk membandingkan kepakarannya dengan Nadia Abou El Haj dan Kimberly Tallbear (keduanya masih hidup dan bisa dihubungi).
Sugeng itu sejak awal selalu memakai "senjata" ad hominem. Gak percaya? Sedikit yang akan saya ulas.
Dia pernah menyebut Kiai Mif tidak pantas jadi pemimpin karena tidak memahami arti kata ilmiah. Gus Yahya juga diledek dengan cara yang sama gara-gara "husnuzan", dan husnuzan itu tidak ilmiah.
Gus Zaini dan Gus Wafi pernah diledek karena tidak kuliah. Orang yang tidak kuliah itu tidak memahami arti kata ilmiah, tidak memahami cara kerja penelitian ilmiah, atau begitulah katanya.
Banyak yang dia hina tidak memahami sesuatu karena tidak pernah kuliah. Tentu saja saya tidak luput dari hinaan seperti itu.
Dia merendahkan posisi saya sebagai sejarawan. Katanya, saya gak punya kredensi itu. Gak pernah dapat mata kuliah filsafat ilmu, metodologi penelitian, dan masih banyak lagi. Dia sering merendahkan kajian yang saya tempuh sebagai kajian dogmatis.
Dia juga pernah membuka-buka mata kuliah Tarbiyah yang katanya "anak fakultas Pertanian justru lebih mengerti soal urusan halal-haram". Entah bagaimana dia sampai kepada kesimpulan itu, saya pun tak tahu
Hampir tidak pernah ada sanggahan Sugeng untuk sanggahan saya kecuali ada bumbu-bumbu ad hominem seperti tadi. Silakan Njenengan coba sendiri untuk membuktikannya.
Bahkan di video yang saya unggah di atas, dia merespon itu dengan mengulas kuliah tujuh tahun, hanya anak PAI, dan mana mungkin anak PAI memahami haplogroup (bisa diketawain anak biologi semester awal, aw kama qaal).
Untuk apa?
Supaya orang-orang tidak membaca argumen dan referensi yang saya sajikan di video. Sugeng mengarahkan orang-orang supaya yakin bahwa saya ini orang bodoh dan tidak ilmiah.
Wkwkwk
Ternyata dia hanya melakukan itu untuk orang lain, dan tidak pernah dia tujukan kepada kubu yang mendukung keyakinannya. Ki Imad dia sebut lebih ilmiah dari saya. Hah??? Ki Imad tidak pernah saya tuduh berdusta, tapi saya membuktikan Ki Imad berdusta.
Berkali-kali.
Bagaimana bisa dia menilai Ki Imad lebih ilmiah dari saya dari preseden ini? Ki Imad punya khianat ilmiah yang tinggi dalam semua metodologinya. Ilmiah cap apa ini?
Dia juga sempat "memuji" Aziz Jazuli karena mengulas Ibn Haitam. Baginya, Ibn Haitam adalah sosok yang wajib dirujuk untuk urusan ilmiah demi kebenaran ilmiah. Kalau saya pakai cara yang sama, tentu saya akan bilang:
"Ibn Haitam itu penganut mazhab geosentris alias meyakini bumi sebagai pusat alam semesta. Sementara ilmiah yang mewakili kebenaran tidaklah seperti keyakinan Ibn Haitam."
Tapi saya tidak melakukan itu. Nanti gak ada bedanya dengan Sugeng.
Terakhir, soal yDNA, saya melihat Ki Imad bakal menerbitkan buku, dan terlihat jelas bakal mengulas haplogroup. Dia menulis bersama Zulkarnaen, mas-mas gondrong yang gak jelas ahli di bidang apa.
Sugeng menegur? Tentu saja tidak. Kenapa? Karena mereka berdua sebarisan dengan Sugeng, lah.
Saya pernah menganggapnya pintar, tapi asumsi saya salah. Sejak dia bilang kajian historis memerlukan h-null, saya terpingkal-pingkal. Sejarah itu bukan statistik, ngapain pakai hipotesis yang dikenal dengan H-0?
Kemudian, ketika admin mengunggah video dibatas, saya dikasih tahu pendukung Sugenf berkomentar:
"Gak bisa bantah Pak Sugeng, akhirnya Rumail cuma bisa nyerang pribadi."
Atau komentar ini:
"Ciri khas orang yang gak bisa berdebat ilmiah, senjata utama biar kelihatan eksis, ya, nyerang pribadi."
Aneh. Itu kan cara Sugeng setiap kali disanggah.
🤣
Saya memang pakai ad hominem, dan saya menamainya dengan "cangkem elek". Tapi saya milih-milih. Saya tujukan hanya untuk akun gak jelas, anonim, akunnya digembok, temannya puluhan, dan akun yang baru dibuat tapi sudah memaki-maki sambil bahas Bani Alawi. Jika ada akun asli, tapi sudah mulai ngaco, ya pakai cangkem elek juga.
Kenapa?
Mereka datang bukan berniat untuk berdebat mencari apa yang benar. Tapi perusuh. Sugeng beda. Sejak awal dia bakal langsung menyerang kredensi, kuliah, dan mata kuliah.
Padahal, dia sendiri bukan ahli DNA Ancestry. Tapi konten di kanalnya selalu menghina, membatalkan, dan menuduh secara keji nasab orang melalui yDNA.
Ini ambivalen sekaligus ironi.
Gak percaya? Klik saja link yang saya sematkan di awal paragraf.
🤣

