3 Tersangka Ijazah Jokowi Bikin Program Mulia untuk Korban Bencana : Roy Suryo Rancang Visual, Rismon Bagian Audit Digital

 


Ahad, 14 Desember 2025

Faktakini.info, Jakarta - Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa membagikan momen kebersamaannya dengan Roy Suryo dan Rismon Sianipar melalui unggahan di akun X pribadinya.

Ketiga tokoh yang sama-sama terseret kasus dugaan ijazah palsu Mantan Presiden Joko Widodo itu kini kembali bertemu untuk sebuah inisiatif sosial.

Dalam unggahannya, Dokter Tifa menyebut pertemuan tersebut sebagai “Tiga Otak, Tiga Hati, Satu Aksi: RRT”.

“Paling bahagia jika bisa duduk bertiga begini. Kesempatan mahal karena kesibukan masing-masing, tetapi hati selalu bertaut. Selalu ada ide dan gagasan yang segera akan terwujud,” tulisnya, Rabu (10/12/2025).

Ia menggambarkan bahwa dirinya, Roy, dan Rismon adalah “manusia aksi”, bukan sekadar penyampai wacana, yang memiliki kepedulian kuat terhadap bangsa.

Pertemuan itu tak hanya membicarakan urusan hukum serta rencana konferensi pers. Mereka juga menyoroti bencana besar yang menimpa wilayah Sumatra dan Aceh.

“Kami langsung bahas bagaimana kontribusi kami kepada masalah besar di depan mata, yaitu Bencana Sumatera,” ujar Tifa.

Dari diskusi tersebut, lahirlah sebuah kesepakatan untuk membentuk program bersama sebagai kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak.

Ketiganya sepakat meluncurkan Program Biorestorasi Pasca Bencana Besar Sumatera Berbasis Data Science, sebuah inisiatif kolaboratif yang menggabungkan keahlian medis, forensik digital, dan pemetaan visual.

Program ini memiliki visi: “Merestorasi kesehatan dan kehidupan masyarakat pasca bencana berbasis epidemiologi, perilaku, dan digital forensik.”

Dokter Tifa menjelaskan pembagian tugas sebagai berikut:

Roy Suryo

- Merancang visual mapping

- Community digital evidence

- Accountability system berbasis data

Rismon Sianipar

- Melakukan audit digital

- Metadata analysis

- Menyusun public disaster forensic dashboard

- Membuat forensic disaster report untuk pemulihan yang transparan

Dokter Tifa

- Menyusun protokol biorestorasi

- Pemulihan fungsi biologis & imunitas

- Analisis dampak lingkungan & antisipasi risiko kesehatan

- Penguatan komunitas pascabencana

Program ini disebut disusun dengan pendekatan ilmiah dan kolaboratif, melibatkan berbagai disiplin ilmu.

Di akhir unggahannya, Dokter Tifa menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan dukungan luas dari para ahli dan masyarakat.

“Kontribusi dan dukungan dari banyak ilmuwan sangat kami harapkan. Doa dari seluruh masyarakat kami sangat butuhkan,” tutupnya.

Foto : Medsos X/dr Tifa