BAHKAN ROY SURYO PUN TAK PUNYA HAK UNTUK BERDAMAI, KARENA KASUS IJAZAH PALSU JOKOWI ADALAH KASUS RAKYAT
Rabu, 19 November 2025
Faktakini.info
BAHKAN ROY SURYO PUN TAK PUNYA HAK UNTUK BERDAMAI, KARENA KASUS IJAZAH PALSU JOKOWI ADALAH KASUS RAKYAT
Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.
Advokat
Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi & Aktivis
Saya merasa aneh. Benar-benar aneh. Karena kabar yang saya terima benar-benar tak masuk akal. Kabar tentang Jimly Assidiqie dan Faisal Assegaf yang mewacanakan perdamaian kasus ijazah palsu JOKOWI.
Pernyataan mereka ini secara kewenangan bisa dikatakan lancang. Karena mereka berdua bukanlah pihak berperkara dalam kasus ijazah palsu Jokowi. Mereka juga bukan kuasa hukum dari para pihak, baik dari kubu JOKOWI cs maupun Roy Suryo cs. Sementara secara substansi, dalam setiap rapat kami bersama klien (Roy Suryo cs), tidak pernah ada bahasan tentang opsi untuk berdamai dengan kepalsuan. Tidak ada perdamaian dengan kebohongan dan ketidakjujuran.
Lalu, apa dasarnya tiba-tiba Jimly Assidiqie dan Faisal Assegaf bernarasi soal perdamaian? Atau, mereka sejatinya menjalankan misi pihak tertentu? Pihak JOKOWI misalnya, karena kalau terus maju ke Pengadilan akan takut terbongkar seluruh kepalsuan?
Lagipula, secara substansi kasus ijazah palsu JOKOWI bukanlah kasus Roy Suryo cs. Akan tetapi telah menjadi kasus seluruh rakyat. Karena yang ditipu oleh ijazah palsu bukan hanya Roy Suryo cs, melainkan seluruh rakyat yang pernah dipimpin JOKOWI selama 2 periode (10 tahun).
Bahkan, klien kami Roy Suryo cs tidak punya niat untuk berdamai. Roy menyimpulkan 99,9 % palsu. Rismon Sianipar lebih yakin lagi, menyimpulkan 11.000 triliun % palsu.
Saat ini, mayoritas rakyat telah memiliki keyakinan yang sama dengan Roy dan Rismon. Meyakini ijazah JOKOWI palsu.
Karena itu, jika Roy, Rismon atau siapapun yang berdamai dengan Jokowi, maka bukankah itu sama saja dengan berkhianat kepada rakyat ?
Sekali lagi saya tegaskan, kami dan klien kami (Roy Suryo dkk) tidak pernah berniat untuk damai, tidak pula punya pikiran untuk bertemu dengan JOKOWI atau siapapun yang mewakili kepentingan JOKOWI untuk berdamai. Tekat kami sudah bulat, kami harus membawa perkara ini sampai ke pengadilan dan membuktikan kepada rakyat bahwa ijazah JOKOWI memang palsu adanya.
Kami tak pernah menunjuk juru bicara untuk mewakili tim kami maupun klien kami. Seluruh kebijakan hukum kami jalankan secara mandiri bersama Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi & Aktivis.
Karena itu kami tidak terikat dengan manuver dari pihak manapun yang mengajak untuk berdamai. Kepada seluruh rakyat juga kami himbau untuk tidak memperdayai siapapun yang berbicara atas nama kasus ijazah palsu JOKOWI untuk mengupayakan perdamaian. Karena sikap kami jelas dan tegas : tidak ada damai dan kompromi dengan segala bentuk kepalsuan dan kebohongan JOKOWI.
Seluruh rakyat telah terlibat dalam perjuangan panjang soal ijazah palsu JOKOWI. Tinggal selangkah lagi menuju pembuktian di pengadilan. Tidak ada titik balik, untuk berdamai dengan JOKOWI. [].
