WAHABI MEMPROPAGANDAKAN SUFI AWAM UNTUK MENJATUHKAN KELOMPOK SUFI

 


Sabtu, 5 September 2026

Faktakini.info

๐Ÿ”ฐ MEMPROPAGANDAKAN SUFI AWAM UNTUK MENJATUHKAN KELOMPOK SUFI.

Oleh: M. Rofiannur Al Hamaamuh, SN, DH.

A. PEMBUKAAN.

Bang Toyyib Maulidi sedang mempropagandakan orang awam yang memakai nama sufi untuk menjatuhkan kredibilitas kelompok sufi itu sendiri. Padahal, tindakan orang awam bukanlah standarisasi kebenaran dalam hal apapun.

Misalnya ada seorang muslim yang notabenenya beragama Islam. Dia mencuri, merampok dan sebagainya. Apakah karena tindakan si muslim tadi sudah jelas membuktikan bahwasanya agama Islam seperti itu? Jelas tidak. Orang orang yang mempropagandakan orang awam untuk menjatuhkan kredibilitas suatu kelompok. Maka, ia jatuh kedalam Logical Fallacy kategori Ad Hominem.

Kami faham dan mengerti bang Toyib maulidi ini sangat kontra dengan kelompok sufi sehingga cerita itu diangkat dengan judul sedemikian. Dan kami juga tahu bang Toyib maulidi ini juga kontra dengan imam Assuyuti sehingga target utama dalam kisah tersebut harus ada nama beliau. Namun, kebenaran bukan terletak pada orang awam tapi pada kebenaran itu disana.


B. LOGICAL FALLACY AD HOMINEM BANG TOYYIB MAULIDI DARI SISI SYARA'.


Logical Fallacy Ad Hominem adalah menggunakan tindakan atau perilaku orang awam untuk menjatuhkan suatu kelompok yang memiliki kredibilitas. Cara berargumentasi seperti ini merupakan kecacatan secara ilmiah dan cacat secara pendalilan syara'. Biasanya dilakukan oleh orang bodoh yang hendak menjatuhkan suatu kelompok tertentu.


Cara berargumentasi yang telah diajarkan oleh syari'at Islam adalah menjauhi orang orang bodoh dan berbicara harus pakai ilmu.


Allah taala berfirman:


ุฎُุฐِ ุงู„ْุนَูْูˆَ ูˆَุฃْู…ُุฑْ ุจِุงู„ْุนُุฑْูِ ูˆَุงَุนْุฑِุถْ ุนَู†ِ ุงู„ْุฌٰู‡ِู„ِูŠْู†َ


Artinya: Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh.


[Al A'raf: 199]


Allah taala berfirman:


ูˆَู„َุง ุชَู‚ْูُ ู…َุง ู„َูŠْุณَ ู„َูƒَ ุจِู‡ٖ ุนِู„ْู…ٌۗ ุงِู†َّ ุงู„ุณَّู…ْุนَ ูˆَุงู„ْุจَุตَุฑَ ูˆَุงู„ْูُุคَุงุฏَ ูƒُู„ُّ ุงُูˆู„ٰูۤ‰ِูٕƒَ ูƒَุงู†َ ุนَู†ْู‡ُ ู…َุณْู€ُูٔˆْู„ًุง.


Artinya: Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak kauketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.


[Al Isra': 36]


Allah taala berfirman:


ู‚ُู„ْ ู‡َุงุชُูˆْุง ุจُุฑْู‡َุงู†َูƒُู…ْ ุงِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุตٰุฏِู‚ِูŠْู†َ


Artinya: Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu orang-orang yang benar.


[Al Baqarah: 111]


Jadi, membuktikan kredibilitas atau kebenaran suatu kelompok bukanlah melihat kepada prilaku orang awamnya yang menganut kelompok tersebut. Melainkan, melihat kepada asas, pilar dan pondasi yang dibangun didalamnya. Lalu membantahnya dengan ilmu. Oleh karena itu, berhujjah dengan kejahilan penganut suatu kelompok bukan berarti kelompok tersebut sedemikian rupa dan ini merupakan cacat logika yang parah dan berakibat fatal jika telah mengelabui orang jahil lainnya. Sebab, anda-lah nanti yang akan menanggung dosa dosa mereka.


C. AWAM HANBILAH MENDZOLIMI IBNU JARIR ATTABARI (W 310 H).


Jika prilaku orang awam menjadi standar pembenaran suatu kelompok. Maka, bagaimana dengan kredibilitasan Madzhab Hanabilah hari ini yang dianut oleh kelompok wahhabi, patut dipertanyakan apa tidak?. Sebab, orang orang awam dalam kelompok ini pernah melakukan kedzoliman terhadap Imam Ibnu Jarir Attabari sang pemilik kitab tafsir dan tarikh sekaligus ulama salaf dizamannya.


Al Imam Ibnu Atsir (W 640 H) mengisahkan dalam kitab tarikhnya;


ุฐูƒุฑ ูˆูุงุฉ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุฌุฑูŠุฑ ุงู„ุทุจุฑูŠ

ูˆููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุณู†ุฉ ุชูˆูู‰ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุฌุฑูŠุฑ ุงู„ุทุจุฑูŠ ุตุงุญุจ ุงู„ุชุงุฑูŠุฎ ุจุจุบุฏุงุฏ ูˆ ู…ูˆู„ุฏู‡ ุณู†ุฉ ุฃุฑุจุน ูˆุนุดุฑูŠู† ูˆู…ุงุฆุชูŠู† ูˆุฏูู† ู„ูŠู„ุง ุจุฏุงุฑู‡ ู„ุงู† ุงู„ุนุงู…ุฉ ุงุฌุชู…ุนุช ูˆู…ู†ุนุช ู…ู† ุฏูุชู‡ ู†ู‡ุงุฑุง ูˆุงุฏุนูˆุง ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุฑูุถ ุซู… ุงุฏุนูˆุง ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุงู„ุญุงุฏ ูˆูƒุงู† ุนู„ู‰ ุจู† ุนูŠุณู‰ ูŠู‚ูˆู„ ูˆุงู„ู„ู‡ ู„ูˆ ุณุฆู„ ู‡ุคู„ุงุก ุนู† ู…ุนู†ู‰ ุงู„ุฑูุถ ูˆุงู„ุงู„ุญุงุฏ ู…ุง ุนุฑููˆู‡ ูˆู„ุง ูู‡ู…ูˆู‡.


Artinya: Menjelaskan wafatnya Muhammad bin Jarir Attabari. Pada tahun ini (tahun 310 Hijriah) Muhammad bin Jarir Attabari sang pemilik Tarikh wafat di Baghdad. Beliau dilahirkan pada tahun 224 dan beliau dikebumikan dirumahnya sendiri pada malam hari karena orang orang awam berbondong dan mencegah penguburannya pada waktu siang. Mereka (orang orang awam itu) mengklaim bahwa Attabari adalah seorang Syi'ah Rafidah dan seorang ateis. Ali bin Isa berkata; demi Allah, seandainya mereka ditanya tentang arti Rafidah dan Ateis, mereka tidak mengetahuinya dan tidak akan faham tentangnya.


[Al Kamil Fi Attarikh: 8/42]


Anda tahu siapa yang dimaksud orang awam dalam ucapan Imam Ibnu Atsir tadi?. Al Imam Ibnu Katsir (W 774 H) menuliskan:


ูˆุฏูู† ููŠ ุฏุงุฑู‡ ู„ุฃู† ุจุนุถ ุงู„ุฑุนุงุน ู…ู† ุนูˆุงู… ุงู„ุญู†ุงุจู„ุฉ ู…ู†ุนูˆุง ู…ู† ุฏูู†ู‡ ู†ู‡ุงุฑุงً ، ูˆู†ุณุจูˆู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฑูุถ ، ูˆู…ู† ุงู„ุฌู‡ู„ุฉ ู…ู† ุฑู…ุงู‡ ุจุงู„ุฅู„ุญุงุฏ ، ูˆุญุงุดุงู‡ ู…ู† ู‡ุฐุง ูˆู…ู† ุฐุงูƒ ، ุจู„ ูƒุงู† ุฃุญุฏ ุฃุฆู…ุฉ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ููŠ ุงู„ุนู„ู… ) ุจูƒุชุงุจ ุงู„ู„ู‡ ูˆุณู†ุฉ ุฑุณูˆู„ู‡ ، ูˆุฅู†ู…ุง ุชู‚ู„ุฏูˆุง ุฐู„ูƒ ุนู† ุฃุจูŠ ุจูƒุฑ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุฏุงูˆุฏ ) ، ุญูŠุซ ูƒุงู† ูŠุชูƒู„ู… ููŠู‡ ูˆูŠุฑู…ูŠู‡ ุจุงู„ุนุธุงุฆู… ูˆุจุงู„ุฑูุถ .


Artinya: Attabari dikebumikan dirumahnya sendiri. Karena, sebagian orang orang rendahan dari kelompok awam Hanabilah (pengikut madzhab Hanbali) mereka mencegah pemakamannya di siang hari. Dan mereka (orang awam Hanabilah) mengecap beliau sebagai Rafidah dan orang orang bodohnya menuduhnya sebagai ateis. Padahal, Attabari jauh dari sangkaan ini dan dari hal tersebut. Justru, Attabari merupakan salah satu para imam umat Islam dalam keilmuan Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah. Mereka hanya mengikuti ucapan Abi Bakar Muhammad bin Dawud, ia pernah berkata tentang Attabari dan menuduhnya dengan hal hal yang besar dan tuduhan Syiah Rafidah.


[Bidayah Wa Annihayah: 12/59]


Al Imam Ibnu Katsir (W 774 H) menuliskan sebelumnya;


ูˆุฑูˆู‰ ุงู„ุฎุทูŠุจ ุนู† ุฅู…ุงู… ุงู„ุฃุฆู…ุฉ ุฃุจูŠ ุจูƒุฑ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุฅุณุญุงู‚ ุจู† ุฎุฒูŠู…ุฉ ุฃู†ู‡ ุทุงู„ุน ูƒุชุงุจ ุงู„ุชูุณูŠุฑ ู„ุงุจู† ุฌุฑูŠุฑ ููŠ ุณู†ูŠู† ู…ู† ุฃูˆู„ู‡ ุฅู„ู‰ ุขุฎุฑู‡ ، ุซู… ู‚ุงู„ : ู…ุง ุฃุนْู„َู…ُ ุนู„ู‰ ุฃَุฏูŠู… ุงู„ุฃุฑุถ ุฃุนู„ู… ู…ู† ุงุจู† ุฌุฑูŠุฑ ، ูˆู„ู‚ุฏ ุธَู„َู…َุชู‡ ุงู„ุญู†ุงุจู„ุฉ ) . ูˆู‚ุงู„ ู„ุฑุฌู„ ุฑุญู„ ุฅู„ู‰ ุจุบุฏุงุฏ ูŠูƒุชุจ ุนู† ุงู„ู…ุดุงูŠุฎ - ูˆู„ู… ูŠุชูู‚ ู„ู‡ ุณู…ุงุน ู…ู† ุงุจู† ุฌุฑูŠุฑ ؛ ู„ุฃู† ุงู„ุญู†ุงุจู„ุฉ ูƒุงู†ูˆุง ูŠู…ู†ุนูˆู† ุฃู† ูŠุฌุชู…ุน ุจู‡ ุฃุญุฏ - ูู‚ุงู„ : ู„ูˆ ูƒุชุจุช ุนู†ู‡ ู„ูƒุงู† ุฎูŠุฑุงً ู„ูƒ ู…ู† ูƒู„ ู…ู† ูƒุชุจุช ุนู†ู‡.


Artinya: Al Khatib meriwayatkan dari Imamul A'immah Abi Bakar bin Ishaq bin Khuzaimah bahwasanya Ibnu Khuzaimah sudah mempelajari kitab tafsir karya Ibnu Jarir (Attabari) selama bertahun-tahun dari awal hingga akhir dan beliau berkata: Tidaklah aku ketahui diatas permukaan bumi ini sosok yang sangat alim ketimbang Ibnu Jarir. Namun, kelompok Hanabilah telah kedzoliminya. Ibnu Khuzaimah pernah berkata kepada seseorang yang hendak melakukan perjalanan ke Baghdad untuk menulis biografi para Syaikh. Tapi, ia tidak bisa memiliki kesempatan untuk mendengarkan langsung dari Ibnu Jarir. Karena, kelompok Hanabilah mereka melarang siapapun yang berkumpul dengannya. Lalu, Ibnu Khuzaimah berkata: Seandainya kau menulis tentangnya (Ibnu Jarir) itu lebih baik padamu ketimbang orang orang yang telah kau tulis tentang mereka.


[Bidayah Wa Annihayah: 12/57-58]


Apakah dengan data data ini, kita semua bisa mengklaim seenak hati bahwasanya madzhab Hanabilah yang dianut oleh Wahhabi itu merupakan madzhab extreme? Madzhab pendzolim ulama salaf?. Jelas tidak. Justru, kebenaran yang dijadikan fokus pembahasan disini adalah pada asas madzhabnya bukan para prilaku atau tindakan orang awam nya. Begitu cara berargumentasi yang sehat wahai bang Toyib maulidi.


Begitupun dengan madzhab saadah Sufiyyah. Kredibilitas madzhab ini tidak akan pernah roboh hanya karena orang lemah bodoh yang melakukannya. Kredibilitas masing masing kelompok berpatokan pada asasnya bukan tindakan orang awamnya.


Apabila sahabat sahabat ingin mengetahui sufi yang sesungguhnya. Maka, silahkan cek dan baca postingan kami dibawah ini di Halaman Facebook ID Cyber aswaja;


Link:

https://www.facebook.com/share/p/1DPv9R2MJc/


Link:

https://www.facebook.com/share/p/14VxxW6kLJZ/


Semoga Allah jauhkanlah kita semua dari tipu daya manusia manusia jahat dan semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah taala dan diatas kebenaran. Aamiin. Barakallahu fiikum.


Al Imam Abi Nashr Assiraj Attusi (W 378 H) berikut ini:


ูŠู†ุจุบู‰ ู„ู„ุนุงู‚ู„ ูู‰ ุนุตุฑู†ุง ู‡ุฐุง ุฃู† ูŠุนุฑู ุดูŠุฆุง ู…ู† ุฃุตูˆู„ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุนุตุงุจุฉ ูˆู‚ุตูˆุฏู‡ู… ، ูˆุทุฑูŠู‚ุฉ ุงู‡ู„ ุงู„ุตุญุฉ ูˆุงู„ูุถู„ ู…ู†ู‡ู… ุญุชู‰ ูŠู…ูŠุฒ ุจูŠู†ู‡ู… ูˆุจูŠู† ุงู„ู…ุชุดุจู‡ูŠู† ุจู‡ู… ، ูˆุงู„ู…ุชู„ุจุณูŠู† ุจู„ุจุณู‡ู… ، ูˆุงู„ู…ุชุณู…ูŠู† ุจุฅุณู…ู‡ู… ، ุญุชู‰ ู„ุง ูŠุบู„ุท ูˆู„ุง ูŠุฃุซู…


Artinya: Sudah sepantasnya orang yang berakal dizaman kita ini, dia mengetahui ushul dikelompok ini (sufiyyah) dan tujuan tujuan mereka, mengetahui jalannya para ahli kebenaran dan utama daripada mereka. Sampai ia bisa membedakan antara mereka (yang asli) dan antara orang orang yang sekedar meniru mereka, yang memakai pakaian mereka dan yang menamakan diri mereka dengan nama mereka (asli sufi) sehingga dia tidak keliru dan jatuh pada dosa.


[Alluma' Littusi: 18]


Al Imam Assya'rani (W 973 H) mengatakan:


ููˆุถุนุช ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฑุณุงู„ุฉ ูƒุงู„ู…ูŠุฒุงู† ุงู„ุชูŠ ูŠูˆุฒู† ุจู‡ุง ุงู„ู…ุญู‚ ูˆุงู„ู…ุจุทู„، ูู…ู† ูˆุงูู‚ ุญุงู„ู‡ ู…ุง ููŠู‡ุง ูู„ูŠุญู…ุฏ ุงู„ู„ู‡، ูˆุฅู„ุง ูู„ูŠุณุชุบูุฑ ู…ู† ุฏุนุงูˆูŠู‡ ุงู„ูƒุงุฐุจุฉ.


Artinya: Aku membuat risalah ini seperti halnya membuat perbandingan yang membandingkan yang benar dan yang batil. Maka, barang siapa yang sesuai prilaku nya sama seperti didalamnya. Maka, Alhamdulillah. Jika tidak maka mintalah ampunan untuk orang yang mengaku ngaku lagi pendusta itu.


[Al Anwar Al Qudsiyyah Fii Ma'rifah Qawaid Assufiyyah: 12]


Selesai


© ID Cyber aswaja.


NB: Dilarang untuk merubah sumber yang telah diterbitkan tanpa adanya izin resmi dari tim ID Cyber aswaja dan penulis tanpa terkecuali.

.

.

.

.

.

#aswaja #sunni #wahhabi #salafi #sesat #manhajsalaf #ahlisunnah #kajiansunnah #dakwahislam #ngertiagama #mujassimah #wahhabiyyah #literasi #fyp