Puluhan Ribu Umat Hadiri Tabligh Akbar Kebangsaan di Kuningan, Habib Rizieq Soroti Bahaya LGBT-Q dan Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Senin, 10 Agustus 2026
Faktakini.info, Jakarta - Tabligh Akbar Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang digelar di halaman Masjid Syarul Islam, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Ahad malam (9/8/2026), berlangsung sukses dan dihadiri para ulama, habaib, tokoh dan puluhan ribu umat.
Acara ini juga dihadiri Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si dan Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn. Juga dihadiri Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan U. Kusmana, S.Sos., M.Si., Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuningan Drs. KH. Dodo Syarif Hidayatullah, M.A. dan lainnya.
Kegiatan yang mengusung tema “Bersatu dalam Iman, Bersama untuk Negeri” tersebut diselenggarakan Forum Peduli Dakwah Kuningan. Acara diisi tausiyah oleh Imam Besar Umat Islam Indonesia, Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Syihab.
Dalam ceramahnya, Habib Rizieq banyak mengingatkan umat mengenai pentingnya menjaga moral dan generasi muda. Salah satu persoalan yang mendapat sorotan cukup tajam adalah fenomena LGBT-Q yang menurutnya perlu diwaspadai karena dapat membawa dampak serius terhadap kehidupan sosial, moral, dan kesehatan masyarakat.
Habib Rizieq mengingatkan agar generasi muda tidak terjerumus dalam perilaku seksual yang berisiko. Ia juga menyinggung persoalan HIV/AIDS serta berbagai gangguan kesehatan yang dapat berkaitan dengan praktik seksual berisiko, termasuk kerusakan atau gangguan pada organ anus dan masalah pengendalian buang air besar.
Dalam penyampaiannya, ia menggambarkan secara keras dampak yang dapat dialami seseorang akibat praktik seksual tertentu, termasuk gangguan pada fungsi anus hingga kesulitan menahan buang air besar. Pesan tersebut disampaikan sebagai peringatan agar umat, khususnya kaum muda, menjauhi perilaku seksual yang dianggap membahayakan.
Selain persoalan moral dan kesehatan, Habib Rizieq juga menekankan pentingnya persatuan umat dan bangsa.
Ia mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi maupun diadu domba oleh pihak-pihak yang ingin memecah persaudaraan. Menurutnya, perbedaan di tengah masyarakat harus disikapi dengan kedewasaan, sementara persatuan harus terus dijaga demi terciptanya Indonesia yang aman, damai, maju dan berkah.
“Bersatu dalam iman, bersama untuk negeri,” menjadi salah satu pesan utama yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.
Dalam ceramahnya, Habib Rizieq turut menyinggung polemik dugaan ijazah palsu Joko Widodo, dan meminta kasus ini diproses hingga tuntas dan Jokowi harus ditangkap dan di penjara jika terbukti bersalah. Ia menyoroti bahwa selama ini sejumlah bupati, polisi, ASN, maupun pejabat yang terbukti menggunakan ijazah palsu dapat diberhentikan dari jabatan dan diproses secara hukum.
Menurutnya, jika dugaan serupa benar dilakukan oleh seorang presiden, tentu persoalannya menjadi jauh lebih serius dan harus diproses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Tabligh akbar berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh antusiasme. Ribuan jamaah mengikuti rangkaian acara hingga selesai, sekaligus memanjatkan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, kemajuan dan keberkahan Indonesia.
Para hadirin juga bersama-sama menyanyikan mars Aksi Bela Islam, lalu lagu kebangsaan Hari Merdeka karya Habib Hussein Al Muthahar.
Melalui kegiatan tersebut, panitia berharap semangat memperingati kemerdekaan tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan seremonial, tetapi juga melalui penguatan iman, kepedulian terhadap generasi muda, serta komitmen menjaga persatuan dan kehidupan sosial yang harmonis.





