Dzikir Kebangsaan 2026 di Masjid Istiqlal, Habib Luthfi Ajak Generasi Muda Tak Lupakan Sejarah Perjuangan Bangsa
Rabu, 12 Agustus 2026
Faktakini.info, Jakarta - Suasana khidmat menyelimuti Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu malam (9/8/2026), saat digelar Doa Keselamatan Bangsa, Dzikir Kebangsaan dan Haul Pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang digelar Pengurus Besar Jamiyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (PB Jatma Aswaja) tersebut dihadiri sejumlah pejabat negara, ulama, tokoh agama, serta tokoh muda lintas agama.
Hadir antara lain Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta Ketua Umum PB Jatma Aswaja Habib Luthfi bin Ali bin Yahya. Para jemaah mengikuti rangkaian acara dengan pembacaan zikir, selawat dan doa untuk keselamatan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Habib Luthfi menegaskan bahwa Dzikir Kebangsaan tidak sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali mengingat sejarah perjuangan bangsa.
Menurut Habib Luthfi, kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan bersama berbagai elemen bangsa, bukan milik satu kelompok, agama maupun suku tertentu.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengenang jasa para pendahulu yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan dan membangun fondasi bangsa.
“Dzikir Kebangsaan” dinilai dapat menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran sejarah kepada generasi penerus agar tidak kehilangan jejak perjuangan para pendiri bangsa.
Habib Luthfi juga mengajak masyarakat, khususnya keluarga, untuk mengenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada anak-anak sejak dini. Menurutnya, generasi muda perlu mengetahui bagaimana ulama, tokoh agama, rakyat dan berbagai elemen masyarakat bersatu dalam perjuangan melawan penjajahan.
Ia berharap kegiatan Dzikir Kebangsaan tidak hanya berlangsung di Jakarta, tetapi dapat tumbuh di berbagai daerah menjelang peringatan Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus.
“Harapannya, sepulangnya nanti kita dari Dzikir Kebangsaan ini akan mendapatkan satu buah yang luar biasa: bekal menambahkan cinta bangsa, cinta tanah air,” pesan Habib Luthfi.
Selain doa dan zikir, kegiatan tersebut juga diisi dengan haul pendiri NKRI serta prosesi Baiat Kubro yang dipimpin Habib Luthfi. Kehadiran tokoh-tokoh muda lintas agama turut memperlihatkan semangat kebersamaan dan persaudaraan dalam menjaga persatuan bangsa.
Melalui Dzikir Kebangsaan 2026, para peserta diajak tidak hanya mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga meneruskan semangat perjuangan dengan menjaga persatuan, kerukunan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sumber: internet
