Telah Wafat Bapak Haji Faisal Silenang, S.H., Mantan Ketua Bantuan Hukum Front (BHF) FPI Sulsel
Rabu, 22 Juli 2026
Keluarga Besar Front Persaudaraan Islam (FPI) Kota Parepare Sampaikan TA'ZIYAH atas Wafatnya Bapak Haji Faisal Silenang, S.H., Mantan Ketua Bantuan Hukum Front (BHF) FPI Sulawesi Selatan
Parepare, 22 Juli 2026 — Suasana duka menyelimuti keluarga besar Front Persaudaraan Islam (FPI) atas berpulangnya ke rahmatullah Bapak Haji Faisal Silenang, S.H., mantan Ketua Bantuan Hukum Front (BHF) FPI Sulawesi Selatan, pada Rabu, 22 Juli 2026, pukul 04.27 WITA.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan bagi keluarga, sahabat, serta seluruh ikhwan seperjuangan yang mengenal sosok beliau sebagai pribadi yang memiliki kepedulian terhadap perjuangan umat dan dakwah Islam. Meski setiap manusia memiliki perjalanan hidup masing-masing, wafatnya seorang muslim tetap menjadi momentum untuk saling mendoakan dan mengambil pelajaran bahwa setiap jiwa pasti akan kembali menghadap Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan belasungkawa, Front Persaudaraan Islam (FPI) Kota Parepare menerbitkan pernyataan TA'ZIYAH serta mengajak seluruh kaum muslimin untuk memperbanyak doa bagi almarhum agar Allah menerima amal salehnya, mengampuni segala dosa dan kekhilafannya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Ketua FPI Kota Parepare, Ustadz Fahri Nusantara, menyampaikan bahwa kematian adalah nasihat yang paling agung bagi setiap orang yang masih diberi kesempatan hidup.
"Hari ini kita mengantar doa untuk seorang saudara kita. Esok atau lusa, bisa jadi kitalah yang akan diantar dengan doa yang sama. Karena itu, janganlah kita sibuk menghitung usia, tetapi sibukkanlah diri menghitung bekal amal menuju akhirat. Semoga Allah menerima seluruh amal kebaikan Bapak Haji Faisal Silenang, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, dan menjadikannya termasuk hamba-hamba yang memperoleh rahmat serta ridha-Nya."
Beliau juga mengajak seluruh keluarga besar FPI dan umat Islam untuk menjadikan musibah ini sebagai pengingat agar semakin memperkuat ukhuwah, memperbanyak amal saleh, serta tidak pernah berhenti mendoakan sesama muslim yang telah mendahului.
"Seorang mukmin tidak pernah benar-benar berpisah dengan saudaranya. Ketika lisannya terus mendoakan, ketika amal jariyah masih mengalir, dan ketika kenangan kebaikan tetap hidup, maka ikatan ukhuwah itu tetap terjalin. Mari hadiahkan doa terbaik untuk almarhum, karena doa dari saudara seiman adalah hadiah yang paling berharga bagi mereka yang telah kembali kepada Allah."
Di penghujung pernyataannya, Ustadz Fahri Nusantara memanjatkan doa:
"Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ampunilah Bapak Haji Faisal Silenang dengan ampunan yang sempurna. Limpahkan rahmat-Mu kepadanya, lapangkan dan terangilah alam kuburnya, tetapkan hatinya ketika menghadapi pertanyaan di alam barzakh, jadikan kuburnya sebagai taman dari taman-taman surga, terimalah seluruh amal ibadah, perjuangan, dan kebaikannya, serta pertemukan beliau bersama para nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh di Surga Firdaus-Mu. Ya Allah, hiburlah hati keluarga yang ditinggalkan, anugerahkan kesabaran yang indah, keteguhan iman, dan pahala yang berlipat ganda. Sesungguhnya Engkaulah Dzat Yang Maha Mendengar setiap doa. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn."
إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
"Semoga Allah menerima seluruh amal kebaikan almarhum, meninggikan derajatnya di sisi-Nya, dan menghimpunkan kita semua kelak dalam surga-Nya yang penuh kenikmatan."
