Tegas! Habib Rizieq: Mahfud Pahlawan Kesiangan, Dulu Dia yang Bubarin FPI Ormas Nahi Munkar

 



Sabtu, 25 Juli 2026

Faktakini.info, Jakarta - Imam Besar Habib Rizieq Syihab melontarkan kritik keras terhadap mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD terkait pernyataannya yang menilai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam saat ini tidak lagi menjalankan fungsi amar ma'ruf nahi mungkar secara optimal.

Dalam ceramah yang beredar di media sosial pada Jumat (24/7/2026), Habib Rizieq menyebut Mahfud sebagai "pahlawan kesiangan" karena baru menyampaikan kritik tersebut setelah tidak lagi menjabat sebagai Menko Polhukam.

"Ada satu mantan Menko Polkam sekarang bilang sudah tidak ada organisasi yang amar ma'ruf nahi mungkar. Padahal Front Pembela Islam (FPI) organisasi yang menurut kami menjalankan fungsi itu justru dibubarkan ketika dia menjadi Menko Polhukam," ujar Habib Rizieq.

Menurut Habib Rizieq, pernyataan Mahfud dinilai bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah yang membubarkan Front Pembela Islam (FPI) pada akhir 2020. Ia mempertanyakan mengapa kini muncul keluhan mengenai minimnya peran amar ma'ruf nahi mungkar, sementara organisasi yang selama ini dikenal aktif menjalankan fungsi tersebut justru telah dibubarkan.

Habib Rizieq juga menilai sejumlah mantan pejabat baru berani menyampaikan kritik setelah tidak lagi berada dalam lingkaran kekuasaan. Menurutnya, kritik semacam itu seharusnya disampaikan ketika masih memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan.

Fakta di lapangan menunjukkan setelah Front Pembela Islam dibubarkan tahun akhir 2020 lalu, berbagai penyakit masyarakat justru semakin marak di berbagai daerah. Peredaran minuman keras, praktik pelacuran, penyebaran LGBT, serta berbagai bentuk kemaksiatan dan penyakit masyarakat lainnya semakin merajalela karena tidak lagi ada gerakan sosial yang secara konsisten melakukan pengawasan, dakwah, dan pencegahan di lapangan sebagaimana yang selama ini dilakukan Front Pembela Islam.

Habib Rizieq menegaskan bahwa amar ma'ruf nahi mungkar bukan sekadar mengajak kepada kebaikan, tetapi juga mencegah kemungkaran sesuai ketentuan agama dan peraturan yang berlaku. Karena itu, Habib Rizieq berharap peran tersebut dapat terus dijalankan oleh umat Islam melalui dakwah, pendidikan, dan berbagai aktivitas sosial yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Sebelumnya, Mahfud MD menyatakan bahwa ormas-ormas Islam saat ini lebih banyak menjalankan fungsi amar ma'ruf atau mengajak kepada kebaikan, namun dinilai kurang menjalankan fungsi nahi mungkar, termasuk dalam menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap keliru. Pernyataan tersebut kemudian memunculkan beragam tanggapan dari berbagai kalangan, termasuk dari Imam Besar Habib Rizieq Syihab.