Prof Henri: Jokowi Tidak Pernah Rela Ijazahnya Dibuka dan Diteliti Lembaga Independen

 


Ahad, 12 Juli 2026

Faktakini.info

Prof Henri Subiakto

Sebenarnya saya tidak lagi suka tampil di acara TV berdebat dengan pendukung atau buzzer kekuatan politik tertentu. Karena saya walau berbeda pandangan dengan mereka, saya tidak berada pada posisi mendukung siapapun.

Sebagai akademisi PTN besar di Indonesia, saya hanya ingin untuk meluruskan pandangan yg bekok, terutama terkait penggunaan UU yg sejak awal dulu saya ikut mewarnai dan menjaganya.

Isu Kontroversi ijazah Jokowi ini bertahan hingga sekarang karena tokoh besar itu sampai sekarang tidak pernah rela ijazahnya dibuka dan diteliti oleh lembaga independen. Sejak dipertanyakan oleh Buku Bambang Tri tahun 2017. Tapi justru pertanyaan tentang ijazah ini, membuat dia dan Gus Nur ditangkap dan dipidana 2022.

Pertanyaan tentang ijazah itu terus berlanjut, belakangan tokohnya muncul ada dr Tifa, Roy, dan Rismon. Tapi beberapa tetap bertahan, Rismon dkk ada yg berubah haluan.

Masalah yg awalnya terkait keengganan pak Jokowi menunjukkan dan merelakan ijazahnya diperiksa secara terbuka, bergeser ke framing adanya fitnah dan pencemaran nama baik yg dilakukan oleh Tifa dan Roy terhadap pak Jokowi yg nampak “lugu dan sabar”.

Tapi di persidangan, persolan hukumnya juga bergeser. Dari laporan Mengenai Pencemaran nama baik bergeser jadi persoalan pengenaan pasal computer crime di UU ITE yg sanksinya sampai 8 dan 12 tahun. 

Ada penerapan yg dipaksakan, hingga bertentangan dengan lex Stricta, sudah diluar norma yg sebenarnya. Karena itu saya terpanggil supaya meliruskan kembali, jangan sampai persoalan utama dilupakan. Kasus utamanya secara hukum sdh makin bergeser terlalu jauh.

Agenda pengadilan seolah hanya masalah bagaimana nasib Tifa dan nanti Roy di depan hukum, lalu meninggalkan masalah utama membuktikan kebenaran ijazah Jokowi.

Apalagi kalau sampai Jokowi tidak bersedia hadir di Pengadilan dengan berbagai alasan. Dengan munculnya berbagai isu yang kadang menutupi persoalan identitas Jokowi ini.