Manipulasi Narasi "Habib Wafat Akibat Mubahalah" Kembali Disebar Sekte Imad, Publik Diimbau Waspada

 


Ahad, 19 Juli 2026

Faktakini.info, Jakarta - Sekte Imad sdg gencar sebarkan konten hoax:

"Habaib tewas sehari setelah mubahalah dgn PWI-LS, ini bukti PWI-LS yg asli cucu Rosul."

Padahal Habaib yg meninggal ini: Hussein Al Jufri sudah lama sakit dan wafat akibat sakitnya (Imad cs cepat/lambat jg pasti mati semua), sedangkan Habaib yg mubahalah tsb Habib Muhammad bin Salim Alhaddar dan sampai hari ini msh sehat wal afiat.

Sebuah narasi yang mengaitkan wafatnya seorang habib dengan peristiwa mubahalah kembali beredar di media sosial. Dalam sejumlah konten yang diedarkan oleh para buzzer Sekte Imad bin Sarman PWI-LS (orang-orang gila nasab) disebutkan bahwa seorang habib meninggal sehari setelah melakukan mubahalah melawannm antek PWI-LS , lalu peristiwa tersebut dijadikan sebagai "bukti" untuk membenarkan klaim mereka bahwa Imad cs lah yang asli dzurriyah Nabi Muhammad SAW, dan habaib nasabnya palsu.

Namun, berdasarkan informasi yang beredar dari pihak keluarga dan orang-orang yang mengenal almarhum, Habib Husin bin Abdullah Al Jufri disebut telah lama menderita sakit sebelum akhirnya wafat. Karena itu, mengaitkan wafatnya dengan mubahalah tanpa bukti yang dapat diverifikasi merupakan klaim dusta besar yang sangat keji.

Di sisi lain, pihak yang disebut sebagai lawan mubahalah dalam narasi tersebut, yaitu Habib Muhammad bin Salim Alhaddar juga dikabarkan masih dalam keadaan sehat. Hal ini menunjukkan bahwa klaim sebab-akibat yang disebarkan oleh para buzzer, youtuber dan pendukung Imad melalui potongan video maupun poster viral tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan hubungan antara mubahalah dan wafat seseorang.

Para ulama mengingatkan agar masyarakat lebih kritis terhadap konten yang sengaja membangun opini melalui judul sensasional, potongan video, maupun narasi yang belum terverifikasi. Mengaitkan kematian seseorang dengan peristiwa tertentu tanpa bukti yang kuat berpotensi menyesatkan publik dan menimbulkan fitnah.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah mempercayai konten yang disebarkan oleh Sekte Imad hanya karena telah viral. Karena sudah tidak terhitung berita dusta, manipulatif dan fitnah yang disebarkan oleh para pembenci habaib tersebut. Setiap klaim sekte Imad, terlebih yang menyangkut wafat seseorang, sebaiknya diperiksa berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi, bukan semata-mata narasi yang beredar di media sosial.

Perbedaan pandangan dalam suatu persoalan hendaknya disampaikan dengan argumentasi yang dapat diuji, bukan melalui klaim yang tidak memiliki dasar bukti yang jelas atau dengan memanfaatkan peristiwa duka untuk memperkuat posisi suatu kelompok.