Catatan Syaikh Mbah Rian Ibnu Harjo tenteng Dzuriyah Sayid Ahmad bin Isa Al-Muhajir Al-Husaini
Faktakini.info
Catatan Syaikh Mbah Rian Ibnu Harjo tenteng Dzuriyah Sayid Ahmad bin Isa Al-Muhajir Al-Husaini
Muhammad Salim Kholili
BANTAHAN KIAI Mbah Riyan ATAS ARGUMEN K.IMAD DI PERKARA NASAB
Syaikh Supriyanto menutup karyanya tentang polemik nasab yang berjudul "Al Khulashoh An Nafisah Fi Nisbati Abna'i Ahmad" (link karyanya di kolom komentar) dengan kesimpulan berikut:
أن كل نسابة في كل طبقة لم يستوعب ذكر الأشخاص، فأحيانا لا يذكر تماما ، تماما ، وأحيانا ينقص، وأحيانا يزيد. قلت: فليس كل ما يقع يقال، وليس كل ما يقال يكتب، وليس كل ما يكتب يصيب ؛ فليس عدم الذكر عدم الوجود، كما أن عدم العلم ليس علما بالعدم، فالعالم حجة على الجاهل، فزيادة الثقة مقبولة. وفوق كل ذي علم عليم. والله أعلم.
"Sesungguhnya setiap ahli nasab pada setiap generasi TIDAK MENCAKUP penyebutan SELURUH INDIVIDU. Terkadang ia sama sekali tidak menyebut seseorang, terkadang ada yang terlewat, dan terkadang ada pula tambahan.
AKU BERKATA: TIDAK SETIAP HAL YANG TERJADI HARUS DICERITAKAN, TIDAK SETIAP YANG DICERITAKAN HARUS DITULIS, DAN TIDAK SETIAP YANG DITULIS PASTI BENAR. Karena itu, TIDAK DISEBUTKANNYA sesuatu bukan berarti sesuatu itu TIDAK ADA, sebagaimana KETIDAKTAHUAN terhadap sesuatu bukanlah bukti bahwa sesuatu itu TIDAK ADA. Orang yang berilmu merupakan hujah atas orang yang tidak mengetahui, dan tambahan informasi yang dibawa oleh perawi atau orang yang terpercaya dapat diterima. Di atas setiap orang yang berilmu masih ada Yang Maha Mengetahui. Dan Allah lebih mengetahui".
أن كتب الأنساب القديمة المخطوطة لا تزال كثيرة، وبعضها مفقودة؛ فمن القصور والمجازفة جدا نفي صحة نسب شخص ما بحجة عدم ذكره في كتب، مع كون هذه الكتب لا تزال على صورها المخطوطة التي لم يطلع عليها بل بعضها قد يكون ضائعا مندرسا. والله أعلم.
"Bahwa kitab-kitab nasab klasik yang masih berupa manuskrip jumlahnya masih sangat banyak, bahkan sebagian di antaranya telah hilang. OLEH KARENA ITU, merupakan suatu kelalaian KELALAIAN dan tindakan yang GEGABAH jika MENOLAK KEABSAHAN NASAB seseorang hanya dengan alasan namanya TIDAK DISEBUTKAN dalam beberapa kitab. Sebab, kitab-kitab tersebut sebagian besar masih berupa naskah manuskrip yang belum diteliti secara menyeluruh, bahkan sebagian lainnya mungkin telah hilang atau musnah. Wallahu A'lam.
...
Semua data dari mbah Ryan ini makin keliatan jelas polanya, saya sebagai pembaca coba rangkum semuanya dari awal sampai akhir biar gak kebingungan, btw data yang mbah Ryan kasih ini lumayan lengkap dari berbagai abad dan berbagai sudut pandang, saya mulai dari data pertama yang menunjukkan perkembangan penyebutan anak-anak Ahmad bin Isa dari abad ke-4 sampai ke-12 Hijriah, di situ jelas terlihat bahwa ulama-ulama awal cuma menyebut satu anak yaitu Muhammad, tapi seiring waktu mulai bermunculan nama Ali, Husain, Abdullah, Ubaidullah, bahkan sampai Abu Qasim al-Abah, nah ini menarik karena pola pertambahan data ini menunjukkan bahwa para ulama belakangan punya akses ke informasi yang lebih lengkap, bukan berarti mereka mengada-ada.
Terus di data selanjutnya saya nemu penjelasan tentang asal usul penyebutan Ba'Alwi itu sendiri, ternyata ini cuma bentuk pendek dari Bani 'Alwi karena lidah lokal di Hadramaut sering menyingkat kata, sama kaya mereka bilang Ba Hasan atau Ba Husain, jadi ini bukan istilah asing yang dibuat-buat, lalu yang bikin saya makin yakin adalah cerita perjalanan para ulama dulu yang sampai nekat ke Irak cuma untuk mengumpulkan saksi-saksi adil, mereka bawa saksi itu balik ke Hadramaut dan kumpulin semua tokoh buat menyaksikan langsung, ini langkah pembuktian yang gak main-main menurut saya.
Saya lihat ada penjelasan detail soal rantai keturunan dari Ahmad bin Isa sampai ke Ali bin Abi Thalib, bahkan disebutin tujuh cabang besar di Hadramaut kayak Al Abu Bakr, Al Abdurrahman, Al Duiyyah, Al Abdullah, dan lainnya, semua tercatat rapi dengan nama-nama tokohnya, nah di bagian akhir saya juga nemu pernyataan tegas dari para ulama bahwa mengingkari nasab ini sama aja mengganggu Rasulullah, dan mereka juga menjelaskan bahwa semua ulama Hadramaut, Yaman, dan dua tanah suci sudah sepakat bulat tentang validitas nasab Ba'Alwi, gak ada satu pun ulama terpercaya yang membantah, bahkan ada cerita tentang koran yang nulis artikel meragukan nasab ini, tapi penulis teks dengan santai membantah dengan alasan bahwa pendapat itu gak punya dasar sejarah karena gak ada satu pun dokumen yang mendukung, yang saya tangkap dari semua data mbah Ryan ini adalah ada proses verifikasi yang panjang dan melibatkan banyak pihak lintas generasi, dari sekadar catatan nama di kitab sampe perjalanan fisik ke luar negeri dan pengambilan sumpah saksi, terus ada juga konsensus dari para ulama terkemuka di berbagai daerah yang udah mengakui nasab ini secara terbuka, data-data ini juga menunjukan bahwa ketidak tercatan suatu nama dalam kitab tertentu bukan berarti orang itu gak ada, karena banyak kitab kuno yang masih manuskrip atau bahkan hilang, jadi kalau ada yang membatalkan nasab Ba'Alwi cuma karena alasan gak disebut di satu dua kitab, saya rasa itu agak gegabah dan kurang mempertimbangkan kompleksitas tradisi penulisan nasab yang panjang ini.
apalagi setelah saya baca semua data dari mbah Ryan yang saling menguatkan satu sama lain, dari data abad ke-4 sampe abad ke-12 semuanya menunjukkan pola yang konsisten yaitu semakin ke belakang semakin banyak nama yang muncul dan semakin jelas silsilahnya, dan yang paling penting ada pengakuan dari para imam besar bahwa jalur Ba'Alwi melalui Ubaidullah bin Ahmad al-Muhajir itu sudah mutawatir dan diakui, ya gitu lah kira-kira hasil bacaan saya dari semua lembaran yang mbah Ryan kasih, saya cuma bisa bilang bahwa data ini cukup komprehensif dan memberikan gambaran utuh tentang bagaimana nasab Ba'Alwi dipertahankan dan diverifikasi oleh para ulama dari masa ke masa, untuk lebih lanjutnya saya serahkan lagi ke pembaca untuk mencocokkan sendiri antara argumen pembatalan yang sering didengar dengan data-data sejarah yang udah terkumpul ini.
Saya hanya sekedar menyampaikan apa yang saya baca dan pahami dari naskah yang mbah Ryan bagikan, terima kasih sudah menyimak dan silahkan tarik kesimpulan masing-masing.























