Belajar Soal Nasab Keluarga Rasul? Rujuk kepada Naqobah Asyraf Resmi yang Berkompeten





Ahad, 19 Juli 2026

Faktakini.info, Jakarta - Masyarakat yang ingin mempelajari atau menelusuri nasab keluarga Rasulullah SAW diimbau agar merujuk kepada lembaga-lembaga naqabah (otoritas pencatat nasab) yang diakui dan para ahli nasab yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.

Karena penentuan seseorang termasuk atau bukan dzurriyah Rasulullah SAW merupakan kewenangan lembaga-lembaga Naqabah Al-Asyraf resmi di berbagai negara, seperti Mesir, Hijaz, Irak, serta lembaga serupa di negara lain, termasuk Rabithah Alawiyah di Indonesia.

Tokoh-tokohnya antara lain Syarif Mahmoud Ahmad Hussein Al-Sharif (Ketua Naqabah Al-Asyraf Mesir), Syarif Ibrahim bin Manshur (Naqib Hijaz), dan Syarif Anas Al Kutbi (Naqib Hijaz) dan lainnya yang berkepentingan dan berwenang menjaga validitas silsilah keturunan Rasulullah SAW.

Kalau masyarakat bertanya kepada orang-orang gila nasab (Sekte Imad PWI-LS) bukan lagi dingawurkan, tetapi malah dipaksa mengakui Abbas Tompel PWI-LS lah yang cucu Nabi Muhammad SAW. Karena itu hindari dan jauhi orang-orang demikian.

Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa masyarakat yang ingin belajar, bertanya, atau melakukan verifikasi mengenai nasab keluarga Rasulullah maupun sejarah dan silsilah bangsa Arab sebaiknya mendatangi para pakar nasab dan lembaga naqabah yang memiliki otoritas serta rekam jejak keilmuan, bukan mengambil kesimpulan dari informasi yang belum terverifikasi.

Dengan merujuk kepada para ahli yang berkompeten, diharapkan pembahasan mengenai nasab dapat dilakukan secara ilmiah, berdasarkan dokumen, sanad, dan metodologi yang diakui, sehingga terhindar dari kesalahpahaman maupun klaim yang tidak memiliki dasar yang memadai.