Alsiyus Jelaskan Penghadangan Rombongan Ustadz Abdul Somad di Bandara Melalan: yang menolak UAS hanya segelintir
Selasa, 7 Juli 2026
Faktakini.info, Jakarta - Ketua Umum Taruna Gharda Mandiri (TGM) Kutai Barat, Alsiyus, meluruskan informasi terkait insiden yang terjadi saat kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Bandara Melalan, Sendawar, Jumat (3/7/2026). Ia menegaskan tidak ada penolakan dari masyarakat Kutai Barat terhadap kedatangan UAS.
Menurut Alsiyus, kendaraan yang ditumpangi UAS tidak mengalami penghadangan. Aksi yang sempat terjadi hanya menyasar beberapa mobil tim penjemput, termasuk kendaraan pribadinya.
"Pak Ustaz Abdul Somad dijemput dan dikawal oleh Bapak Kapolres dan Bapak Dandim. Beliau sampai ke tempat menginap dengan selamat. Yang diadang bukan mobil yang ditumpangi Pak UAS, melainkan beberapa kendaraan tim penjemput, termasuk kendaraan saya," kata Alsiyus saat ditemui di Sekretariat TGM, Kompleks Business Center Barong Tongkok, Senin (6/7/2026).
Ia mengatakan mobil yang dikendarainya sempat menjadi sasaran aksi massa hingga kaca spion mengalami kerusakan.
"Saya perlu meluruskan informasi yang berkembang. Mobil yang ditumpangi Pak UAS tidak dihadang. Yang terjadi adalah penghadangan terhadap kendaraan tim penjemput," ujarnya.
Alsiyus menjelaskan situasi di Bandara Melalan awalnya berlangsung normal. Penyambutan UAS dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Presidium Dewan Adat Kutai Barat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta panitia pelaksana.
Ia menilai aksi tersebut hanya dilakukan oleh segelintir orang dan tidak mencerminkan sikap masyarakat Kutai Barat.
"Saya tegaskan sekali lagi, Kutai Barat tidak pernah menolak kedatangan UAS. Yang keberatan hanya segelintir orang dan itu tidak mewakili masyarakat Kutai Barat," tegasnya.
Menurut Alsiyus, saat itu sekelompok orang sempat meminta bertemu langsung dengan UAS. Namun, demi menjaga keamanan, panitia bersama aparat memutuskan pertemuan tersebut tidak dilakukan.
"Sikap kami saat itu semata-mata untuk menjaga keamanan beliau dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan lancar," katanya.
Ia menambahkan, sebelum kegiatan berlangsung, sejumlah organisasi kemasyarakatan di Kutai Barat seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAG), Presidium Dewan Adat (PDA), dan TGM telah menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan melalui rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Karena itu, Alsiyus mengajak masyarakat menyampaikan setiap keberatan melalui dialog dan jalur hukum, bukan dengan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
"Kalau ada keberatan atau persoalan, sebaiknya disampaikan melalui jalur yang benar. Kita adalah negara hukum. Jangan sampai tindakan di lapangan justru merusak nama baik Kutai Barat," ujarnya.
Ketua Umum KONI Kutai Barat itu juga mengungkapkan sempat melaporkan dugaan perusakan kendaraannya ke Polres Kutai Barat. Namun, laporan tersebut telah dicabut karena memilih menyelesaikan persoalan secara damai.
"Saya sudah memaafkan mereka dan laporan itu sudah saya cabut. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga persaudaraan dan kondusivitas di Kutai Barat," katanya.
Sebagai informasi, UAS berkunjung ke Kutai Barat untuk menghadiri peringatan Hari Lahir ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning yang juga dihadiri Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Selain itu, UAS mengisi tabligh akbar di Masjid Al Muttaqin Islamic Center Melak. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar hingga rombongan kembali meninggalkan Kutai Barat.
#Bupatikubarfrederickedwin
#Ketuakonikubar Alsiyus
#Guburnurkaltim H. Rudy Masud
#PolresKubar
#Kodim09120kbr
#Salamdamai
Sumber: Eksposisi BorneoNews RUBAR
