Sugeng PWI-LS Makin Ruwet: Bukan Ahli Apa-Apa, Cuma Bisa Bikin Meme & Lupa Salat

 



Sabtu, 6 Juni 2026

Faktakini.info

Sugeng Sugiharto Makin Ruwet: Bukan Ahli Apa-Apa, Cuma Pandai Bikin Meme & Lupa Salat

Memang makin hari makin tidak karuan, makin lama makin kelihatan betapa RUWET, betapa berantakan, dan betapa kosongnya orang yang satu ini: Sugeng Sugiarto.

Kita semua jadi heran, geleng-geleng kepala, dan bertanya-tanya dalam hati: "Lha, dia ini lho sopo? Siapa sih sebenarnya dia? Apa keahlian dia? Apa dasar ilmunya?"

Coba kita bedah pelan-pelan, kita telusuri latar belakang aslinya, supaya semua orang paham betul siapa sosok yang selama ini sibuk mengaku-ngaku ahli, sibuk mengaku peneliti, padahal aslinya KOSONG MELONMPONG.

❌ Dia Sejarawan? BUKAN!

Tidak ada latar belakang sejarah, tidak pernah belajar sejarah Islam, tidak pernah mendalami kitab-kitab lama, tidak punya rujukan yang sahih. Semua tulisannya cuma potongan-potongan sembarangan, dikarang-karang sendiri, dan dibolak-balik sesuka hati dia. Sejarawan asli mengakui dia cuma orang awam yang sok tahu.

❌ Dia Ahli DNA / Genetika? BUKAN!

Ingat baik-baik! Keahlian aslinya, pendidikan tertingginya, gelar Doktor yang dia banggakan itu... DI BIDANG PERIKANAN. Dia ahli meracik pakan ikan nila, ahli mengurus kolam ikan mujahir, ahli budidaya ikan. Selesai! Urusan genetika manusia, urusan tes DNA, urusan haplogroup? Dia sama sekali TIDAK MENGERTI APA-APA! Dia cuma penjual jasa, cuma agen, cuma sales dari perusahaan luar. Dia cuma tukang kumpulkan sampel, kirim ke luar negeri, lalu hasilnya dia putarbalikkan buat kepentingan sendiri. Itu saja.

❌ Dia Ahli Nasab / Silsilah? BUKAN!

Ahli nasab itu harus paham kitab Ansak, paham silsilah Arab, paham sejarah Hadramaut, paham istilah keturunan. Dia? Tidak punya bekal apa-apa. Dia bikin silsilah sendiri, dia potong silsilah orang lain semau gue, dia anggap dia lebih pintar dari ulama Arab, lebih pintar dari Maktabah Asy-Syarif Kuwait, lebih pintar dari Al-Hafidz Az-Zabidi. Padahal aslinya BUTA ILMU.

❌ Dia Ahli Agama / Ulama? JAUH SEKALI BUKAN!

Tidak ada sanad ilmu, tidak pernah nyantri, tidak punya guru yang jelas, tidak mengerti dasar-dasar fikih, akidah, apalagi tasawuf. Agama dia ambil potongan sana-sini dari internet, dari kelompok pembenci, lalu dijadikan senjata. Dia mengaku pembela Islam, padahal ajarannya merusak persatuan, menanam kebencian, dan memfitnah Ahlul Bait.

JADI MENTOK-MENTOKNYA DIA ITU APA?

Yang dia bisa dan dia andalkan sekarang cuma satu: BIKIN MEME PAKAI BANTUAN KECERDASAN BUATAN / GEMINI.

Ya benar! Dia sudah kehabisan bahan, kehabisan dalil, kehabisan bukti. Maka sekarang caranya cuma satu: Pakai aplikasi, pakai AI, minta Gemini buat gambar-gambar aneh, buat tulisan yang berhalusinasi, buat grafik yang kelihatan ilmiah padahal kosong isinya... lalu dia posting seolah-olah itu hasil penelitian dia. MALU PUN TIDAK PUNYA! Dia menipu rakyat banyak dengan hasil halusinasi mesin, bukan hasil ilmu manusia.

Sudah Tua, Mboya Rajin Salat Saja!

Yang paling bikin hati miris dan sedih melihat kelakuannya: UMURNYA SUDAH TUA.

Sudah masuk usia senja, sudah dekat dengan kematian, sudah dekat dengan pertemuan dengan Allah SWT. Tapi apa yang dia kerjakan setiap hari?

Setiap hari, pagi siang sore malam... sibuk sekali bahas nasab. Tiap hari LIMA POSTINGAN, sepuluh postingan, isinya cuma itu-itu saja: Menyerang Habaib, memfitnah Ba ‘Alawi, meragukan silsilah, mengadu domba umat.

Tidak ada habisnya! Padahal itu bukan urusan dia, itu bukan kewajiban dia, itu tidak mendatangkan pahala apa-apa, malah penuh dosa fitnah dan dosa memecah belah.

Kita cuma mau mengingatkan dengan santun, tapi tegas:

"Pak Sugeng... sudah tua begini, mboya rajin salat saja. Ingat, seorang muslim itu WAJIB salat lima waktu. Itu kewajiban utama, itu tiang agama."

Mumpung masih diberi umur, mumpung masih dikasih kesempatan, mumpung mata masih bisa melihat, tangan masih bisa bergerak... sebaiknya perbanyak ibadah, perbanyak istighfar, perbanyak minta ampunan dosa.

Daripada waktunya habis, tenaganya habis, pikirannya habis, hartanya habis... cuma buat bahas nasab orang, cuma buat cari kesalahan orang, cuma buat membenci keturunan Nabi ﷺ... LEBIH BAIK DIPAKAI BUAT SALAT, BUAT PUASA, BUAT BACA AL-QUR'AN.

Kalian sibuk urus nasab orang, tapi nasab kalian sendiri sebagai manusia yang taat agama saja rusak karena lupa kewajiban utama.

Kalau kalian rajin salat, insyaallah hati jadi tenang, jadi damai, tidak panas, tidak iri, tidak gatal kalau melihat orang lain mulia. Kalau kalian dekat sama Allah, pasti kalian akan cinta sama kekasih-Nya dan keluarga beliau.

Tapi kalau begini terus: Sibuk bahas nasab setiap hari, lupa salat, lupa akhirat, sibuk bikin meme bohong... HATI-HATI PAK, KEMATIAN TIDAK PUNYA KABAR. Nanti kalau dipanggil Allah, yang dibawa cuma amal ibadah, bukan koleksi meme bohong buatan Gemini itu.

Heran...

Kami sampai heran sendiri melihat kelanjutan hidup dia.

Heran, kenapa orang tua kok hatinya masih keras begitu?

Heran, kenapa orang tua kok mulutnya masih penuh racun begitu?

Heran, kenapa orang tua kok mau dijadikan alat begal nasab seperti Mukimad dan Imaduddin?

Heran, kenapa orang tua kok bangga menyebar kebohongan?

Padahal kalau mau sadar, kalau mau bertobat, pintu Allah itu luas. Masih bisa minta maaf, masih bisa berhenti memfitnah, masih bisa berdamai dengan hati nurani.

Tapi sepertinya dia sudah tenggelam, sudah dibutakan iri hati, dan sudah terjebak bisnis dagangan tes DNA yang SUDAH RUNGKAD itu. Dia terus ngamuk, terus posting, terus marah-marah... karena dia bingung, karena dia rugi, karena dia malu dagangannya tidak laku.

Intinya, untuk Sugeng Sugiarto:

Kamu itu BUKAN SIAPA-SIAPA.

Bukan sejarawan, bukan ahli, bukan ulama.

Cuma pandai bikin meme hasil halusinasi.

Sudah, RAJIN SALAT SAJA! Itu yang paling utama. Jangan nanti di akhirat menyesal, karena nasab orang lain tidak berhasil kamu rusak, tapi nasab kemanusiaan dan keislaman kamulah yang rusak binasa.