Mukimad Tak Terima Habib Abu Bakar Disebut Ulama Al-Qutb? Sampai Media Gresik Pun Ikut Dicaci!

 


Selasa, 2 Juni 2026

Faktakini.info

Mukimad Tak Terima Habib Abu Bakar Disebut Ulama Al-Qutb? Sampai Media Gresik Pun Ikut Dicaci!

Oleh : Tamzilul Furqon 

Aneh bin ajaib.

Sebuah media lokal Gresik menulis profil dan sejarah seorang tokoh yang dihormati banyak masyarakat, yaitu Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf. Namun yang terjadi justru bukan diskusi ilmiah, bukan koreksi data, dan bukan bantahan berbasis fakta. Yang muncul malah caci maki, ejekan, bahkan serangan kepada media yang memuat berita tersebut.

Padahal yang menulis dan mengelola media itu adalah orang-orang Gresik sendiri. Mereka menuliskan sesuatu yang memang hidup dalam tradisi masyarakat Gresik selama puluhan bahkan ratusan tahun. Jika ada yang tidak sepakat dengan gelar "ulama besar", silakan kemukakan argumen. Jika tidak setuju dengan penyebutan "Al-Qutb", silakan sampaikan kajian dan referensinya.

Tetapi yang membuat heran, mengapa kemarahan itu seolah ditujukan kepada setiap hal yang berkaitan dengan habaib? Seakan-akan yang menjadi masalah bukan lagi isi berita, melainkan identitas tokohnya.

Fakta sejarah tidak berubah hanya karena ada yang tidak menyukainya. Habib Abu Bakar Assegaf dihormati oleh masyarakat luas, memiliki majelis yang dikenal, memiliki ribuan murid, dan hingga hari ini haul beliau masih dihadiri jamaah dari berbagai daerah. Itu adalah realitas sosial yang dapat disaksikan siapa saja.

Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar. Namun ketika setiap berita tentang seorang ulama langsung disambut dengan hujatan dan celaan, masyarakat tentu berhak bertanya: apakah yang sedang diperjuangkan sebenarnya pencarian kebenaran, atau sekadar kebencian yang sedang mencari sasaran?

Mengkritik boleh. Berbeda pendapat boleh. Tetapi kebiasaan mencaci setiap tokoh yang tidak disukai justru lebih banyak menunjukkan isi hati pencacinya daripada kekurangan orang yang dicaci.

Semoga kita semua diberi adab dalam berbeda pendapat, karena ilmu tanpa adab sering kali hanya melahirkan kebisingan.