KI Imad: Pandai Menuduh Kitab Orang Palsu, Tapi Tak Bisa Tunjukkan Asli Kitab Rujukannya Sendiri 🤣 #ODGJ

 


Rabu, 10 Juni 2026

Faktakini.info

KI Imad: Pandai Menuduh Kitab Orang Palsu, Tapi Tak Bisa Tunjukkan Asli Kitab Rujukannya Sendiri 🤣 #ODGJ

Sudah menjadi makanan sehari-hari, sudah menjadi kebiasaan basi, dan sudah menjadi ciri khas yang sangat kentara dari kelakuan KI Imaduddin beserta gerombolan Begal Nasab-nya: SELALU, TIADA HENTI, DAN TANPA LELAH menuduh kitab-kitab rujukan kita itu PALSU, PALSU, dan PALSU lagi.

Setiap kali kita menyodorkan bukti, setiap kali kita tunjukkan kitab lama, setiap kali kita sebut nama ulama besar yang mengakui nasab Ba ‘Alawi... jawaban dia selalu sama, kalimat dia selalu itu saja:

"Ah, kitab itu palsu!", "Itu sudah diubah!", "Itu pemalsuan belakangan!", "Itu tidak asli!", "Itu rekayasa!"

Dia menuduh kitab Asy-Syajarah Az-Zakiyyah palsu.

Dia menuduh kitab Majma’ Al-Ahbab karya Al-Hafidz Az-Zabidi palsu.

Dia menuduh kitab-kitab ulama Tarim palsu.

Dia menuduh dokumen resmi Maktabah Asy-Syarif Kuwait palsu.

Pokoknya, SEMUA YANG BUKTIKAN KITA BENAR, PASTI DIA BILANG PALSU.

Mulutnya seolah-olah dia hakim paling sahih, seolah-olah dia penjaga sejarah paling teliti, seolah-olah dia ahli peneliti naskah kuno paling hebat sedunia. Dia dengan entengnya, tanpa bukti, tanpa riset, tanpa dasar ilmu... memvonis ratusan kitab yang diakui dunia ilmu sejarah itu sebagai BARANG PALSU.

TAPI TUNGGU DULU... ADA PERTANYAAN BESAR YANG SELAMA INI DIA KABURI, DIA HINDARI, DIA TIDAK JAWAB!

Kalau menurut dia semua kitab kita palsu... TERUS KITAP APA YANG DIA PAKAI SENDIRI? APA DASAR DIA MENULIS DAN BERBICARA?

Dia selalu berteriak, selalu bangga, selalu mengangkat tinggi-tinggi satu nama kitab yang dia jadikan satu-satunya pegangan, satu-satunya rujukan, dan satu-satunya "kitab suci" bagi pemikirannya. Nama kitab itu adalah: Sajaroh Mubarokah.

Menurut KI Imaduddin:

"Semua kitab kalian palsu, cuma Sajaroh Mubarokah inilah satu-satunya kitab asli, satu-satunya benar, satu-satunya sahih, dan satu-satunya yang memuat sejarah asli silsilah Arab!"

Dia mengaku kitab ini adalah rujukan utamanya, sumber segala tulisannya, dasar segala fitnahnya. Semua teori dia soal nasab putus, soal asal-usul Ba ‘Alawi, soal sejarah Walisongo... semuanya bersumber dari kitab ini.

Nah, inilah yang bikin kami tertawa terbahak-bahak, bikin kami geleng-geleng kepala sampai pusing, dan bikin semua orang berakal sehat tahu betapa GILA DAN KACAU orang ini:

SAMPAI SAAT INI, DARI DULU SAMPAI SEKARANG... KI IMADUDDIN BELUM PERNAH, BELUM BISA, DAN TIDAK MAMPU MENUNJUKKAN BUKTI KEASLIAN KITAP SAJAROH MUBAROKAH ITU SAMA SEKALI! 🤣🤣🤣

Ini dia bukti kebohongan besar dan kegilaan nyata dia, mari kita bedah habis-habisan sampai dia malu sendiri.

1. Dia Sangat Keras Menuduh Kitab Kita Palsu...

Coba kita ingat lagi standar ganda dia yang luar biasa konyolnya:

✅ Terhadap Kitab Kita:

- Kitab kita ada naskah kuno asli ratusan tahun, dia bilang "Palsu!"

- Ada sanad jelas penulisnya, dia bilang "Palsu!"

- Ada salinan di perpustakaan dunia, dia bilang "Palsu!"

- Diakui ulama besar, dia bilang "Palsu!"

- Ada dokumen resmi negara, dia bilang "Palsu!"

Syarat dia ketat sekali, tinggi sekali, teliti sekali kalau untuk ukur kita. Dia minta bukti ini-itu, dia cari lubang jarum, dia cari kesalahan sekecil apa pun untuk bilang tidak sahih. Dia bertingkah seolah-olah dia ahli tertinggi yang tidak bisa ditipu.

❌ Terhadap Kitab Rujukannya Sendiri (Sajaroh Mubarokah):

- TIDAK ADA NASKAH ASLI KUNO. Tidak ada satu pun salinan tua, tulisan tangan penulis aslinya, atau naskah abad lampau yang bisa dia tunjukkan. Kosong!

- PENULISNYA TIDAK JELAS. Siapa penulis aslinya? Kapan ditulis? Di mana ditulis? Di mana disimpan naskah aslinya? Dia tidak tahu, dia tidak bisa jawab, dia kabur kalau ditanya.

- TIDAK ADA SANAD. Tidak ada rangkaian riwayat yang menyambungkan penulis ke zaman yang dibahas. Putus nyambung tidak jelas.

- BAHANNYA KABUR. Yang ada sekarang cuma fotokopian tipis-tipis, tulisan cetakan biasa, yang entah dari mana asalnya, entah siapa yang cetak, entah siapa yang susun.

Kalau standar dia dipakai untuk kitabnya sendiri... SAJAROH MUBAROKAH ITU PASTI DAN MUTLAK DINYATAKAN PALSU, TIDAK ASLI, DAN TIDAK SAHIH!

Tapi apa kata dia? "Ah, ini asli! Ini benar! Ini kitab suci kami!"

DASAR GILA! DASAR ORANG TIDAK WARAS! 🤣

Ukuran untuk orang lain satu, ukuran untuk diri sendiri lain. Apa namanya kalau bukan gila? Apa namanya kalau bukan penipu ulung?

2. Sampai Sekarang Belum Bisa Tunjukkan Bukti Keaslian Sedikit Pun!

Sudah berapa tahun dia sibuk urus nasab? Sudah berapa ribu kali dia posting soal kitab ini? Sudah berapa buku dia terbitkan yang bersumber dari sini?

Sudah sering kami tantang, sudah sering kami tanya, sudah sering kami minta:

"Wahai KI Imad, kalau memang Sajaroh Mubarokah itu asli, sahih, dan benar... TUNJUKKAN BUKTINYA! Tunjukkan naskah aslinya! Tunjukkan siapa penulisnya! Tunjukkan kapan ditulis! Kami minta lihat dokumen aslinya, bukan fotokopian abu-abu yang tidak jelas itu!"

Dan apa jawaban dia selama ini?

- Diam!

- Mengalihkan pembicaraan!

- Teriak-teriak halu!

- Bilang kita bodoh!

- Bilang kita tidak tahu sejarah!

- Tapi TIDAK PERNAH TUNJUKKAN BUKTI!

Dia tidak bisa tunjukkan, karena MEMANG TIDAK ADA! 🤣

Kitab itu sebenarnya apa?

Para peneliti sejarah yang waras, para ahli naskah kuno, para ulama yang paham... sudah sepakat menilai:

Kitab Sajaroh Mubarokah itu adalah karangan BELAKANGAN, rekayasa MODERN, kitab KARANGAN SENDIRI, dan disusun oleh orang yang tidak jelas keilmuannya, tidak bersanad, dan penuh kesalahan sejarah.

Isinya semuanya dibuat-buat, semuanya diarang, semuanya diputarbalikkan... supaya cocok dengan keinginan hati pembenci. Lalu kitab buatan itu dijadikan "rujukan", lalu dipakai menyerang kitab-kitab asli yang berumur ratusan tahun.

LUCU SEKALI DAN MEMALUKAN!

Bayangkan:

Ada orang bilang "Uang kalian palsu!", lalu dia tunjuk uang sendiri yang gambarnya dia lukis sendiri di kertas sembarangan, lalu dia bilang "Ini uang asli!".

Apakah orang itu waras? Tentu tidak! Dia pasti orang yang lari dari rumah sakit jiwa. #ODGJ

Begitu juga KI Imaduddin. Dia menuduh kitab kita (yang ada bukti aslinya) palsu. Tapi kitab dia sendiri (yang kosong buktinya) dia anggap benar.

ORANG MACAM INI TIDAK LAYAK DIAJAK BICARA SERIUS, KARENA DASARNYA SUDAH TIDAK WARAS! 🤣

3. Kata Penutup: Makin Lama Makin Kelihatan Gila dan Kosongnya

Kenyataan pahit yang harus diterima KI Imaduddin:

Kalian sibuk sekali menguji keaslian kitab orang, tapi GAGAL TOTAL membuktikan keaslian kitab rujukan kalian sendiri.

Kalian sibuk sekali memvonis kitab orang palsu, tapi TERBUKTI kitab rujukan kalianlah yang sebenarnya PALSU, REKAYASA, DAN TIDAK BERASAL USUL.

SAJAROH MUBAROKAH = KITAB TANPA BUKTI = KITAB KARANGAN = KITAB PALSU.

Sedangkan kitab kita: Asy-Syajarah Az-Zakiyyah, Majma’ Al-Ahbab, dll... tetap berdiri kokoh, tetap sahih, tetap diakui dunia, tetap punya bukti naskah asli, dan tetap membungkam mulut busuk kalian.

Sudahlah KI Imad...

Berhenti sok jadi ahli sejarah.

Berhenti menuduh kitab orang palsu.

Berhenti berhalusinasi.

Dan RAJIN-RAJIN KONTROL KE RUMAH SAKIT JIWA SAJA! 🤣🤣🤣

Karena kelakuanmu yang menuduh orang tapi tak bisa buktikan diri sendiri itu... JELAS-JELAS TANDA ORANG TIDAK WARAS! #ODGJ