Imad & Ghufron, Dua Orang Ini Viral Bukan Karena Kealiman, Tapi Karena Kesesatan & Kebohongan
Dua Orang Ini Viral Bukan Karena Kealiman, Tapi Karena Kesesatan & Kebohongan
Di tengah masyarakat yang rindu ulama dan pembimbing agama, belakangan ini muncul dua sosok yang namanya meledak di media sosial, dibahas ke mana-mana, jadi pembicaraan hangat dari warung kopi sampai kelompok pengajian. Tapi ingat baik-baik: mereka viral sama sekali bukan karena ilmu yang luas, akhlak yang mulia, atau ketaatan yang tinggi.
Mereka terkenal justru karena kesesatan ajaran, kebohongan nyata, dan kelakuan yang bertentangan dengan syariat. Dua orang itu adalah: Mukimad (Pimpinan Komplotan Begal Nasab) dan Agus Maryono (Ketua PWI LS Jateng).
Berikut fakta lengkap kenapa keduanya terkenal bukan karena kebaikan, tapi karena kerusakan yang mereka buat:
1. Mukimad: Viral Karena Menipu Nasab, Memutar Fakta, dan Menjadi Alat Pemecah Belah
Nama Mukimad sekarang sudah dikenal hampir seluruh Jawa Tengah bahkan Indonesia. Tapi apa yang membuatnya terkenal? Bukan karena dia hafal Al-Quran, bukan karena dia ahli fikih, bukan karena dia ahli waris, dan sama sekali bukan karena dia keturunan nabi atau wali.
Dia viral karena penipu ulung, pemimpin utama kelompok yang kami sebut "Komplotan Begal Nasab".
❌ Mengaku-ngaku Keturunan, Padahal Palsu Total
Bertahun-tahun dia teriak paling kencang: "Saya Al-Husaini! Saya keturunan Walisongo! Nasab saya sahih, Ba’alawi palsu!" Dia bangun silsilah palsu, dia buat buku rekayasa, dia tampil seolah dia orang paling mulia darahnya.
Tapi FAKTA SUDAH TERBUKTI TUNTAS:
- Hasil tes DNA asli: Mukimad masuk golongan G, ciri genetik yang sama dengan Yahudi Askenazi, BUKAN golongan J yang menjadi ciri mutlak keturunan Nabi ﷺ, Quraisy, dan Walisongo asli.
- Artinya: Dia sama sekali bukan keturunan nabi, bukan keturunan wali. Semua klaimnya bohong besar! Dia curi nama besar Walisongo cuma supaya dihormati, padahal darahnya tidak ada hubungannya sama sekali.
❌ Viral Karena Ajaran Sesat: Membatal-batalkan Nasab & Mengadu Domba
Dia jadi terkenal karena diajarin hal yang haram dan dilarang keras agama:
- Mengajarkan membatal-batalkan nasab orang lain tanpa bukti, menghina keturunan Ahlul Bait, menyebut keluarga Ba’alawi penipu, padahal mereka yang sudah terbukti sahih nasabnya lewat sejarah dan ilmu.
- Menjadi alat pemecah belah umat: diajarin benci ulama, benci habaib, benci sesama muslim, memutus tali persaudaraan. Ini ajaran yang sudah dilarang keras oleh PBNU dan seluruh ulama NU.
❌ Paling Viral Karena Putar Balik Fakta
Ketika ketahuan salah, ketahuan bohong, ketahuan ajarannya sesat... dia malah ubah cerita. Dulu teriak "Ba’alawi tidak ada!", sekarang ganti jadi "Ah, kami akui klannya kok, cuma namanya saja yang salah!" Permainan kata yang sangat dangkal, tapi dia bangga-banggakan.
Kesimpulan Mukimad:
Dia terkenal bukan karena alim, tapi karena penipu, pembohong, pemutar fakta, dan pengajar kebencian. Dia viral karena dosa besarnya, bukan karena keutamaannya. Kasihan pengikutnya yang dibutakan mata hatinya.
2. Agus Maryono: Viral Karena Provokatif, Melawan PBNU, dan Semakin Menyesatkan
Yang kedua tak lain adalah Agus Maryono, Ketua PWI LS Jawa Tengah saat ini, pengganti Kyai Mubarok yang keluar karena taat instruksi PBNU. Nama Agus Maryono sekarang juga sangat dikenal, tapi percayalah: tidak ada satu pun orang berakal sehat yang memuji kealimannya.
Dia terkenal karena sifat dan gerakannya yang sangat berbahaya:
❌ Viral Karena Melawan Instruksi Induk Organisasi
PBNU sudah mengeluarkan larangan tegas: "Warga NU dilarang ikut PWI LS, karena ormas ini mengadu domba dan membatal-batalkan nasab."
Kyai Mubarok yang dulu memimpin langsung mundur dan keluar karena dia NU tulen, taat pada ulama. Tapi Agus Maryono? Dia malah ngotot bertahan, malah makin agresif, malah makin memimpin ormas yang sudah dinyatakan menyimpang. Dia terkenal karena berani melarang apa yang diizinkan ulama, dan mengizinkan apa yang dilarang agama. Dia menganggap dirinya lebih benar daripada PBNU, lebih pintar daripada para ulama besar. Ini kesesatan akidah yang nyata.
❌ Sangat Provokatif, Menghasut, dan Menyulut Permusuhan
Inilah ciri khas dia yang paling terkenal. Setiap kali bicara, tulisan, atau pernyataan: semuanya penuh emosi, penuh makian, penuh tuduhan, penuh kebencian.
Dia tidak pernah bicara hal baik, tidak pernah ajak ibadah, tidak pernah ajak tolong-menolong. Yang ada hanya: "Benci mereka! Serang mereka! Mereka salah, kami benar!"
Dia jadi viral karena dia pandai menyulut api permusuhan. Dia senang kalau orang marah, dia senang kalau ada keributan, dia senang kalau umat pecah belah. Bagi orang beriman, pemimpin seperti ini adalah bencana, bukan pembimbing.
❌ Meneruskan Ajaran Sesat: Ubah Istilah, Tutupi Kebohongan
Sama seperti Mukimad, di bawah pimpinannya PWI LS makin gencar melakukan taktik kotor: ubah semua kesalahan jadi "Klan Ba’alawi".
Dulu mereka serang Ba’alawi sampai habis-habisan, sekarang ganti kata jadi "Klan Ba’alawi", seolah beda hal, padahal sama persis. Mereka memutarbalikkan fakta, membodohi pengikutnya, membuat orang bingung, bikin orang sengsara.
Agus Maryono terkenal bukan karena dia ahli agama, tapi karena dia ahli menghasut, ahli memprovokasi, dan ahli mempertahankan kebohongan. Dia pemimpin yang membawa pengikutnya ke jurang dosa, bukan ke jalan surga.
Perbandingan Nyata: Kyai Mubarok vs Mukimad & Agus Maryono
Supaya makin jelas siapa yang benar dan siapa yang sesat, lihat bedanya:
✅ Kyai Mubarok (Mantan Ketua):
- Saat PBNU melarang, beliau langsung patuh dan mundur.
- Tidak mau terlibat ormas adu domba dan perusak.
- Dihormati, selamat dari dosa, menjadi teladan NU Tulen.
- Terkenal karena ketaatan dan kebenaran.
Mukimad & Agus Maryono:
- Melawan instruksi ulama dan induk organisasi.
- Terus mengajarkan benci, fitnah, dan kebohongan nasab.
- Viral bukan karena ilmu, tapi karena kesesatan, penipuan, dan kejahatan.
- Terkenal karena dosa besar dan kerusakan yang mereka buat.
Kesimpulan: Viral Tapi Terkenal Karena Kejelekan
Dua orang ini sekarang memang sangat terkenal, namanya ada di mana-mana, tapi ingatlah selalu:
Mukimad & Agus Maryono itu viral BUKAN karena mereka ulama, bukan karena mereka alim, bukan karena mereka benar.
Mereka viral dan terkenal JUSTRU KARENA MEREKA SESAT, PEMBOHONG, DAN PENGHANCUR PERSATUAN UMAT.
Jangan sampai kita tertipu popularitas mereka. Orang yang benar tidak perlu mengaku-ngaku keturunan nabi kalau tidak punya. Orang yang benar tidak perlu memprovokasi orang lain supaya didengar. Orang yang benar akan patuh pada ulama dan menjaga persaudaraan.
Mereka? Kebalikannya semua. Biarkan saja mereka terkenal karena kejelekannya, kita tetap berpegang pada kebenaran, menjaga nasab, dan menaati para ulama yang patuh pada Allah dan Rasul-Nya.
