Tegas! Djarot PDIP ke Jokowi: Tunjukkan Ijazahmu! Enggak Usah Pakai Drama-drama di Pengadilan

 


Ahad, 31 Mei 2026

Faktakini.info, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat merespons terkait rencana kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke sejumlah daerah.

Beberapa daerah yang dijadwalkan akan dikunjungi antara lain Sumatera Barat (Sumbar), Lampung, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menanggapi hal tersebut, Djarot menilai bahwa rencana kunjungan ke daerah-daerah itu justru akan berdampak positif bagi partainya.

Menurutnya, hal tersebut akan memicu kader PDIP untuk bergerak lebih solid dari bawah hingga atas.

"Justru dengan beliau turun ke beberapa wilayah itu, partai kita semakin solid ya. Partai kita akan semakin solid untuk membangun internal partai maupun lebih solid untuk turun ke bawah. Jadi silakan saja beliau keliling ke mana pun, bebas ya," ujar Djarot usai pembekalan dan bimtek anggota fraksi PDIP DPRD tingkat provinsi, kabupaten dan kota se-Indonesia, kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (30/5/2026).

Namun, di samping menanggapi agenda kunjungan tersebut, Djarot juga menyoroti polemik terkait keaslian ijazah Jokowi yang diduga palsu dan kini ramai diperbincangkan publik

Ia menyarankan agar momentum kunjungan ke daerah ini dimanfaatkan oleh Jokowi untuk memperjelas persoalan agar tidak menjadi polemik berkepanjangan.

Kata Djarot, pengumuman kepada publik secara langsung menjadi langkah paling efektif untuk menyudahi polemik.

Masyarakat menurutnya butuh bukti dokumen fisik ijazah asli tanpa perlu melalui proses hukum yang berkepanjangan di pengadilan.

"Tapi ya beliau juga harus bisa menjelaskan, menunjukkan untuk supaya masyarakat betul-betul yakin bahwa ijazahnya itu asli. Tunjukkan saja ijazahnya. Paling enak itu enggak usah pakai drama-drama di pengadilan," jelas dia.

Ia menambahkan bahwa transparansi tersebut dapat menjadi cara untuk meredakan opini publik yang berkembang. 

"Barangkali untuk menetralisir itu, beliau akan menunjukkan ijazah aslinya untuk mengakhiri polemik yang terjadi," pungkas Djarot.

Sumber: Tribunnews.com