Andy Rompas Cs Tolak Kedatangan Ustadz Abdul Somad, Dinilai Cederai Semangat Pancasila dan Kebhinekaan
Senin, 18 Mei 2026
Faktakini.info, Jakarta - Penolakan terhadap kedatangan Ustadz Abdul Somad (UAS) di Sulawesi Utara oleh Andy Rompas bersama sejumlah ormas adat Minahasa menuai sorotan luas dari masyarakat. Sikap tersebut dinilai sebagai tindakan yang tidak mencerminkan semangat toleransi, Pancasila, serta nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam sejumlah pernyataannya, Andy Rompas menyampaikan penolakan terhadap kedatangan UAS dengan alasan menjaga kerukunan. Namun, banyak pihak menilai bahwa penolakan terhadap seorang ulama yang datang untuk berdakwah justru berpotensi menimbulkan kesan diskriminatif dan memperkeruh suasana.
Ustadz Abdul Somad dikenal sebagai salah satu pendakwah nasional yang memiliki jutaan jamaah dan pengikut di seluruh Indonesia. Ceramah-ceramahnya banyak dihadiri umat Islam dari berbagai kalangan, dan kehadirannya selama ini diterima di berbagai daerah tanpa menimbulkan gangguan keamanan.
Penolakan yang dilakukan oleh Andy Rompas dan kelompoknya yang hanya mewakili sebagian kecil elemen masyarakat, dikhawatirkan dapat memancing reaksi dari umat Islam yang merasa tokohnya diperlakukan secara tidak adil.
“Indonesia adalah negara hukum dan negara demokrasi. Setiap warga negara memiliki hak untuk berdakwah, berkumpul, dan menyampaikan pendapat selama tidak melanggar aturan yang berlaku,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Banyak kalangan juga mengingatkan bahwa Sulawesi Utara selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Karena itu, segala bentuk penolakan terhadap kegiatan keagamaan yang sah dinilai bertentangan dengan citra positif tersebut.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak terpancing provokasi. Semua pihak diharapkan mengedepankan dialog, saling menghormati, dan menjaga persatuan bangsa.
“Berbeda keyakinan bukan alasan untuk saling menolak. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan sesama anak bangsa,” demikian seruan sejumlah tokoh yang menyerukan agar situasi tetap kondusif.

