Diburu Hidup-hidup! Iran Gelar Sayembara Tangkap Pilot Jet Tempur AS
Sabtu, 4 April 2026
Faktakini.info, Jakarta - Iran dilaporkan menembak jatuh dua pesawat tempur milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) dalam satu hari, Jumat (3/4/2026).
Menurut The New York Times, pesawat A-10 Thunderbolt II atau “Warthog” jatuh di Selat Hormuz.
Awak pesawat berhasil diselamatkan. Sementara itu, jet tempur F-15E Strike Eagle ditembak jatuh di atas wilayah Iran.
Pejabat AS mengonfirmasi satu awak F-15E berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.
NBC News melaporkan dua helikopter militer AS dikerahkan untuk mencari awak F-15 tersebut.
Harga dan Biaya Operasional Pesawat
Military Machine mencatat harga A-10 Thunderbolt II sekitar USD 18,8 juta (Rp 319 miliar) per unit.
Biaya operasional tahunan per pesawat sekitar USD 4,5 juta, dengan biaya per jam terbang sekitar USD 6.000–17.716.
Pesawat ini dikenal hemat biaya karena desain sederhana, mesin kembar TF34 yang andal, serta daya tahan tinggi.
Wall Street Journal melaporkan harga jet tempur F-15E Strike Eagle sekitar USD 31,1 juta (Rp 528 miliar).
Model terbaru mendekati USD 100 juta (Rp 1,6 triliun), dengan biaya operasional per jam terbang USD 18.800–27.000.
Klaim Iran atas F-35
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, menyebut Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) berhasil menembak jatuh jet tempur siluman F-35 milik AS di Iran tengah.
Pernyataan ini dikutip Al Mayadeen.
Puing-puing pesawat ditampilkan oleh televisi pemerintah Iran, IRIB.
Sayembara Tangkap Pilot
Televisi Iran menyiarkan seruan kepada warga di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad untuk melaporkan keberadaan pilot AS.
“Jika Anda menangkap dan menyerahkan pilot musuh hidup-hidup kepada polisi dan pasukan militer, Anda akan menerima hadiah dan bonus yang berharga,” demikian siaran resmi IRIB.
Militer Iran mengancam akan meluncurkan serangan lebih kuat terhadap AS dan Israel.
Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim kemampuan rudal Iran telah terbatas.
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran menepis klaim tersebut, mengutip Anadolu Agency, dan menegaskan produksi militer strategis Iran tetap berjalan.
Bantahan Pentagon
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merilis rekaman jatuhnya jet tempur yang diduga milik AS di dekat Pulau Kesim.
Namun, Komando Pusat AS membantah klaim tersebut dan menyatakan tidak ada pesawat mereka yang jatuh.
Media Barat mengutip pejabat AS yang menyebut sebuah jet F-15 jatuh di Iran, dengan pilot masih dalam pencarian.
Dampak Regional
Ketegangan meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 yang menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, dan negara Teluk, menimbulkan korban jiwa serta gangguan pasar global.
Sumber: Tribunnews.com
