Wafatnya Sang Guru Besar: Prof. Dr. Hj. Nabila Abdul Fattah, MA
Senin, 2 Maret 2026
Faktakini.info, Jakarta - Dunia akademik Indonesia kembali berduka. Seorang tokoh besar dalam bidang sastra Arab dan filologi, Prof. Dr. Hj. Nabila Abdul Fattah, MA, wafat setelah puluhan tahun mengabdikan hidupnya bagi pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan Islam di Indonesia.
Guru besar yang lahir di Kairo, Mesir, pada 14 Maret 1942 ini dikenal sebagai sosok ilmuwan perempuan pelopor yang membuka jalan bagi generasi akademisi Muslimah di lingkungan perguruan tinggi Islam Indonesia.
Riwayat Pendidikan dan Awal Pengabdian
Prof. Nabila menempuh pendidikan tinggi di Cairo University, Mesir, dan lulus dari jurusan Sastra pada tahun 1963. Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut di Indonesia setelah beliau menetap dan mengabdikan diri di tanah air.
Pengabdiannya kepada Indonesia dimulai sejak memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada tahun 1964, yang diberikan oleh Menteri Agama saat itu, K.H. Syarifuddin Zuhri.
Dengan tekad kuat di dunia akademik, ia melanjutkan studi hingga meraih gelar Magister pada 1989 dan kemudian mencatat sejarah sebagai doktor perempuan pertama di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam bidang Ilmu Filologi pada tahun 1992.
Pelopor Perempuan di Dunia Akademik Islam
Prestasi Prof. Nabila tidak berhenti pada capaian akademik pribadi. Pada tahun 1994, ia kembali menorehkan sejarah sebagai dekan perempuan pertama di lingkungan kampus tersebut.
Ia kemudian dikenal luas sebagai guru besar Sastra Arab dan Filologi di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta. Selama kariernya, beliau aktif membina mahasiswa, mengembangkan kajian manuskrip Islam, serta memperkuat tradisi filologi sebagai jembatan memahami warisan intelektual Islam klasik.
Kontribusinya menjadikan bidang filologi semakin dikenal sebagai disiplin penting dalam menjaga dan menafsirkan khazanah keilmuan Islam Nusantara.
Sosok Akademisi dan Teladan
Selain sebagai akademisi, Prof. Nabila dikenal sebagai pendidik yang sederhana dan berdedikasi tinggi. Ia mengabdikan hidupnya pada dunia pendidikan, penelitian, serta pembinaan intelektual generasi muda.
Perjalanan hidupnya mencerminkan perpaduan antara tradisi keilmuan Timur Tengah dan semangat akademik Indonesia, menjadikannya figur penting dalam perkembangan studi sastra Arab di tanah air.
Warisan Keilmuan
Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi dunia akademik. Namun, karya, pemikiran, serta murid-murid yang telah dibimbingnya menjadi warisan intelektual yang akan terus hidup.
Prof. Nabila dikenang bukan hanya sebagai ilmuwan besar, tetapi juga sebagai pelopor perempuan dalam dunia akademik Islam Indonesia.
Catatan Biografi Singkat
Nama: Prof. Dr. Hj. Nabila Abdul Fattah, MA
Lahir: Kairo, Mesir — 14 Maret 1942
Pendidikan: Cairo University (1963)
Magister: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1989)
Doktor Filologi: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1992)
Jabatan penting:
Doktor perempuan pertama UIN Jakarta
Dekan perempuan pertama (1994)
Guru Besar Sastra Arab dan Filologi
Sumber: Beritajabar News


