[Video] Lautan Jamaah Hadiri Khotmul Qur'an dan Tarawih Ramadhan 1447 H bersama Habaib di Berbagai Daerah
Ahad, 15 Maret 2026
Faktakini.info, Jakarta - Suasana Ramadhan 1447 Hijriah tahun ini dipenuhi dengan gelombang kehadiran jamaah yang sangat besar dalam berbagai kegiatan Khotmul Qur’an fi Taraweh yang dipimpin para habaib di sejumlah kota. Ribuan hingga ratusan ribu jamaah memadati masjid dan kawasan sekitarnya pada malam-malam ganjil Ramadhan.
Pemandangan membludaknya jamaah terlihat di berbagai lokasi, bahkan hingga meluber ke jalan-jalan sekitar masjid.
Pada malam 17 Ramadhan 1447 H, kegiatan Khotmul Qur’an fi Taraweh di Masjid Keramat Luar Batang, Jakarta Utara—yang berada di kawasan maqam Habib Hussein bin Abu Bakar Alaydrus—dipadati lautan jamaah. Masjid dan area sekitarnya dipenuhi umat yang datang untuk mengikuti shalat tarawih berjamaah sekaligus khataman Al-Qur’an.
Gelombang jamaah juga terlihat pada malam 21 Ramadhan 1447 H, dalam acara serupa di Masjid Keramat Empang, Bogor, yang berkaitan dengan majelis dan peninggalan Habib Abdullah bin Muhsin Alatas. Kegiatan yang digelar pada Selasa malam, 10 Maret 2026, tersebut kembali dipenuhi jamaah dari berbagai daerah.
Tak kalah membludak, malam 23 Ramadhan 1447 H di Masjid Al-Hawi, Condet, Jakarta Timur, yang dipimpin oleh Habib Abdulqadir bin Muhammad Alhaddad, menghadirkan lautan manusia. Ratusan ribu jamaah dilaporkan memadati kawasan sekitar masjid hingga meluber ke jalan-jalan dan jembatan penyeberangan orang (JPO) di sekitar PGC pada Kamis malam, 12 Maret 2026.
Antusiasme serupa juga tampak pada malam 25 Ramadhan 1447 H dalam acara Khotmul Qur’an fi Taraweh di Majelis Ta’lim Kwitang, Jakarta Pusat, yang diasuh oleh Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi, pada Sabtu malam, 14 Maret 2026.
Fenomena membludaknya jamaah ini tidak hanya terjadi di lokasi-lokasi tersebut, tetapi juga di berbagai majelis dan masjid lain di sejumlah daerah. Kegiatan khataman Al-Qur’an dalam shalat tarawih yang dipimpin para habaib menjadi magnet spiritual bagi umat yang ingin menghidupkan malam-malam ganjil Ramadhan.
Banyak jamaah menyebut suasana tersebut sebagai gambaran kuatnya kecintaan masyarakat terhadap majelis ilmu, dzikir, serta tradisi keagamaan yang telah berlangsung lama di tengah umat.
Padahal, sudah empat tahun ini sekte Imad bin Sarman - Abbas Tompel PWI-LS cs yaitu orang-orang gila nasab yang sangat iri dan membenci nasab habaib, gencar menyerang dan memfitnah nasab habaib.
Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan yang dipimpin para habaib justru tetap ramai dihadiri masyarakat, bahkan semakin membludak di banyak tempat.
Banyak jamaah menyebut fenomena ini sebagai bukti kuatnya kecintaan umat terhadap majelis ilmu, dzikir, serta tradisi keagamaan yang telah mengakar lama di tengah masyarakat Muslim Indonesia.
Ramadhan pun kembali menjadi momentum kebersamaan umat Islam untuk menghidupkan malam-malam ibadah dengan penuh kekhusyukan, kecintaan kepada Al-Qur’an, serta semangat persatuan dalam majelis-majelis keagamaan.
Klik video:

