Update Perang AS-Israel vs Iran: Israel dan Mayoritas Pangkalan AS Telah Hancur
Kemudian Trump meralat, bahwa perang bisa berlangsung lebih lama. Informasi dari dalam gedung putih menyebut, bahwa perang ini akan dilakukan selama 100 hari dan bahkan bisa berlanjut sampai bulan September.
Kalau skenario seperti ini terjadi, maka Timur Tengah akan hancur sepenuhnya. Masih ada 6 bulan menuju September dari sekarang.
Kawasan teluk dan timur tengah diprediksi tidak sanggup menanggung beban perang selama lebih 1 bulan. Jika saja sampai lebih satu bulan, maka akan terjadi krisis energi, Minyak dll. Bahkan Timur Tengah bisa kekurangan makanan kalau perang berlanjut sampai lebih sebulan.
Saat ini, AS dan Israel terus mencoba melakukan penetrasi lebih dalam ke wilayah Iran, untuk menghancurkan sistem persenjataan Iran, rudal balistik, dan amunisi. Tapi sejauh ini belum ada kemajuan.
Israel melakukan serangan sporadis dan membabi buta ke setiap wilayah Iran tanpa tujuan yang jelas. Israel dan AS lebih banyak menyerang fasilitas umum, bahkan menyerang sekolah yang menewaskan banyak korban sipil.
Sedangkan tujuan lainnya seperti membunuh sebanyak banyaknya tokoh Iran tidak tercapai, Israel dan AS hanya berhasil membunuh pemimpin Iran di hari pertama serangan dadakan.
Sedangkan di Iran sendiri, konsolidasi kekuasaan terus berjalan, Iran saat ini sedang di masa finalisasi dalam memilih pemimpin tertinggi Iran yang baru. Ini menunjukkan circle elit politik Iran masih berjalan dengan baik.
Sambil melakukan konsolidasi kekuasaan dan kekuatan internal, Iran terus menerus melakukan serangan ke Israel dan aset aset AS di seluruh kawasan itu.
Anda bisa melihat sendiri dari hari pertama perang sampai saat ini, mayoritas pangkalan militer AS hancur dengan dengan balistik Iran, Israel juga mengalami luluh lantak, sampai sekarang serangan Iran sudah memasuki gelombang ke 19 & 20.
Para pengamat GeoPolitik dan militer menilai, pesan Iran sangat jelas, Iran siap dengan perang panjang dan melelahkan. Dan mempersiapkan diri untuk semua skenario yang kemungkinan terjadi.
Informasi dari dalam lingkaran para pemimpin Israel menyebut sebuah laporan kemarin sore, bahwa "Iranian government is still far from collapse". Pemerintahan Iran masih kuat dan masih jauh dari kata akan tumbang.
Padahal selama 5 hari ini, AS dan Israel sudah sangat all dalam menyerang Iran. Dan AS sesumbar diawal akan mengalahkan Iran dengan mudah dan memenangkan perang ini dengan cepat.
Diawal awal perang pecah, Kepala Staff gabungan militer AS Jenderal Dan Caine bersitegang dengan Trump. Caine mengingatkan Trump bahwa perang dengan Iran tidak mudah dan akan menelan banyak korban dari AS.
Tapi Trump tidak peduli, Trump justru menolak pandangan Caine, Trump kemudian diyakinkan kembali untuk terus menyerang Iran oleh Jenderal Jenderal lain disamping Trump yang bekerja dengan lobby lobby Israel.
Mantan menteri luar negeri AS Anthony Blinken kemarin menyampaikan sebuah pandangan untuk rakyat AS dan untuk pemerintah AS menyikapi wacana AS yang akan mengirim pasukan darat ke Iran, Blinken mengatakan bahwa perang panjang di Iran akan memakan banyak korban dan membuat persenjataan AS akan habis dan kena imbas fatal.
Dan kata Blinken, jika terjadi perang panjang dan Iran tidak tumbang, maka posisi AS di dunia internasional akan jadi sangat lemah secara geopolitik di depan mata China dan Rusia.
Para elit pemimpin Iran saat ini terus bersikukuh, bahwa tidak ada peluang damai dengan AS, tidak ada peluang gencatan senjata, dan perang akan dilanjutkan oleh Iran sampai semua musuh angkat kaki.
Perang panjang yang pasti akan menguras ekonomi global secara menyeluruh, baik ekonomi, politik, geopolitik, rantai pasok, stabilitas kawasan, dan sampai ke perimbangan GeoPolitik secara global.
Jelang sepekan perang ini berlangsung, tidak ada tanda tanda pemerintah Iran melemah, Iran masih mampu menyerang Israel dan kepentingan AS setiap 1jam sekali. Intensitas serangan Iran ini menunjukkan rantai komando yang kokoh, kepemimpinan yang masih efektif, dan sistem persenjataan yang memadai.
Perang dengan AS dan Israel adalah perang yang tidak seimbang secara militer, tapi Iran bukan negara yang hanya berdiri diatas kekuatan militer semata, Iran berdiri diatas keyakinan imperium, ideologi revolusi, dan narasi kedaulatan yang kuat.
Trump dan Netanyahu mungkin tidak mengira bahwa respon dan tanggapan Iran bisa begitu kuat dan menghancurkan. Dan Trump - Netanyahu saat ini menonton ini dengan kasat mata.
Korban di kedua belah pihak terus berjatuhan, Israel sendiri mengumumkan korban sekitar 1,475 orang luka dan 80 an yang tewas. Yang luka luka saat ini dirawat dibawah bunker. Ini yang diakui Israel, tapi Israel tidak pernah transparan dalam data dan fakta karena sensor. Beda dengan data Iran yang bisa bebas di akses oleh semua media dan wartawan.
AS dan Israel terus berupaya menjadikan perang ini sebagai media untuk mengisolasi Iran, menarik semua negara teluk dan timur tengah untuk mengeroyok Iran dst. Dan bahkan ingin menarik eropa sekaligus untuk ikut melawan Iran.
Tapi semua skenario ini saat ini tidak ada yang berhasil. Banyak negara Eropa menolak ikutan perang Epstein ini, dan banyak negara teluk dan timur tengah juga tidak mau ikutan langsung perang melawan Iran karena khawatir pembalasan Iran ke wilayah mereka.
Oleh sebab itu, AS dan Israel saat ini sedang berupaya membangkitkan pemberontakan Kurdi di perbatasan Iran dan Irak untuk bangkit melawan Iran, mereka akan dipersenjatai dan didanai oleh CIA dan Mossad. AS dan Israel terus berupaya mencari teman baru yang mau ikut menyerang Iran, baik dari dalam maupun dari luar.
Bagi Iran, perang ini adalah garansi keberlanjutan Republik Islam Iran dan semangat revolusi yang dibawa Imam Khomeini saat menumbangkan pemerintah boneka Syah Iran. Perang ini adalah pertaruhan eksistensi yang akan menulis sejarah baru Iran masa depan.
Sampai detik ini, rudal balistik dan Hipersonik Iran masih terus menghujani Israel dan semua kepentingan AS, sebagai sinyal bahwa rakyat Iran akan bertempur sampai akhir, dan siap mengorbankan segalanya untuk menang dari agressor yang sedang melakukan invasi.
Perlawanan Iran tidak dilakukan dengan emosional, tapi dengan perlawanan terukur, strategi yang teratur, dan dengan tekad yang kuat untuk mengalahkan penjajah, tidak peduli berapapun biaya dan berapapun harga yang harus dibayar. Inilah sikap yang ditunjukkan Iran selama ini, khususnya dalam 6 hari perang ini.
Note....
***Teman teman dan Follower saya semuanya, bagi anda yang belum pernah berkontribusi dalam mendukung akun kami, kami sarankan anda melakukan kontribusi karena sistem berlangganan konten saat ini sedang diblokir oleh Meta.
***Anda bisa berkontribusi langsung untuk mendukung kami tanpa berlangganan. Kontribusi anda bisa anda lakukan lewat Transfer bebas via BCA 3910269681.
***Terus support akun kami untuk lebih berkembang, untuk terus menyajikan konten konten positif, informatif, dan Analisis GeoPolitik terkini secara akurat dan berimbang.
Trm Ksh ❤️
Tengku Zulkifli Usman ✓
